10 Pertimbangan Penentuan Biaya UKT yang Harus Dipikirkan Mulai Sekarang, Biar Nggak Kemahalan!
Ilustrasi calon mahasiswa menyiapkan uang kuliah tunggal (UKT) sebelum masuk universitas impian. (AI/ChatGPT)
12:32
11 Februari 2026

10 Pertimbangan Penentuan Biaya UKT yang Harus Dipikirkan Mulai Sekarang, Biar Nggak Kemahalan!

- Biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) sering kali bikin calon mahasiswa dan orang tua deg-degan.

Soalnya, besarnya UKT di perguruan tinggi negeri (PTN) tidak ditentukan sembarangan. Ada banyak faktor yang dipertimbangkan kampus sebelum menetapkan kamu masuk ke golongan berapa.

Supaya nggak kaget saat pengumuman UKT keluar, ada baiknya mulai sekarang kamu paham apa saja yang jadi bahan penilaian.

Dengan begitu, kamu bisa lebih siap menyiapkan dokumen, menghitung kemampuan finansial keluarga, bahkan mempertimbangkan strategi memilih program studi.

Berikut 10 pertimbangan biaya UKT yang perlu kamu pikirkan sejak awal.

1. Penghasilan Orang Tua atau Wali

Ini jadi faktor paling utama dalam penentuan UKT. Kampus biasanya melihat besaran penghasilan bulanan atau tahunan orang tua maupun wali yang membiayai kuliah. Semakin tinggi pendapatan, biasanya semakin tinggi pula golongan UKT yang diberikan.

Karena itu, data penghasilan harus dilaporkan secara jujur dan sesuai dokumen resmi, seperti slip gaji atau surat keterangan penghasilan.

Ketidaksesuaian data bisa berpengaruh pada penetapan UKT, bahkan berpotensi menimbulkan masalah administrasi di kemudian hari.

2. Jumlah Tanggungan Keluarga

Jumlah anggota keluarga yang masih menjadi tanggungan juga ikut dihitung. Misalnya, jika dalam satu keluarga ada beberapa anak yang masih sekolah atau kuliah, maka beban finansial orang tua dianggap lebih besar.

Semakin banyak tanggungan, penghasilan keluarga dinilai harus dibagi ke lebih banyak kebutuhan.

Hal ini bisa menjadi pertimbangan agar mahasiswa mendapatkan UKT yang lebih terjangkau sesuai kondisi riil keluarganya.

3. Jenis dan Status Pekerjaan Orang Tua

Bukan cuma besar penghasilan, jenis pekerjaan juga diperhatikan. Apakah orang tua bekerja sebagai pegawai negeri, karyawan swasta, wiraswasta, buruh, atau pekerja harian lepas, semuanya punya penilaian berbeda.

Pekerjaan dengan penghasilan tetap dan stabil biasanya dianggap memiliki kemampuan finansial lebih terukur.

Sementara pekerjaan dengan penghasilan tidak tetap bisa menjadi pertimbangan tersendiri dalam menentukan golongan UKT.

4. Kepemilikan Aset

Aset keluarga seperti rumah, kendaraan, tanah, atau properti lain juga masuk dalam penilaian. Kampus ingin melihat gambaran menyeluruh kondisi ekonomi keluarga, bukan hanya dari slip gaji.

Jika sebuah keluarga memiliki banyak aset bernilai tinggi, besar kemungkinan UKT yang ditetapkan juga lebih tinggi. Sebaliknya, keluarga dengan aset terbatas bisa masuk dalam kategori UKT yang lebih rendah.

5. Pengeluaran Rutin Keluarga

Selain pemasukan, pengeluaran juga dihitung. Biaya listrik, air, kebutuhan pokok, cicilan, hingga biaya pendidikan saudara kandung menjadi bahan pertimbangan.

Data pengeluaran ini membantu kampus memahami seberapa besar sisa kemampuan finansial keluarga setelah kebutuhan rutin terpenuhi. Jadi, bukan sekadar melihat angka penghasilan mentah semata.

6. Program Studi yang Dipilih

Setiap program studi punya kebutuhan fasilitas yang berbeda. Jurusan seperti kedokteran, teknik, atau seni tertentu biasanya membutuhkan peralatan dan fasilitas lebih mahal dibanding jurusan lain.

Karena itu, UKT antarprogram studi bisa berbeda meskipun berada di kampus yang sama. Memilih jurusan bukan hanya soal minat dan peluang kerja, tetapi juga soal kesiapan biaya.

7. Kondisi Sosial Ekonomi Lainnya

Status sebagai penerima bantuan sosial, pemegang KIP Kuliah, atau penerima beasiswa tertentu juga menjadi pertimbangan penting. Kampus biasanya memberikan keringanan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Kondisi khusus seperti orang tua sakit, terkena pemutusan hubungan kerja, atau situasi darurat lain juga bisa diajukan sebagai bahan pertimbangan penyesuaian UKT.

8. Data Pendukung Tambahan

Beberapa PTN meminta dokumen tambahan seperti tagihan listrik, air, hingga bukti pembayaran pajak. Tujuannya untuk memastikan data yang diberikan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Semakin lengkap dan transparan data yang dikumpulkan, semakin akurat pula penetapan UKT. Jadi, jangan anggap remeh dokumen-dokumen kecil yang diminta saat proses verifikasi.

9. Kebijakan Internal Kampus

Setiap perguruan tinggi punya kebijakan masing-masing terkait sistem UKT. Ada kampus yang menerapkan subsidi silang, di mana mahasiswa dari golongan mampu membayar lebih untuk membantu mahasiswa kurang mampu.

Ada juga kampus yang memberikan keringanan khusus bagi mahasiswa berprestasi atau membuka jalur banding jika merasa golongan UKT kurang sesuai. Karena itu, penting untuk memahami aturan kampus tujuanmu sejak awal.

10. Lokasi dan Biaya Hidup

Lokasi tempat tinggal mahasiswa juga bisa menjadi pertimbangan. Mahasiswa dari daerah dengan biaya hidup tinggi atau yang merantau ke kota besar biasanya menghadapi beban pengeluaran lebih besar.

Faktor ini dinilai untuk melihat kemampuan mahasiswa dalam menanggung biaya kuliah sekaligus kebutuhan hidup sehari-hari. Apalagi di kota besar, biaya kos, makan, dan transportasi bisa cukup menguras kantong.

Penentuan UKT di PTN sebenarnya dirancang agar lebih adil dan menyesuaikan kemampuan ekonomi masing-masing mahasiswa. Namun, tanpa persiapan yang matang, kamu bisa saja kaget dengan hasilnya.

Mulai sekarang, coba diskusikan kondisi finansial keluarga secara terbuka. Hitung kemampuan, siapkan dokumen, dan cari tahu kebijakan kampus incaranmu. Dengan begitu, kamu bisa kuliah lebih tenang tanpa takut UKT terasa kemahalan.

 

Editor: Bayu Putra

Tag:  #pertimbangan #penentuan #biaya #yang #harus #dipikirkan #mulai #sekarang #biar #nggak #kemahalan

KOMENTAR