Pengumuman Pelatih Timnas Maksimal Awal 2026, Pengamat Nilai Jangan Terlambat
- Pengamat sepak bola nasional, Gita Suwondo, menilai pengumuman pelatih baru Timnas Indonesia harus dilakukan secepat mungkin dengan paling telat awal tahun depan agar tidak mengganggu pembangunan tim nasional.
Agenda utama sang pelatih baru haruslah jadwal FIFA Matchday yang sudah menunggu di bulan Maret 2026.
Perwakilan PSSI sendiri kini tengah berada di Eropa untuk melakukan wawancara kerja bersama beberapa calon pelatih anyar yang akan menggantikan Patrick Kluivert.
Pengamat sepak bola nasional, Gita Suwondo, menegaskan bahwa momentum penunjukan pelatih harus bisa secepatnya tanpa menunggu hingga memasuki agenda FIFA Matchday pada Maret di mana akan diadakan turnamen mini bertajuk FIFA Series.
“Kalau dibilang diumumkan bulan Maret itu sangat tidak ideal. Mengapa? Karena bulan Maret itu ada FIFA Matchday dan kita kan juga terpilih sebagai penyelenggara FIFA Series,” ujarnya kepada Kompas.com.
"Masak baru jadi pelatih sudah ditetapkan dengan event internasional timnas."
Pelatih Sudah Ditentukan Maksimal Awal Januari
Idealnya sosok pelatih sudah ditentukan jauh lebih awal dengan maksimal awal Januari 2026 mengingat kalender kompetisi Eropa sedang memasuki masa krusial.
“Karena minggu kedua Februari kalau kita mau ambil pelatih dari Eropa itu festive season di sana, orang sudah pikirannya libur."
"Itu dilihat kenapa Patrick Kluivert datang tahun lalu Natal 2024 karena mereka sudah mikirnya libur untuk bergegas berbuat sesuatu lagi di bulan Januari,” tutur pria yang biasa disapa Bung GAZ itu.
“Itu kenapa jendela transfer musim dingin pemain itu terjadinya di Januari? Karena liburan sudah kelar semuanya bersiap-siap memulai paruh kedua musim makanya mereka transfer window deadline-nya Januari," imbuhnya.
Bagi jurnalis olahraga senior itu, jika Indonesia menunggu hingga Januari untuk menentukan pelatih baru, persiapan menuju agenda Maret akan sangat minim.
Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes juga mengakui bahwa timnya terlalu cepat kebobolan.
"Orang sudah mikir dengan sebaik-baiknya, tapi kalau kita memilih pelatih di bulan Januari sudah telat dua bulan menuju Maret,” kata Gita Suwondo.
“Idealnya sekarang harusnya. Apalagi Pak Mardji dan Alex Swiers sudah ke Eropa, kenapa tidak dipilih lama banget."
"Kalau lama banget itu artinya dua, yaitu tidak ada pilihan atau tidak mau sama kita. Orang kan kalau cari pacar nggak dapat-dapat gitu, antara tidak mau sama kita atau tidak ada pilihan ideal kita,” sambungnya.
Proses Seleksi Pelatih Timnas Indonesia Masih Berjalan
Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan bahwa proses penentuan pelatih timnas masih berjalan dan tidak perlu dilakukan terburu-buru.
Ia juga menegaskan bahwa proses seleksi melibatkan Exco PSSI dan masih belum mengerucut ke satu nama. Termasuk, belum ada komunikasi terkait kedatangan beberapa nama pelatih asing yang sempat muncul di pemberitaan.
Selain itu Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, menekankan bahwa rekam jejak kepelatihan menjadi aspek terpenting.
“Kan kalau dia pemain bagus belum tentu melatihnya bagus. Kita sudah punya pengalaman sama Patrick Kluivert kemarin,” ujar mantan Menpora tersebut.
“Rekam jejak sebagai pelatih akan menjadi penilaian utama dan mutlak dipertimbangkan,” pungkasnya.
Rumor yang berkembang sejauh ini ada empat calon nama yang telah mengemuka, yakni Timur Kapadze (Uzbekistan), Jesus Casas (Spanyol), Heimir Halgrimsson (Islandia), dan Giovanni van Brockhorts (Belanda).
Namun, hingga kini identitas resmi para kandidat masih dirahasiakan PSSI.
Tag: #pengumuman #pelatih #timnas #maksimal #awal #2026 #pengamat #nilai #jangan #terlambat