Atalia Praratya, Iwan Bule, hingga Bey Machmudin Kenang Sosok Solihin GP
Jenazah Letnan Jenderal TNI (Purn) Solihin Gautama Purwanegara tiba di Markas Kodam III/Siliwangi Jalan Sumbawa No 22, Kota Bandung, Selasa (5/3/2024). Kepergian Solihin GP meninggalkan duka bagi banyak orang, termasuk Atalia Praratya, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule, dan Bey Machmudin. 
12:07
5 Maret 2024

Atalia Praratya, Iwan Bule, hingga Bey Machmudin Kenang Sosok Solihin GP

- Solihin Gautama Purwanegara atau dikenal dengan nama Solihin GP tutup usia, Selasa (5/3/2024) pukul 03.00 WIB.

Mantan Gubernur Jawa Barat itu meninggal dunia di RS Advent, Bandung.

Kepergian Solihin GP meninggalkan duka bagi banyak orang, termasuk Atalia Praratya, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule, dan Bey Triadi Machmudin.

Istri Ridwan Kamil, yaitu Atalia Praratya mengatakan sangat kehilangan sosok almarhum.

Atalia datang ke rumah duka bersama ibundanya, mewakili Ridwan Kamil yang sedang di luar negeri.

Almarhum yang akrab disapa Mang Ihin ini, sambungnya, tidak pernah absen untuk dikunjungi keluarganya setiap lebaran.

Mang Ihin selalu memberikan nasihat kepadanya dan Ridwan Kamil atau Kang Emil.

"Saya dengan Kang Emil cukup dekat dengan Mang Ihin. Beliau ini sama seperti ayah buat kami. Ketika ada sesuatu, kami selalu datang untuk meminta nasihat," kata Atalia seusai melayat, Selasa, dilansir TribunJabar.id.

Ia menyebut almarhum adalah sosok yang tangguh luar biasa, menjelaskan berbagai hal secara jelas seperti warna hitam dan putih.

"Kang Emil tidak bisa hadir karena berada di luar Indonesia, tetapi tentu doa untuk beliau, semoga diberikan tempat terbaik. Kalau ke saya dan ke bapak, lebih-lebih mendorong agar kami menjadi orang-orang yang amanah," sambungnya.

Sementara itu, eks Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Mochamad Iriawan atau Iwan Bule, memberi penghormatan terakhir kepada Solihin GP di Markas Kodam III/Siliwangi Jalan Sumbawa No 22, Kota Bandung, Selasa.

Ia datang mengenakan baju dan peci berwarna hitam. Begitu sampai di lokasi, dirinya langsung menghampiri anak ketiga almarhum Solihin GP, Satria Kamal.

Iwan Bule mengatakan dirinya sering berkonsultasi dengan almarhum Solihin GP, baik saat menjabat jadi penjabat Gubernur Jabar maupun kegiatan lain untuk memajukan Jawa Barat.

“Enggak usah saat jadi Pj, setiap saat kalau ke Bandung pasti ke rumah beliau. Banyak petuah-petuah yang saya dapatkan dari filosofi beliau,” ungkap Iwan Bule kepada awak media, dikutip dari TribunJabar.id.

Ia mengaku masih memegang petuah yang diberikan Mang Ihin kepadanya, soal bagaimana mencintai rakyat, khususnya masyarakat Jawa Barat.

Suasana rumah duka Mantan Gubernur Jawa Barat Letnan Jenderal TNI (Purn) Solihin Gautama Purwanegara atau Solihin GP, Selasa (5/3/2024). Suasana rumah duka Mantan Gubernur Jawa Barat Letnan Jenderal TNI (Purn) Solihin Gautama Purwanegara atau Solihin GP, Selasa (5/3/2024). (Muhamad Syarif Abdussalam/TribunJabar)

“Beliau konsen sekali. Nyaah ka rakyat,” sambung pria yang pernah menjadi Kapolda Jabar itu.

Kemudian banyak pesan-pesan yang disampaikan Solihin GP kepadanya, di antaranya mencintai Tanah Air.

“Pertama, kami turut berduka cita atas meninggalnya tokoh nasional bapak bangsa juga sesepuh Jabar, Pak Solihin,” ujarnya.

Iwan Bule juga menyebut dirinya sempat menjenguk Solihin GP saat masih dirawat di Rumah Sakit Advent, Bandung.

Kala itu, dirinya menjenguk Mang Ihin bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan mantan KSAD Dudung Abdurrachman.

Lebih lanjut, kepergian Mang Ihin membuatnya merasa kehilangan salah satu panutannya sekaligus tokoh masyarakat di Jawa Barat.

“Kita berdoa meminta yang terbaik diberikan oleh Allah SWT kepada beliau."

“Selamat Jalan Bapak Solihin, semoga bapak diterima di sisi Allah, diampuni dosa-dosanya, dan tentunya husnulkhatimah untuk beliau,” ucapnya.

Pj Gubernur Jabar Kenang Jasa Mang Ihin

Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, mengenang sosok Mang Ihin sebagai tokoh tidak pernah berhenti berkontribusi terhadap pembangunan di Jawa Barat.

"Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Mang Ihin."

"Kita doakan semoga almarhum wafat dalam kondisi husnulkhatimah dan diterima amal ibadahnya, mendapatkan tempat yang paling mulia di sisi Allah," kata Bey seusai melayat di rumah duka, Selasa, dilansir TribunJabar.id.

Menurutnya, pria yang akrab disapa Mang Ihin ini memang telah lama tidak menjabat sebagai Gubernur Jabar, tetapi jasa-jasanya sebagai gubernur selalu dikenang.

"Kita semua tahu bahwa ini adalah tokoh besar Jawa Barat, tokoh nasional. Pada tahun 2018 saya ke sini bersama Presiden Jokowi, dan waktu itu beliau sebutkan pentingnya revitalisasi daerah aliran sungai Citarum," sambungnya.

Ia mengatakan Mang Ihin selalu memikirkan kepentingan bangsa dan negara. Ide dan pemikirannya juga direplikasi di banyak tempat, seperti penataan Sungai Citarum.

"Ketegasan beliau dalam memimpin, keteladanan beliau menjadi contoh sehari-hari, dan harus kita terapkan. Dan saya kehilangan beliau," ungkapnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul: Sosok Solihin GP di Mata Atalia Praratya dan Ridwan Kamil, ''Sama Seperti Ayah buat Kami'', “Nyaah Ka Rakyat”, Iwan Bule Kenang Petuah Solihin GP Semasa Hidup, Merasa Kehilangan, dan Solihin GP Meninggal Dunia, Bey Machmudin Ungkap Tidak Pernah Berhenti Pikirkan Bangsa.

(Tribunnews.com/Deni)(TribunJabar.id/Muhammad Syarif Abdussalam/Nappisah)

Editor: Bobby Wiratama

Tag:  #atalia #praratya #iwan #bule #hingga #machmudin #kenang #sosok #solihin

KOMENTAR