LPDP Diminta Data Ulang Komitmen Alumni Penerima Beasiswa, Buntut Viral ''Cukup Saya WNI''
LPDP memberikan tanggapan terkait awardee DS yang membuat konten cukup aku aja yang WNI, anakku jangan. (DOK. LPDP)
09:34
24 Februari 2026

LPDP Diminta Data Ulang Komitmen Alumni Penerima Beasiswa, Buntut Viral ''Cukup Saya WNI''

- Anggota Komisi X DPR Habib Syarief meminta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melakukan pendataan ulang terhadap para alumni penerima beasiswa.

Pendataan tersebut dimaksudkan untuk melihat komitmen para alumni penerima beasiswa LPDP untuk Indonesia.

Hal tersebut diingatkannya untuk menanggapi viralnya konten penerima beasiswa LPDP bernama Dwi Sasetyaningtyas terkait "cukup saya WNI, anak jangan" di media sosial.

"Penggunaan uang negara berarti penerima harus memastikan bahwa ilmu dan kompetensi yang diperoleh benar-benar diabdikan untuk kemajuan Indonesia. Jika ada yang tidak menjalankan komitmennya, maka harus ada penegakan aturan yang tegas," ujar Syarief dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

Baca juga: Pelajaran Mahal dari Kasus Cukup Saya WNI: Kena Blacklist hingga Desakan Evaluasi Rekrutmen LPDP

Ia menjelaskan, LPDP merupakan salah satu program untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Peningkatan kualitas SDM tersebut tidak hanya untuk individu penerima beasiswa, melainkan juga ditujukan untuk masyarakat lewat pengabdiannya di Indonesia.

"Bahwa saat ini kondisi bangsa belum seperti yang mereka idealkan tentu menjadi tanggung jawab bersama untuk memperbaikinya, bukan malah menunjukkan penyesalan sebagai WNI," ujar Syarief.

Di samping itu, ia juga meminta LPDP memperketas seleksi bagi calon penerima beasiswa yang akan menempuh pendidikan di luar negeri.

Baca juga: Anggota DPR Desak Evaluasi Rekrutmen-Kontrak Penerima Beasiswa LPDP

Ia mengingatkan bahwa LPDP berasal dari uang rakyat yang harus dijawab dengan integritas dan komitmen penerima beasiswa, bukan sekadar kecakapan akademik.

"Kami meminta agar pemerintah memperketat seleksi LPDP. Pernyataan yang disampaikan oleh alumni penerima LPDP yang viral itu menunjukkan bahwa masih ada yang belum sepenuhnya mematuhi aturan. Penerima beasiswa harus memiliki integritas dan komitmen kuat karena ini menggunakan uang negara," ujar Syarief.

Konten Viral Dwi Sasetyaningtyas

Sebelumnya, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan teguran dan klarifikasi atas kasus Dwi Sasetyaningtyas yang ramai menuai kontroversi.

Dwi Sasetyaningtyas, yang merupakan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) sempat viral di berbagai media sosial karena postingannya.

Kronologi ini cukup panjang, karena awalnya netizen hanya fokus pada konten Dwi yang dianggap cukup merendahkan negara yang sudah membiayai dirinya kuliah.

Baca juga: Viral Cukup Saya WNI, Anggota DPR Ingatkan Beasiswa LPDP Berasal dari Uang Rakyat

Masalah semakin membesar, ketika banyak netizen mengulik kehidupan pribadi awardee LPDP ini termasuk dugaan suaminya yang belum menuntaskan kewajiban sebagai penerima LPDP.

Kasus ini bermula dari Dwi yang membagikan satu konten di Instagram dan Threads miliknya. Isinya mengenai anak keduanya yang resmi jadi WNA Inggris/British Citizen.

"Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan paspor kuat WNA," tulisnya dalam salah satu konten.

Baca juga: Stella Christie Sentil Penerima LPDP Viral Cukup Saya WNI: Beasiswa Amanah, Bukan Fasilitas

Netizen banyak geram, merasa narasi tersebut kurang bijak dilontarkan seorang awardee LPDP. Banyak netizen yang merasa, sebagai awardee LPDP tidak patut menghina negaranya sendiri yang sudah membantunya untuk kuliah.

Belakangan, suami dari Dwi Sasetyaningtyas juga merupakan penerima beasiswa LPDP yang diduga belum menjalankan pengabdian di Indonesia.

Tag:  #lpdp #diminta #data #ulang #komitmen #alumni #penerima #beasiswa #buntut #viral #cukup #saya

KOMENTAR