Jelang Barcelona Vs Real Madrid, Joan Laporta Sebut Hubungan Kedua Tim Retak
Presiden Barcelona, Joan Laporta, menyebut hubungan timnya dengan Real Madrid telah retak jelang final Piala Super Spanyol (Supercopa de Espana) 2026.
Partai puncak Piala Super Spanyol 2026 antara Barcelona vs Real Madrid akan berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi.
Laga Barcelona vs Real Madrid diprediksi akan berlangsung sengit karena kedua tim tampil impresif sebelum mencapai final Piala Super Spanyol 2026.
Barcelona dan Real Madrid sama-sama menyapu bersih lima pertandingan terakhir dengan kemenangan.
Terlebih, Joan Laporta mengungkapkan relai kedua tim berada dalam situasi yang tidak ideal jelang duel Barcelona vs Real Madrid.
“Hubungan dengan Real Madrid buruk, bahkan sudah rusak. Ada berbagai masalah yang menjauhkan kami," ungkap Laporta.
"Jika sebelumnya kami sudah menjadi rival abadi dan penuh permusuhan, kini terjadi situasi yang menyebabkan hubungan kami rusak."
"Itu bukan berarti tidak ada rasa hormat. Seperti dalam kehidupan, semuanya bisa diatasi, tetapi itu tergantung pada masing-masing pihak,” imbuhnya.
Laporta tetap menegaskan bahwa dirinya masih menaruh respek terhadap Presiden Real Madrid, Florentino Perez, meski hubungan antarklub sedang memanas.
“Saya sangat hormat dan bersikap ramah kepadanya," terang pria berusia 63 tahun itu.
"Saya tidak tahu apakah Florentino sudah datang, dia belum datang ke acara Federasi, tetapi dia bebas melakukan apa pun yang dia inginkan."
"Kami sangat menghormati rival dan perwakilannya. Kami selalu bertindak dengan harmonis secara institusional,” pungkasnya.
Ambisi Barcelona Raih Gelar Perdana
Joan Laporta menegaskan bahwa Piala Super Spanyol 2026 menjadi target penting bagi Barcelona untuk membuka tahun dengan prestasi.
Presiden Barcelona Joan Laporta (kiri) bersama Presiden Real Valladolid Ronaldo Nazario (kanan) menghadiri laga Barcelona vs Real Valladolid dalam lanjutan Liga Spanyol musim 2022-2023 di Stadion Camp Nou, Senin (29/8/2022) dini hari WIB. Ketika datang ke stadion, Joan Laporta mencuri perhatian karena matanya yang lebam.
Ia menilai keberhasilan mencapai final merupakan buah dari kerja keras tim sepanjang kompetisi.
“Kami sangat menantikan untuk memenangkan gelar ini, gelar pertama yang bisa kami raih musim ini," kata Laporta dikutip dari Football Espana.
"Kami pantas mencapai final. Kita semua ingin memulai tahun 2026 dengan sebuah gelar."
"Setiap kali kami memenangkan Piala Super, kami biasanya memenangkan lebih banyak gelar. Musim ini membimbing kita. Kami sangat siap secara mental,” lanjutnya.
Barcelona sendiri melaju ke final dengan modal impresif setelah membantai Athletic Club 5-0 pada babak semifinal Piala Super Spanyol 2026.
Laporta: Final Tak Pernah Punya Favorit
Meski mencatatkan performa gemilang dan rentetan kemenangan di kompetisi domestik, Laporta menegaskan bahwa Barcelona tidak layak disebut sebagai tim unggulan saat menghadapi Real Madrid.
Menurutnya, laga final selalu menyimpan ketidakpastian.
"Dalam final tidak ada tim favorit, apa pun bisa terjadi. Saya akan memberikan banyak contoh," tegas Laporta.
"Tidak ada tim favorit dalam final. Kedua tim akan menggunakan kartu truf mereka untuk menang."
"Semangat tim kami lebih unggul daripada lawan, tetapi mereka juga memiliki kemampuan untuk menang, seperti yang kita lihat di semifinal."
Laporta mengakui bahwa Barcelona datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menampilkan permainan solid di semifinal.
Namun, ia tetap menaruh respek besar terhadap kekuatan Real Madrid.
"Kami memasuki final dengan kuat, kami memainkan pertandingan yang hebat melawan Athletic, dan kami yakin bahwa jika kami bermain dengan intensitas yang sama, kami dapat memenangkannya."
"Atletico Madrid, di sisi lain, pantas mendapatkan lebih. Dengan ini saya ingin memberi tahu Anda bahwa dalam final tidak pernah ada tim favorit.”
Tag: #jelang #barcelona #real #madrid #joan #laporta #sebut #hubungan #kedua #retak