Cerita Korban Terdampak Ledakan di Gudang Amunisi TNI-AD: Ada Yang Takut Pulang, Ada Yang Sedih Belum Bisa Pulang
Personel Kompi Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Zeni TNI AD berusaha menjinakkan material diduga sisa bahan peledak dan amunisi dampak dari ledakan Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya Ciangsana yang terlempar hingga perumahan Cluster Visalia di Perumahan Kota Wisata, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/3/2024). (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)
13:48
1 April 2024

Cerita Korban Terdampak Ledakan di Gudang Amunisi TNI-AD: Ada Yang Takut Pulang, Ada Yang Sedih Belum Bisa Pulang

LEDAKAN tak lagi terdengar. Kebakaran juga telah dipadamkan. Tapi, istri dan anak Suryadi belum mau pulang ke rumah mereka di Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.

Terpaksa Suryadi balik sendirian kemarin (31/3) karena rumah belum sempat dia kunci saat melarikan diri dalam kepanikan pada Sabtu (30/3) malam.

Itu menyusul terjadinya ledakan dan kebakaran di Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya.

Gudmurah itu terletak dekat perbatasan dua daerah di Jawa Barat, Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi. ”Istri dan anak saya masih takut pulang,” kata Suryadi kepada Radar Bekasi kemarin.

Suara ledakan beruntun itu terjadi setelah waktu berbuka. Disusul api membubung tinggi dari kompleks Gudmurah Kodam Jaya. Suryadi bersama banyak warga lain pun segera menyelamatkan diri. Ada yang tak punya tujuan jelas, yang penting menjauh dari gudmurah.

Suasana Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya yang terbakar dan meledak di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/3/2024). (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

Suryadi memilih membawa istri dan anaknya ke rumah saudara di Ciangsana, Kabupaten Bogor. ”Tadi (Sabtu, Red) pas beduk magrib, pas saya selesai buka puasa, pertama awalnya kecil (ledakannya), terus saya keluar sudah terang (api berkobar), akhirnya saya kabur,” terang Suryadi saat ditemui seusai terjadinya ledakan.

Akibat kejadian tersebut, puluhan kepala keluarga (KK) terdampak. ”Ada 40 KK, mengungsi,” kata Apet Mustofa, ketua RW 06 Cikiwul.

Apet menambahkan, mereka yang mengungsi rata-rata mengalami trauma dan takut terjadi ledakan keluar yang bisa mengancam keselamatan jiwa. ”Sebagian (mengungsi) ke rumah saya,” jelasnya.

Dari sisi Kabupaten Bogor, kepanikan serupa terjadi. Sebanyak 85 warga Desa Ciangsana pun harus mengungsi ke rumah kepala desa setempat.

”Kejadiannya kan ledakan pertama kecil sebelum magrib dikira tuh petir. Ledakan kedua lumayan besar itu setelah azan Magrib, terus pegawai gudmurah tuh pada nyuruh warganya keluar rumah,” jelas Marlina, salah seorang warga Ciangsana yang rumahnya hanya berjarak sekitar 10 meter dari Gudmurah Kodam jaya, ketika ditemui wartawan seperti dilansir Radar Bogor kemarin.

Suami ibu dua anak itu sempat pulang untuk memeriksa kondisi rumah mereka. Marlina mendengar kabar bahwa rumahnya mengalami kerusakan dan ditemukan beberapa serpihan peluru. Yang membuatnya cemas adalah belum tahu pastinya bisa pulang. ”Ya sedih, apalagi sekarang lagi sibuk-sibuknya menyambut mau Lebaran,” katanya. (rez/abi/c9/ttg)

Editor: Ilham Safutra

Tag:  #cerita #korban #terdampak #ledakan #gudang #amunisi #yang #takut #pulang #yang #sedih #belum #bisa #pulang

KOMENTAR