Pimpinan Komisi I Sebut Indonesia Tak Perlu Keluar Dewan Perdamaian Meski Israel Gabung
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono saat ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (18/3/2025).(KOMPAS.com/Tria Sutrisna)
15:22
13 Februari 2026

Pimpinan Komisi I Sebut Indonesia Tak Perlu Keluar Dewan Perdamaian Meski Israel Gabung

- Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai, Indonesia tidak perlu keluar dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) meski Israel resmi bergabung dalam forum tersebut.

Menurut dia, keputusan untuk tetap berada di Dewan Perdamaian adalah bagian dari strategi diplomasi.

Sementara jika Indonesia keluar, maka ruang untuk memengaruhi kebijakan dan memperjuangkan kepentingan Palestina justru akan tertutup.

“Kenapa harus keluar? Tapi bukan berarti tertutup kan peluang Palestina juga bergabung. Kalau kita keluar, ya berarti kita sudah pasti menutup kemungkinan itu. Jadi diplomasi harus terus berjalan,” ujar Dave saat ditemui di Gedung DPR RI, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Prabowo Akan Hadiri Rapat Perdana Board of Peace, Apa yang Harus Diperjuangkan?

Pernyataan itu disampaikan Dave saat menanggapi munculnya desakan agar Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian, karena Israel telah resmi bergabung sementara Palestina tidak.

Politikus Golkar itu menegaskan, Presiden Prabowo Subianto memiliki pertimbangan dan konsep yang jelas terkait keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian.

Oleh karena itu, Dave memastikan masuknya Israel ke Dewan Perdamaian tidak akan menggeser sikap Indonesia dalam membela Palestina.

“Presiden Prabowo memiliki timeline ataupun juga konsep yang lebih jelas mengapa kita ada berada di BOP dan kenapa kita harus tetap ada di BOP. Jadi kita support kebijakan pemerintah untuk memastikan fungsi BOP ini benar-benar tercapai,” kata Dave.

“Saat ini kita tetap membela, mendukung kemerdekaan rakyat Palestina,” tegas dia.

Baca juga: Ujian Nyata 8 Negara Muslim di Board of Peace

Dave menambahkan, keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian justru membuat posisi Indonesia semakin jelas, karena tetap akan memiliki hak suara dan dapat memantau perkembangan situasi dari dalam forum tersebut.

“Justru lebih jelas gitu. Kalau kita keluar, malah kita tidak punya hak suara, kita tidak mengetahui pergerakan. Justru dengan di sana kita bisa lebih memahami dan bisa lebih bersikap untuk mencapai target-target tersebut,” pungkasnya.

Israel Gabung Board of Peace

Diberitakan sebelumnya, Israel resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Rabu (11/2/2026).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menandatangani dokumen aksesi sebagai anggota dewan di Blair House, Washington, dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

“Saya menandatangani aksesi Israel sebagai anggota Board of Peace,” tulis Netanyahu melalui akun media sosial X.

Baca juga: MUI Minta Langkah di Board of Peace Tidak Menyimpang dari Prinsip

Menanggapi hal itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan Indonesia akan memanfaatkan keanggotaan di Dewan Perdamaian untuk mendorong keterlibatan otoritas Palestina.

“Indonesia oleh karenanya akan memanfaatkan keanggotaan di Board of Peace untuk juga aktif mendorong keterlibatan otoritas Palestina,” ujar Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang dalam keterangan video, Kamis (12/2/2026).

Kemlu juga menyatakan partisipasi Indonesia dalam forum tersebut akan tetap berorientasi pada kepentingan Palestina dan mendorong terwujudnya solusi dua negara (two-state solution).

“Kehadiran Indonesia di Board of Peace tidak dimaknai sebagai normalisasi hubungan politik dengan pihak manapun atau sebagai legitimasi terhadap kebijakan negara manapun,” kata Yvonne.

Dia menegaskan, prinsip Indonesia tetap menuntut penghentian kekerasan terhadap warga sipil, mengecam pelanggaran hukum internasional, serta mendorong realisasi solusi dua negara.

Tag:  #pimpinan #komisi #sebut #indonesia #perlu #keluar #dewan #perdamaian #meski #israel #gabung

KOMENTAR