Pemantauan Hilal 1 Ramadhan 2026 di 96 Lokasi: Aceh, IKN, hingga Papua
- Kementerian Agama (Kemenag) RI akan menggelar sidang isbat penetapan awal Ramadhan 2026 Masehi atau 1447 Hijriah pada hari ini, pemantauan hilal dilakukan di banyak lokasi.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad menuturkan, sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal.
"Pemerintah berupaya memastikan penetapan awal Ramadhan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait," beber Abu Rokhmad dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).
Sementara pemerintah baru akan menggelar sidang isbat hari ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026.
Baca juga: BMKG: Hilal Belum Terlihat 17 Februari, 1 Ramadhan Berpotensi 19 Februari 2026
Pemantauan hilal Kemenag
Kemenag menentukan ada sebanyak 96 titik yang tersebar di berbagai provinsi Indonesia telah ditetapkan sebagai lokasi rukyatul hilal awal Puasa 2026.
Pengamatan ini dilakukan oleh Kantor Wilayah Kemenag provinsi dan Kantor Kemenag kabupaten/kota, bekerja sama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam, serta instansi terkait lainnya.
Hasil pemantauan hilal ini nantinya akan dibahas dalam sidang isbat awal Ramadhan 1447 Hijriah yang juga digelar pada Selasa (17/2/2026).
Baca juga: Awal Ramadhan 1447 H Ditentukan 17 Februari, Ini 96 Lokasi Rukyatul Hilal
Untuk di wilayah DKI Jakarta, pemantauan hilal digelar di Kanwil Kemenag DKI, Masjid Raya Hasyim Asyari Jakbar, Masjid Musariin Pesantren Alhidayah Basmol Jakbar, Pulau Karya/Pramuka (tentatif), Rumah Falak, dan Monas.
Pada tahun ini, Kemenag juga menggelar pemantauan hilal di Kalimantan Timur, tepatnya di Menara Asmaul Husna Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, dan Masjid IKN, Otorita IKN.
Rencana pemantauan hilal di Masjid IKN diungkapkan oleh Direktur Urusan Agama Islam Kementerian Agama, Arsad Hidayat.
Baca juga: Jadwal Sidang Isbat dan 96 Titik Lokasi Pengamatan Hilal, 1 Ramadhan 2026 Jatuh Tanggal Berapa?
Masjid IKN sendiri telah diresmikan beberapa waktu lalu sehingga dapat digunakan untuk pemantauan tersebut.
"Kalau memungkinkan, tahun ini kita menjadikan masjid IKN yang telah diresmikan beberapa waktu lalu sebagai tempat pelaksanaan rukyatul hilal," kata Arsad dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).
Masjid IKN
Berikut daftar 96 lokasi rukyatulhilal awal Ramadan 1447 H/2026 M:
Aceh
1. Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang, Lhoknga
Sumatera Utara
2. Lantai IX Kantor Gubernur Sumatera Utara
Sumatera Barat
3. Pasaman Barat, Lantai 3 Gedung DPRD Pasaman Barat, Padang Tujuh Kec. Pasaman
4. Kota Payakumbuh, Bukit Nganang Kab. Lima Puluh Kota
5. Pesisir Selatan, Puncak Langkisau Carocok Painan
6. Kota Bukittinggi, Balcone Hotel Jl Raya Bukittinggi Medan KM 7 Padang Hijau Kec. Tilatang Kamang Kabupaten Agam
7. Kabupaten Solok, Panorama 2 Situnjau Laut Padang
8. Solok Selatan, Halaman Kantor Kementerian Agama Kab. Solok Selatan
9. Tanah Datar, Jorong Sikaladi Nagari Pariangan Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar
10. Kota Pariaman, Salter Pantai Gamdoriah
11. Sawahlunto, Dusun Simpang, Desa Kolok Mudiak, Kecamatan Barangin
12. Kabupaten Pasaman, Puncak Tonang, Kecamatan Lubuk Sikapig
13. Agam, Pasir Tiku Nagari Tiku Selatan Kec. Tanjung Mutiara
14. Kabupaten Sijunjung, Hotel Bukik Gadang Muaro Sijunjung
15. Kabupaten Padang Pariaman, Pantai Ketaping Kecamatan Batang Anai
16. Kabupaten Lima Puluh Kota, Wisko Kuaro Taeh Bukik Kecamatan Payakumbuh
17. Padang, Bukit Gado Gado, Jl. Baru Pantai Air Manis Padang
Riau
18. Rooftop Hotel Sonaview Kota Dumai
Kepulauan Riau
19. Pantai Tanjung Setumu, Kota Tanjungpinang
20. Masjid Sultan Riayat Syah, Kota Batam
21. Pantai Pelawan, Kabupaten Karimun
22. Arung Hijau, Kabupaten Kepulauan Anambas
23. Tugu Khatulistiwa, Tanjung Teludas, Kabupaten Lingga
Jambi
24. Rooftop Bank Jambi Lt.14 Telanaipura Kota Jambi
Sumatera Selatan
25. Helipad Hotel Aryaduta Palembang
Bangka Belitung
26. Pantai Tanjung Raya Penagan Kabupaten Bangka
27. Pantai Tanjung Kalian Mentok Kabupaten Bangka Barat
28. Pantai Tanjung Tinggi Tanjungpandan Kab. Belitung
Bengkulu
29. Pantai Pasir Putih, Jalan Pariwisata No. 1 Kelurahan Lempuing Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu
Lampung
30. POB Bukit Gelumpai, Pantai Canti Kalianda, Lampung Selatan
DKI Jakarta
31. Kanwil Kemenag DKI
32. Masjid Raya Hasyim Asyari Jakbar
33. Masjid Musariin Pesantren Alhidayah Basmol Jakbar
34. Pulau Karya/Pramuka (tentative)
35. Rumah Falak
36. Monas
Jawa Barat
37. Yayasan Pusat Observasi Bulan Astha Hannas Subang
Banten
38. Pantai Anyer Serang
Jawa Tengah
39. Planetarium dan Observatorium KH. Zubair Umar Al-Jailani, UIN Walisongo Semarang
40. Pasujudan Sunan Bonang, Lasem, Kab. Rembang
41. Assalaam Observatory, PPMI Assalaam, Kec. Kartasura, Kab. Sukoharjo
42. Laboratorium Asy-Syira, Gedung Jenderal Soedirman, Kota Surakarta
43. Pantai Padelan, Kec. Ayah, Kab. Kebumen
44. Rooftop Hotel Aston Inn Cilacap, Kab. Cilacap
45. Pantai Kartini, Kec. Jepara, Kab. Jepara
46. Menara Masjid Agung Nurul Kalam, Kab. Pemalang
47. Pantai Alam Indah, Kota Tegal
48. MAN 2 Kudus, Kab. Kudus
49. Rooftop Gd. Fakultas Syariah UIN KH. Abdurrahman Wahid, Kajen, Kab. Pekalongan
50. MTs Abadiyah, Desa Mojolawaran, Kec. Gabus, Kab. Pati
51. Menara Pandang Teratai, Purwokerto, Kab. Banyumas
52. Lantai 6 Kantor Pemerintahan Terpadu Kab. Brebes
53. Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan, Kota Pekalongan
DI Yogyakarta
54. POB Syekh Belabelu Kretek Bantul
55. Griya Antariksa Soropadan Concat Depok Sleman
56. Bukit Brambang Gunungkidul
57. Bandara YIA
Jawa Timur
58. Lantai 9 Hotel Santika Kota Blitar
59. Puncak Bukit Banjarsari Wonotirto, Kab. Blitar
60. Pantai Srau Desa Candi Kecamatan Pringkuku Kab. Pacitan
61. Menara Mercusuar Kecamatan Puger Kabupaten Jember
62. Pantai Pancur Alas Purwo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi
63. Pantai Duta Kab. Probolinggo
64. Ds. Banyuurip Kec. Senori, Kab. Tuban
65. Pondok Pesantren Al Basyariyyah Kec. Pilangkenceng Kab. Madiun
66. Aula dan Rooftop PT. BPR Bank Jombang
Kalimantan Barat
67. Pantai Indah Kakap, Kab. Kubu Raya
Kalimantan Tengah
68. Menara Masjid Raya Darussalam Palangka Raya
Kalimantan Timur
69. Menara Asmaul Husna Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda
70. Masjid IKN, Otorita IKN
Kalimantan Selatan
71. Rooftop Rumah Sakit Medical Center Amanah Banjarmasin
Kalimantan Utara
72. Satuan Radar AU (SATRAD) 225 Tarakan
Bali
73. Pantai Sekeh, Patra Jasa, Kuta Selatan, Badung, Bali
NTB
74. POB di Desa Teniga Kec. Tanjung Kabupaten Lombok Utara
NTT
75. Gedung Pelayanan BMKG Kupang, Kota Kupang, NTT
76. Teluk Gurita, Desa Dualaus Kecamatan Kakuluk Mesak Kab. Belu, NTT
Sulawesi Selatan
77. Unismuh Makassar
78. Kemenag Kota Parepare
Sulawesi Barat
79. Pantai Soreang, Banggae Kab. Majene
80. Bukit Mercusuar Pasangkayu
81. Tanjung Mercusuar Sumare Mamuju
Sulawesi Tenggara
82. Pantai Watubangga Kec. Tanggetada Kab. Kolaka
Sulawesi Utara
83. Area Parkir MTC Megamas Lantai R1 Kota Manado
Gorontalo
84. Rooftop IAIN SAG, Kec. Kota Timur Kota Gorontalo
Sulawesi Tengah
85. POB BMKG Desa Marana, Kec. Sindue, Kab. Donggala
Maluku
86. Karpan Ambon
87. Latuhalat Ambon
88. Lantai 2 Kantor BMKG Kabupaten Kepulauan Tanimbar
89. Desa Ngilngof Kec. Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara Propinsi Maluku
90. Puncak Kalipassa Desa Eti Kec. Seram Bagian Barat Kab. SBB
91. Dusun Misa Desa Haya Kec. Tehoru Kab. Maluku Tengah
92. Gunung Salabung Desa Waplauw Kab. Buru
Maluku Utara
93. Pantai Ropu Tengah Balu, Kec. Sahu Kab. Halmahera Barat
94. Pantai Afe Taduma, Kec. Pulau Ternate, Kota Ternate
Papua
95. Pantai Lampu Satu Merauke
Papua Barat
96. Pantai Masni Manokwari
Berita terbaru yang dikabarkan Kompas.com dari Manokwari, Kemenag Provinsi Papua Barat memutuskan untuk memusatkan pemantauan hilal di dua lokasi yakni Kabupaten Fakfak dan Kota Sorong.
Kabupaten Manokwari yang biasanya menjadi titik pemantauan resmi, kini terpaksa tidak menggelar rukyatul hilal karena kendala teknis dan finansial.
Pemantauan hilal BMKG
Sebelum sidang isbat digelar, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan melakukan pengamatan hilal (rukyat) untuk menentukan awal bulan Hijriah.
Pengamatan tersebut dilakukan di 37 titik yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Setyoajie Prayoedhie menyampaikan, BMKG tahun ini bakal melakukan pengamatan hilal selama dua hari, yakni pada 17-18 Februari 2026.
Menurutnya, posisi hilal pada dua hari tersebut bakal menentukan kapan awal Ramadhan 1447 H. Ia menjelaskan bahwa konjungsi (ijtima’) terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.01.07 WIB.
"Karena konjungsi berlangsung setelah Matahari terbenam pada 17 Februari, maka secara astronomis data hilal terbagi dalam dua kondisi pengamatan," terang Setyoajie, saat dihubungi Kompas.com, Senin (16/2/2026).
Ia mengatakan, pada Selasa malam, posisi hilal di seluruh Indonesia kemungkinan masih berada di bawah ufuk Matahari.
Ketinggiannya berkisar antara -2,41 derajat di Jayapura hingga -0,93 derajat di Tuapejat, Sumatera Barat.
Artinya, hilal belum wujud dan mustahil untuk diamati.
Dalam kriteria terbaru MABIMS, awal Ramadhan ditetapkan jika tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. "Ya, posisi hilal pada petang hari Rabu, 18 Februari 2026 sudah memenuhi kriteria baru MABIMS," ungkap Setyoajie.
Pada 18 Februari 2026, posisi hilal sudah memenuhi kriteria MABIMS. "Maka dari itu, 1 Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026," tutur Setyoajie.
Prediksi versi lembaga Falakiyah PBNU
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menghitung posisi hilal untuk memperkirakan awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Walaupun belum menetapkan secara resmi, Lembaga Falakiyah PBNU telah melakukan perhitungan menggunakan metode ilmu falak khas NU, yakni sistem hisab jama’i atau tahqiqy tadqiky ashri kontemporer.
Baca juga: Manokwari Absen Pantau Hilal Ramadhan 2026 karena Kendala Anggaran, Ini 2 Lokasi Penggantinya
Perhitungan dilakukan untuk Selasa Kliwon, 29 Sya’ban 1447 H yang bertepatan dengan 17 Februari 2026, dengan titik markaz nasional di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat.
Hasil perhitungan mencatat bahwa ijtima’ terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.02.02 WIB.
Tinggi hilal mar’i minus 1 derajat 44 menit 39 detik dan posisi matahari terbenam berada pada 12 derajat 03 menit 24 detik selatan titik barat.
Secara astronomis, posisi hilal masih berada di bawah ufuk sehingga belum memenuhi kriteria visibilitas.
Berdasarkan data tersebut, rukyatul hilal pada 29 Sya’ban 1447 H dinyatakan tidak bersifat fardlu kifayah.
Dengan kondisi hilal yang masih negatif, awal Ramadhan diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 melalui mekanisme istikmal atau penyempurnaan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.
Meski demikian, Nahdlatul Ulama (NU) belum mengumumkan secara resmi kapan 1 Ramadhan 1447 H dimulai karena masih menunggu keputusan sidang isbat pemerintah.
Tag: #pemantauan #hilal #ramadhan #2026 #lokasi #aceh #hingga #papua