Jeff Bezos Sebut Bubble AI Tak Perlu Ditakuti, Ini Alasannya
Pendiri Amazon, Jeff Bezos, menilai kekhawatiran mengenai gelembung artificial intelligence (AI) tidak perlu dibesar-besarkan. Menurut dia, investasi jumbo di sektor AI justru akan mempercepat perkembangan teknologi dalam jangka panjang.
Dalam wawancara dengan CNBC di program “Squawk Box” Rabu (20/5/2026) waktu setempat, Bezos mengatakan, fenomena bubble di industri teknologi bukan hal baru dan tetap bisa menghasilkan inovasi besar yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Bahkan jika ternyata ini memang sebuah bubble, Anda tidak perlu khawatir karena bubble itu mendorong investasi dan banyak dari investasi tersebut pada akhirnya akan sangat sehat,” ujar Bezos, dikutip Kamis (21/5/2026).
Baca juga: Standard Chartered PHK 7.800 Pekerja di Tengah Ekspansi AI
Booming AI dalam beberapa tahun terakhir dipicu lonjakan valuasi perusahaan teknologi dan derasnya aliran investasi ke sektor kecerdasan buatan.
Perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Microsoft, dan Google terus menggelontorkan dana besar untuk membangun infrastruktur AI.
Total investasi AI global bahkan diperkirakan menembus 700 miliar dollar AS pada tahun ini.
Di sisi lain, CEO OpenAI, Sam Altman, sebelumnya juga sempat mengingatkan bahwa investor mungkin terlalu antusias terhadap AI. OpenAI sendiri kini memiliki valuasi lebih dari 850 miliar dollar AS setelah kesuksesan ChatGPT memicu ledakan AI generatif.
Bezos mengakui antusiasme pasar membuat hampir semua proyek AI mendapatkan pendanaan, termasuk ide-ide yang belum tentu berhasil.
“Ini terjadi karena investor saat ini belum belajar membedakan ide bagus dan ide buruk, dan itu tidak masalah, karena ide bagus akan menutupi kerugian dari semua yang gagal,” kata Bezos.
Menurut dia, dari sudut pandang industri dan masyarakat, siklus investasi besar seperti ini justru sehat karena mampu mendorong kemajuan teknologi lebih cepat.
Bezos kemudian membandingkan fenomena AI saat ini dengan gelembung industri bioteknologi pada era 1990-an. Kala itu, banyak investor kehilangan uang setelah pasar anjlok, tetapi industri tetap menghasilkan berbagai obat penting yang menyelamatkan nyawa.
“Banyak investor kehilangan uang pada beberapa hal, tetapi kita tetap bisa menikmati obat-obatan penyelamat nyawa yang berhasil ditemukan saat itu,” ujar Bezos.
Saat ini, Bezos mengaku banyak fokus mengembangkan teknologi AI melalui Amazon, perusahaan antariksa Blue Origin, hingga startup barunya bernama Project Prometheus.
Project Prometheus diluncurkan pada November lalu dengan pendanaan sebesar 6,2 miliar dollar AS. Startup tersebut dipimpin Bezos bersama mantan eksekutif Google X, Vik Bajaj.
Perusahaan itu fokus mengembangkan model AI untuk pekerjaan fisik seperti rekayasa teknik, manufaktur, hingga desain obat.
Bezos mengatakan Project Prometheus tengah mengembangkan “artificial general engineer”, yakni sistem AI yang dapat membantu para insinyur merancang objek fisik dengan lebih mudah.
Ia menggambarkan teknologi tersebut sebagai versi modern dari CAD (computer-aided design) atau perangkat lunak desain berbantuan komputer.
Menurut Bezos, Project Prometheus sengaja dibentuk sebagai perusahaan terpisah agar memiliki fokus pengembangan yang lebih kuat dibandingkan jika digabungkan ke Amazon atau Blue Origin.
“Ini adalah ide besar tersendiri, dan Prometheus bisa mendapatkan fokus yang jauh lebih besar dengan menjadi perusahaan yang terpisah,” kata Bezos.
Baca juga: Amazon Caplok Globalstar Rp 197 T, Perketat Persaingan dengan Starlink
Tag: #jeff #bezos #sebut #bubble #perlu #ditakuti #alasannya