

Ilustrasi, depresi dan anxiety yang termasuk dalam jenis disabilitas. (Freepik/ freepik)


10 Jenis Disabilitas yang Perlu Anda Ketahui di Hari Disabilitas Internasional, Depresi dan Anxiety Termasuk
Bagi sebagian orang, mungkin hanya mengenal disabilitas pada keterbatasan tunanetra, tunarungu, tunawicara, dan tunadaksa. Faktanya, jenis-jenis disabilitas lebih dari itu. Dilansir JawaPos.com dari National Disability Services pada Selasa (3/12), depresi dan gangguan kecemasan atau anxiety, ternyata juga termasuk di dalamnya. Mari ketahui bersama-sama tentang sepuluh jenis disabilitas di Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada hari ini, 3 Desember 2024. 1. Gangguan Perkembangan Saraf Gangguan perkembangan saraf biasa muncul pada awal periode perkembangan seseorang (0-18 tahun) yang ditandai dengan deficit perkembangan sehingga fungsi personal, sosial, akademis, hingga pekerjaannya terganggu. Terdapat beberapa jenis gangguan perkembangan saraf, yakni disabilitas intelektual, gangguan spektrum autisme (ASD), ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), gangguan komunikasi, gangguan belajar khusus, serta gangguan motorik. a. Disabilitas Intelektual Gangguan ini mencakup kesulitan penalaran, pemecahan masalah, perencanaan, pemikiran abstrak, pembelajaran akademis, penilaian, hingga pembelajaran dari pengalaman yang memengaruhi keterampilan intelektual dan perilaku seseorang dalam berbagai situasi. b. Gangguan Spektrum Autisme (ASD) ASD memengaruhi cara seseorang berkomunikasi, berinteraksi dengan orang lain, dan memahami dunia. c. ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) ADHD dikategorikan sebagai gangguan perkembangan saraf yang umumnya muncul pada seorang anak yang berusia dibawah 12 tahun. Namun, gangguan ini juga dapat terjadi saat seseorang dewasa. ADHD pada seseorang sulit untuk didiagnosa karena memiliki satu atau lebih kondisi perkembangan saraf, kesehatan mental, atau kondisi medis lain sehingga dibutuhkan penilaian yang cermat. Tetapi, secara umum ADHD memiliki gejala sulit memerhatikan, kehilangan fokus, dan impulsivitas yang tidak sesuai dengan anak-anak seusianya. d. Gangguan Komunikasi Termasuk dalam gangguan komunikasi, yaitu gangguan bahasa, gangguan bunyi ucapan, gangguan kelancaran pada masa anak-anak, dan gangguan komunikasi sosial (pragmatis). Gangguan ini dimulai sejak dini dan menyebabkan gangguan fungsional seumur hidup penderitanya. e. Gangguan Belajar Khusus Gangguan belajar khusus ditandai dengan kesulitan belajar yang terus-menerus dan signifikan. Kemampuan seseorang dalam memahami dan memproses informasi secara efisien dan akurat sangat minim pada gangguan ini. f. Gangguan Motorik Gangguan motorik membuat penderitanya terganggu aktivitas sosial, akademik, dan aktivitas kehidupan sehari-hari lainnya. Gangguan koordinasi perkembangan, gangguan gerakan stereotipik, dan gangguan tic termasuk dalam disabilitas jenis ini. 2. Disabilitas Fisik Disabilitas yang umum diketahui karena terlihat nyata dari kondisi fisik seseorang yang berbeda dari umumnya. Disabilitas ini mengakibatkan seseorang mengalami kesulitan dalam menggerakkan dan mengkoordinasikan bagian-bagian tubuhnya sehingga memengaruhi mobilitas, stamina, hingga ketangkasannya. Adapun contoh yang termasuk dalam disabilitas fisik misalnya Multiple Sclerosis, Muscular Dystrophy, Chronic Arthritis, Cerebral Palsy, Chronic Fatigue Syndrome, Fibromyalgia, Spina Bifida, kehilangan anggota tubuh, dan cedera tulang belakang. 3. Cedera Otak Traumatik atau Acquired Brain Injury (ABI) Mengacu pada kerusakan otak setelah lahir, misalnya karena kecelakaan, stroke, tumor otak, keracunan, kekurangan oksigen, atau penyakit neurologis degeneratif membuat penderitanya mengalami keterbatasan dalam berbagai bidang kehidupan. Disabilitas yang disebabkan ABI akan memengaruhi fungsi kognitif, fisik, emosional, dan kemandirian. 4. Disabilitas Neurologis Disabilitas Neurologis menggambarkan gangguan yang disebabkan karena adanya kerusakan pada sistem saraf seseorang sehingga fungsi mental dan fisik terganggu. Disabilitas ini memiliki dampak yang sangat bervariasi pada seseorang, bahkan dapat berubah dari hari ke hari selama hidupnya. Dikategorikan dalam disabilitas jenis ini, antara lain Cerebral Palsy, Multiple Sclerosis, Parkinson, Epilepsi, dan Alzheimer. Sementara bagi penderita disabilitas neurologis yang disebabkan trauma atau stroke mungkin dapat membaik seiring berjalannya waktu. 5. Gangguan Penglihatan Keterbatasan satu ini berkaitan dengan fungsi atau sistem penglihatan, mulai dari ringan hingga kebutaan total. Beberapa dibawa sejak lahir dan lainnya karena pengaruh usia (mata degenerative), trauma (kecelakaan dan cedera otak). Kabar baiknya, seseorang yang mengalami gangguan penglihatan mungkin masih memiliki penglihatan residual atau penglihatan fungsional yang mampu membuatnya membedakan terang-gelap. 6. Gangguan Pendengaran Gangguan pendengaran terjadi ketika terdapat permasalahan dengan satu atau lebih bagian telinga, saraf yang berasal dari telinga, ataupun bagian otak yang bertanggung jawab pada pendengaran. Hal ini menyebabkan hilangnya sebagian atau seluruh kemampuan mendengar ucapan dan suara. Disabilitas ini dapat bersifat sementara sampai permanen dan pada tingkatan ringan hingga berat. Gangguan ini juga dapat diderita oleh siapa saja dengan usia berapapun. Lalu, dapat berupa gangguan pendengaran bawaan (sejak lahir) atau berkembang sepanjang hidup. 7. Tunarungu-Tunanetra (Sensorik Ganda) Mereka yang menderita disabilitas sensorik ganda maka mengalami dua keterbatasan sekaligus, misalnya tunarungu-tunanetra, berarti orang tersebut mengalami keterbatasan mendengarkan sekaligus berbicara. Tentu, hal tersebut berdampak signifikan pada komunikasi, sosialisasi, mobilitas, dan kehidupan mereka sehari-hari. 8. Gangguan Bahasa Bicara Seseorang yang mengalami gangguan bahasa bicara memiliki kesulitan pada bunyi ujaran, memahami, dan menggunakan bahasa sehingga membuat mereka menggunakan cara komunikasi yang berbeda dari orang pada umumnya. Lebih lanjut, gangguan ini mencakup hilangnya kemampuan untuk mengekspresikan atau memahami bahasa, permasalahan dalam membuat bunyi atau kata-kata tertentu (cadel misalnya), perubahan pada ritme atau kecepatan berbicara, bahkan menelan. Gangguan ini dapat diderita oleh anak-anak sejak lahir, seperti anak-anak yang mengalami Gangguan Spektrum Autisme (ASD), disabilitas intelektual, Down Syndrom, gangguan pendengaran, cedera otak, ataupun didapat secara terpisah. Selain pada anak-anak, gangguan bahasa bicara juga dapat diderita oleh mereka Ketika beranjak dewasa, baik secara bertahap atau tiba-tiba seperti pada kasus stroke. Gangguan bahasa bicara yang diderita seseorang dapat muncul dalam waktu yang singkat atau lama dan berkisar ringan hingga berat. 9. Disabilitas Psikososial Istilah satu ini menggambarkan disabilitas yang berkaitan dengan kesehatan mental. Namun, perlu diingat bahwa tidak berarti semua orang yang mengalami gangguan mental langsung disebut disabilitas psikososial. Hanya mereka yang bersifat parah, berlangsung lama, dan berdampak pada pemulihan mereka yang disebut demikian. Adapun gangguan kesehatan mental yang dapat dianggap sebagai disabilitas psikososial, seperti depresi, anxiety atau gangguan kecemasan, skizofrenia, dan bipolar. 10. Keterlambatan Perkembangan Jenis disabilitas ini dialami oleh mereka yang masih berusia anak-anak. Seorang anak yang mengalami keterlambatan perkembangan akan mengalami kesulitan dan membutuhkan lebih banyak bantuan ekstra dibandingkan anak-anak seusianya dalam melakukan rutinitas, seperti mengenakan pakaian sendiri, berbicara, berjalan, dan lain sebagainya. Demikianlah sepuluh jenis disabilitas yang perlu Anda ketahui. Adapun jenis disabilitas di atas mengacu pada pendekatan gangguan fungsi kapasitas fisik, psikologis, dan sosial seseorang yang memengaruhi berbagai aspek kehidupannya.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tag: #jenis #disabilitas #yang #perlu #anda #ketahui #hari #disabilitas #internasional #depresi #anxiety #termasuk