Usai Chelsea Pecat Enzo Maresca, Liam Resenior Jadi Kandidat Terkuat
Klub Liga Inggris (Premier League), Chelsea, resmi memulai pencarian pelatih baru setelah memecat Enzo Maresca.
Chelsea kini disebut menjadikan pelatih RC Strasbourg, Liam Resenior, sebagai kandidat terdepan untuk mengisi kursi pelatih kepala.
Keputusan Chelsea mengakhiri kerja sama dengan Enzo Maresca diumumkan pada Kamis (1/1/2025).
Pemecatan ini terjadi di tengah tekanan besar akibat performa tim yang menurun di Liga Inggris atau Premier League, serta memburuknya hubungan internal antara pelatih dan manajemen.
Menurut laporan Sky Sports, Liam Resenior berada di posisi teratas dalam daftar calon pengganti Maresca.
Peluang Resenior dinilai besar karena Strasbourg dan Chelsea berada di bawah kepemilikan konsorsium yang sama, yakni BlueCo.
Kedekatan struktur kepemilikan tersebut diyakini memudahkan komunikasi antarklub sekaligus mempercepat proses transisi apabila Resenior benar-benar ditunjuk.
Bahkan, Strasbourg disebut telah mulai menyiapkan kandidat pelatih baru sebagai langkah antisipasi.
Liam Resenior saat ini menjalani musim keduanya bersama Strasbourg.
Pelatih berusia 41 tahun itu dikenal sebagai figur yang berkembang pesat sejak pensiun sebagai pemain pada 2018.
Karier kepelatihannya dimulai sebagai asisten di Brighton and Hove Albion U-23, lalu berlanjut ke Derby County dan Hull City.
Di internal Chelsea, Resenior disebut memiliki dukungan kuat.
Meski demikian, manajemen The Blues tetap membuka opsi lain, termasuk mempertimbangkan pelatih FC Porto, Francesco Farioli.
Pemain-pemain Chelsea, Pedro Neto, Enzo Fernandez, dan Reece James mengambil bagian dalam sesi latihan tim di fasilitas latihan Chelsea di Cobham di Stoke D'Abernon, barat daya London pada 29 September 2025.
Retakan Hubungan Enzo Maresca dengan Manajemen
Situasi Enzo Maresca mulai memburuk sejak ia melontarkan komentar tentang mengalami "48 jam terburuknya" di klub setelah kemenangan atas Everton pada pertengahan Desember.
Ketegangan semakin terasa usai hasil imbang melawan Bournemouth yang disertai cemoohan suporter.
Klub juga dibuat bingung oleh pernyataan Maresca bahwa "banyak orang" tidak mendukungnya.
Sikap tersebut dinilai mencerminkan ketidakpuasan Maresca terhadap sejumlah aspek proyek klub.
Menurut sumber internal, konflik bermula dari keinginan Maresca untuk memiliki kewenangan lebih besar dalam mengabaikan rekomendasi departemen medis terkait perlindungan pemain.
Chelsea, di sisi lain, menerapkan kebijakan rotasi ketat demi mencegah cedera dan menolak melonggarkan protokol tersebut.
Situasi semakin rumit ketika Maresca menolak hadir dalam konferensi pers usai laga melawan Bournemouth.
Keputusan tersebut membuat pihak klub terkejut, terlebih ketika asistennya, Willy Caballero, yang akhirnya mewakili tim berbicara kepada media.
Performa Menurun Jadi Puncak Kesabaran
Secara statistik, performa Chelsea di bawah Maresca mengalami penurunan signifikan pada Desember.
Dari delapan laga terakhir, tim hanya meraih dua kemenangan. Chelsea yang sempat bersaing di papan atas kini melorot ke peringkat kelima klasemen.
Sejak ditangani Maresca pada Januari 2024, Chelsea mencatatkan 55 kemenangan dari 91 pertandingan.
Tag: #usai #chelsea #pecat #enzo #maresca #liam #resenior #jadi #kandidat #terkuat