Mendikti Respons Polemik Alumni LPDP ''Cukup Saya WNI'': Integritas Syarat Utama!
Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (12/2/2026) (KOMPAS.com/Rahel)
13:46
24 Februari 2026

Mendikti Respons Polemik Alumni LPDP ''Cukup Saya WNI'': Integritas Syarat Utama!

- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto buka suara terkait polemik penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) DS, mengenai pernyataan “cukup saya WNI, anak jangan”.

Brian menuturkan, LPDP semestinya menjadi investasi jangka panjang untuk melahirkan SDM yang unggul bukan hanya dari segi keilmuan, tetapi juga komitmen dan kepatuhan.

“LPDP adalah investasi jangka panjang bangsa melahirkan SDM Unggul di Indonesia. Karena itu, selain kapasitas keilmuan yang tinggi, integritas, komitmen, dan kepatuhan terhadap aturan merupakan syarat utama,” kata Brian kepada Kompas.com, Selasa (24/2/2026).

Karena itu, Brian menginginkan setiap dugaan pelanggaran yang menyeret alumni LPDP harus ditangani.

Baca juga: Konten Viral Cukup Saya WNI Jadi Alarm Keras buat LPDP: Momentum Evaluasi Sistem Seleksi

“Setiap dugaan pelanggaran harus ditangani secara transparan dan akuntabel,” tutur dia.

Dia menyebut, Direktur Lembaga Pengelola Dana Pendidikan telah berkomunikasi dengan yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia berharap, masyarakat dapat menghormati proses agar semua berjalan objektif.

“Seluruh proses akan dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku. Kita hormati prosesnya, dan kita pastikan semuanya berjalan secara objektif dan profesional,” ucap dia.

Awal kegaduhan

Topik beasiswa LPDP kembali menjadi perbincangan warganet setelah seorang penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas (DS), yang ramai disorot warganet karena memaparkan paspor anaknya yang telah resmi menjadi Warga Negara Asing (WNA).

Baca juga: Kubu Yaqut Klaim Ada Cacat Prosedur Penyidikan KPK di Kasus Kuota Haji

Dalam videonya yang awalnya diunggah melalui akun Instagram pribadi, DS terlihat gembira anaknya telah resmi menjadi warga negara Inggris.

Menurut DS, cukup dia saja yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) anaknya tidak.

Ia juga menilai, perlu diperjuangkan paspor yang kuat untuk anaknya yakni paspor Inggris dibandingkan paspor Indonesia.

Namun, video itu menuai respons kontroversi pro dan kontra di kalangan warganet mengingat DS dan suami AP ternyata kuliah S2 dan S3 dibiayai LPDP.

Baca juga: Langkah Besar RI Jadi Pemain Chip Dunia: 15.000 Insinyur Dilatih Arm Limited Inggris

Belakangan, LPDP menyatakan bahwa AP belum menyelesaikan kewajiban melaksanakan masa pengabdian atau kontribusi di Indonesia selama dua kali masa studi ditambah satu tahun.

Di samping itu, meski DS sudah menyelesaikan kewajibannya, tindakannya dinilai tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada para penerima beasiswa.

Tag:  #mendikti #respons #polemik #alumni #lpdp #cukup #saya #integritas #syarat #utama

KOMENTAR