Final Piala Afrika 2025: Senegal Kecam Maroko, Tuding Tak Fair Play
Gelandang Senegal #17 Pape Matar Sarr (kanan) mengibarkan bendera Senegal saat merayakan kemenangan timnya di akhir pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika Grup B antara Senegal vs Mauritania di Stade Abdoulaye Wade, di Diamniadio, pada 14 Oktober 2025. (Foto oleh Patrick Meinhardt / AFP)(AFP/PATRICK MEINHARDT)
15:32
18 Januari 2026

Final Piala Afrika 2025: Senegal Kecam Maroko, Tuding Tak Fair Play

- Pelatih Timnas Senegal, Pape Thiaw, menyampaikan keluhan mengenai perlakuan yang tidak menyenangkan dari tuan rumah Piala Afrika 2025, Maroko.

Senegal akan berjumpa Maroko di partai final Piala Afrika 2025.

Duel Senegal vs Maroko dijadwalkan berlangsung pada Minggu (18/1/2026) atau Senin (19/1/2026) dini hari pukul 02.00 WIB.

Menuju pertandingan ini, kedua tim berhasil mencapai final tanpa mengalami kekalahan sepanjang turnamen.

Timnas Senegal mencatatkan lima kemenangan dan satu hasil imbang, mencetak 12 gol dan hanya kebobolan dua gol.

Sementara itu, Timnas Maroko juga meraih lima kemenangan dan satu hasil imbang, dengan 10 gol dicetak dan satu gol kebobolan.

Walaupun memiliki catatan yang baik, Senegal harus menghadapi kenyataan bahwa Maroko lebih diunggulkan untuk meraih gelar juara, mengingat mereka bermain sebagai tuan rumah.

Di sisi lain, Senegal mengalami situasi yang kurang menguntungkan menjelang final, di mana mereka merasa mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari Maroko.

Pelatih Pape Thiaw menyatakan rasa kecewa dan kemarahannya dalam konferensi pers menjelang final.

Achraf Hakimi (ketiga dari kiri) merayakan kemenangan adu penalti dengan rekan satu timnya dalam laga semifinal Piala Afrika 2025 (CAN) antara Nigeria vs Maroko di Stadion Prince Moulay Abdellah di Rabat pada 14 Januari 2026. (Foto oleh FRANCK FIFE / AFP)AFP/FRANCK FIFE Achraf Hakimi (ketiga dari kiri) merayakan kemenangan adu penalti dengan rekan satu timnya dalam laga semifinal Piala Afrika 2025 (CAN) antara Nigeria vs Maroko di Stadion Prince Moulay Abdellah di Rabat pada 14 Januari 2026. (Foto oleh FRANCK FIFE / AFP)

Senegal Merasa Dapat Perlakuan Tak Adil

Menurut Thiaw, Maroko tidak memerhatikan keselamatan para pemain dan berlaku tidak adil terhadap Timnas Senegal.

Dia menyoroti masalah akomodasi, di mana para pemain Senegal menggunakan kereta cepat menuju Rabat dan tidak mendapatkan pengawalan saat tiba di stasiun.

Hal ini membuat para pemain Senegal terpapar oleh kerumunan yang dapat berpotensi membahayakan.

"Kita harus mengatakan apa yang terjadi itu tidak normal, tidak normal bagi tim seperti Senegal untuk dibiarkan bersama kerumunan seperti itu," ungkap Thiaw sambil mengeluh.

"Para pemain berada dalam bahaya. Apa pun bisa terjadi karena tindakan orang-orang yang jahat," tambahnya.

Protes dari Federasi Sepak Bola Senegal

Aksi protes ini bukan hanya datang dari Thiaw saja, Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) juga mengutuk perlakuan Maroko.

Dalam pernyatannya FSF menyerukan kepada Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan panitia penyelenggara lokal untuk “segera mengambil setiap langkah korektif guna menjamin penghormatan terhadap prinsip fair play, perlakuan yang setara, serta keamanan yang mutlak diperlukan demi keberhasilan perayaan sepak bola Afrika ini.”

Para pemain Senegal tidak mendapatkan fasilitas yang memadai di hotel tempat mereka menginap.

Selain itu, tempat latihan yang jauh dari Rabat juga dianggap tidak adil, karena mereka berharap bisa berlatih di lokasi yang sama dengan Maroko.

FSF juga mengeluhkan alokasi tiket yang sangat sedikit untuk partai final, di mana mereka hanya menerima kurang dari 3.000 tiket buat pendukung, meskipun venue pertandingan dapat menampung lebih dari 69.000 penonton.

Sebelum protes dari Senegal, Maroko sebelumnya telah diprotes oleh Timnas Nigeria di babak semifinal Piala Afrika 2025.

Nigeria juga mengeluhkan kepemimpinan wasit yang dinilai menguntungkan Maroko sebagai tuan rumah.

Pada adu penalti antara Nigeria dan Maroko, ofisial Maroko melakukan tindakan yang dianggap merusak konsentrasi kiper Nigeria, Stanley Nwabali, dengan mengambil handuknya sebanyak tiga kali.

Tag:  #final #piala #afrika #2025 #senegal #kecam #maroko #tuding #fair #play

KOMENTAR