Okupansi Hotel Berpotensi Turun Selama Tahun 2026, Kenapa?
- Tingkat okupansi kamar hotel berpotensi turun selama tahun 2026. Hal itu dikemukakan oleh Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi BS Sukamdani.
"Dari sisi hotel, 2026 cukup rawan. Okupansi (kamar hotel) berpotensi turun karena anggaran perjalanan dinas dan kegiatan pemerintah dialihkan ke sektor lain," kata Hariyadi dalam Rapat Kerja Nasional PHRI di Semarang, Selasa (10/2/2026) seperti dilansir dari Antara.
Ia mengatakan bahwa perjalanan dinas pegawai pemerintah dan kegiatan pemerintah selama ini berkontribusi signifikan terhadap okupansi hotel.
Pengalihan sebagian alokasi anggaran pemerintah untuk perjalanan dinas dan penggunaan akomodasi ke program pemerintah yang lain, lanjut Hariyadi, akan berpengaruh pada tingkat penggunaan layanan hotel.
Baca juga: 10 Hotel Romantis di Bali untuk Bulan Madu 2026
Selain itu, Hariyadi mengemukakan bahwa dampak pandemi Covid-19 terhadap usaha perhotelan hingga saat ini juga belum sepenuhnya pulih.
"Untuk restoran sudah pulih, tapi untuk hotel masih belum 100 persen, sudah mau pulih malah kena pemangkasan anggaran," tambah Hariyadi.
Untuk menghadapi tantangan-tantangan itu, menurut dia, PHRI mendorong para pelaku usaha hotel untuk menjalankan strategi diversifikasi pasar dengan menyasar wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.
Menurutnya, pelaku usaha hotel bisa meningkatkan kerja sama dengan maskapai penerbangan, operator tur, serta pengelola destinasi wisata untuk menarik lebih banyak pengguna layanan.
"Apakah pengalihan segmen pasar ini bisa menutup pasar pemerintah yang berkurang? Memang tidak bisa sepenuhnya menutup," ujar Hariyadi.
Namun, upaya tersebut diharapkan bisa setidaknya mengurangi dampak penurunan penggunaan layanan hotel untuk kegiatan pemerintah.
Tag: #okupansi #hotel #berpotensi #turun #selama #tahun #2026 #kenapa