



Ayah Gamma: Saya Sangat Sakit Hati dan Terpukul, Anak Saya Sudah Meninggal Dunia Malah Difitnah
Setelah berhari-hari memilih diam, ayah dari Gamma ini mencurahkan isi hatinya setelah anaknya tewas ditembak polisi di Semarang, Jawa Tengah.
Gamma, siswa SMK N 4 Semarang, meninggal dunia ditembak anggota Satresnakorba Polda Jateng bernama Aipda Robig, Minggu (24/11/2024) lalu.
Polisi awalnya mengatakan Gamma ditembak karena terkait tawuran.
Belakangan polisi menyebut Gamma ditembak karena motor yang dikendarai Aipda Robig dipepet oleh Gamma dan kawan-kawannya.
Ayah Gamma: Polisi Tidak Jujur
Andi Prabowo sangat kecewa dan sakit hati karena aparat tidak jujur dalam kasus kematian anaknnya.
Awal ia mengetahui Gamma tewas di rumah sakit diberi tahu jika anaknya jadi korban tawuran.
Namun kini terungkap bahwa Gamma tewas karena peluru dari polisi.
Padahal Andi mengaku sempat kebingungan mencari anaknya pada malam penembakan.
Baca juga: Bukan Tawuran, Motif Polisi Tembak Siswa SMK di Semarang karena Emosi Dipepet di JalananDia mencari anaknya karena tak kunjung pulang pada Minggu (24/11/2024) tengah malam.
Dia mencari dari tengah malam sampai pagi hari tetapi anaknya tidak kunjung ditemukan.
"Saya cari Gamma sendirian sambil waswas takut terjadi sesuatu terhadap Gamma," katanya saat diwawancarai Tribun di Gajahmungkur, Kota Semarang, Selasa (3/11/2024).
Menurutnya, Gamma berpamitan ke keluarga hendak latihan silat di lingkungan kampus Widya Husada, Krapyak, Semarang Barat, Sabtu (23/11/2024).
Namun pada pukul 22.00, Gamma tak kunjung pulang sehingga nenek dan kakaknya terus menelpon tetapi tak kunjung direspon.
Andi lantas mencari Gamma ke tempat latihan tetapi sudah sepi.
Dia juga sempat ke rumah SA sahabat dari Gamma tetapi tidak ketemu.
Ayah korban lalu menelusuri sejumlah ruas jalan di Jrakah, Krapyak, Hanoman, dan jalur arah pulang tetapi tak menemukan jejak Gamma.
"Saya cari sambil telpon sampai puluhan kali. Handphone aktif tapi tidak diangkat," bebernya.
Dia pun syok ketika mendengar kabar bahwa Gamma sudah meninggal dunia di rumah sakit.
Kabar pertama kali yang keluarga peroleh adalah Gamma meninggal dunia karena tawuran bukan ditembak polisi.
"Saya sangat sakit hati dan terpukul. Anak sudah meninggal dunia malah difitnah," ungkapnya.
Gamma yang disebut sebagai pelaku tawuran dan anggota gangster dibantah oleh Andi. Dia menyebut, sangat memahami kepribadian Gamma.
"Saya tidak percaya disebut pelaku gangster. Saya tahu kepribadian anak saya," ujarnya.
Buruh sopir forklift di Pelabuhan Tanjung Emas ini berharap, kasus pembunuhan anaknya dibuka secara terang benderang.
"Kasus ini jangan ditutupi jangan direkayasa," katanya.
Tidak Diundang Bicara di DPR
Komisi III DPR menggelar rapat dengar pendapat di Jakarta, Selasa (3/12/2024) kemarin.
Rapat itu terkait kasus penembakan yang dilakukan polisi di Semarang, Jawa Tengah.
Komisi III mengundang Kepala Polrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar dan jajarannya.
Namun, keluarga siswa SMK korban penembakan (GRO) kecewa karena tak diajak hadir dalam rapat.
Pendamping hukum keluarga GRO, Subambang, menyebut telah menyaksikan rapat itu.
Dalam kegiatan tersebut, anggota Komisi III DPR hanya mendengarkan keterangan mengenai kasus penembakan dari polisi.
”Kami sudah dikirimi link Zoom-nya, pukul 09.15. Tetapi, saat link-nya dibuka, tidak terbuka. Lalu, dari pihak sekretariat mengatakan bahwa untuk keluarga tidak ikut Zoom,” kata Subambang dalam konferensi pers, Selasa di Semarang.
Apa alasan pembatalan itu?
Bambang mengaku tidak diberi tahu alasan di balik batalnya pihak keluarga ikut serta dalam rapat tersebut.
”Terus terang, kami kecewa. Semua sudah kami siapkan, tapi ternyata dibatalkan,” ucap Subambang.
Kini pihak keluarga GRO bakal menyurati Komisi III DPR agar mereka diberi kesempatan bersuara.
Menurut Subambang, hal itu amat penting supaya Komisi III DPR mendapatkan pendapat dari sisi keluarga korban.
Menurut Subambang, ada beberapa hal yang perlu diluruskan.
Sebab, ia menyaksikan sejumlah kejanggalan dalam kasus penembakan itu.
Subambang mencontohkan, kejanggalan itu terkait perbedaan keterangan mengenai lokasi penembakan.
Selain itu, dalam beberapa kesempatan, polisi disebut Subambang seperti sengaja menggiring opini publik mengenai tawuran yang disebut diinisiasi GRO atau G, korban penembakan.
”Kepala Polrestabes ini memojokkan G, seolah-olah (G) divonis sebagai pelaku. Yang mengajak tawuran (disebut) G, yang membeli senjata (disebut) G, seperti disetel. Ini perlu kami luruskan,” tutur Subambang.
Sementara Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menyebut telah menyampaikan undangan kepada pihak keluarga GRO.
Namun, keluarga GRO tidak hadir karena masih berduka.
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Keluarga Gamma Kecewa Tak Dilibatkan RDP Polisi dengan Komisi III DPR RI, Zoom Error & Berat Sebelah
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul "Sudah Meninggal Masih Difitnah" Kisah Pilu Ayah Gamma saat Tahu Anaknya Tewas Ditembak Polisi
Tag: #ayah #gamma #saya #sangat #sakit #hati #terpukul #anak #saya #sudah #meninggal #dunia #malah #difitnah