Kapan Anak Boleh Punya Gadget Sendiri? Ini Saran Psikolog UGM
Penggunaan gadget pada anak masih menjadi tantangan bagi banyak orangtua di era digital.
Di satu sisi, perangkat digital dapat membantu proses belajar dan hiburan anak.
Namun di sisi lain, penggunaan gadget terlalu dini juga dikhawatirkan memengaruhi perkembangan sosial, emosi, hingga kebiasaan anak dalam jangka panjang.
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Theresia Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si, Ph.D., menilai setiap tahap usia anak membutuhkan pendekatan pengasuhan yang berbeda, terutama sebelum anak mengenal dunia digital secara intensif.
Menurut Novi, anak usia di bawah tujuh tahun belajar terutama melalui peniruan terhadap perilaku orangtua dan lingkungan di sekitarnya.
“Anak umur 0 sampai 7 tahun itu belajarnya pakai bawah sadar. Mereka download everything cara ngomong orangtuanya, cara bersikap orangtuanya, cara orangtuanya di rumah bekerja, berjalan, semua itu ditiru tanpa sadar oleh anak-anak ini,” kata Novi dikutip dari ANTARA, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, pada usia tersebut anak belum banyak menggunakan penalaran dalam memahami perilaku.
Karena itu, apa yang mereka lihat sehari-hari akan mudah direkam dan ditiru, mulai dari cara berbicara hingga kebiasaan menggunakan gadget.
Baca juga: Ayah jadi Fondasi Utama Mental Anak untuk Cetak Kartini Modern
Anak Belajar dari Contoh Orangtua
Novi menilai orangtua perlu memberikan contoh langsung melalui kebiasaan yang sehat di rumah, termasuk dalam penggunaan gawai dan pola komunikasi sehari-hari.
Jika orangtua terlalu sering fokus pada ponsel saat bersama anak, kebiasaan tersebut juga dapat dianggap normal oleh anak.
Sebaliknya, interaksi hangat, komunikasi langsung, serta aktivitas bersama dapat membantu perkembangan sosial dan emosional anak.
Menurut Novi, anak sebaiknya dibiasakan melakukan berbagai aktivitas alami sebelum terlalu intens mengenal dunia digital, seperti membaca buku, berbicara dengan keluarga, bermain di luar rumah, berolahraga, hingga membantu pekerjaan ringan di rumah.
Baca juga: Kemiskinan Struktural Turut Pengaruhi Mental Anak, Ini Kata Psikolog
Ilustrasi orangtua dan anak sedang membaca secara interaktif. Penelitian terbaru menemukan bahwa bermain dan tertawa bersama tanpa gadget dapat membantu memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak.
Usia Ideal Anak Memiliki Gadget Sendiri
Novi merekomendasikan anak memiliki gadget pribadi setelah usia 12 hingga 13 tahun.
Pada usia tersebut, kemampuan sosial, emosional, dan sensorik anak dinilai sudah lebih berkembang.
“Di bawah 13 tahun mereka harus dilatih dulu semua kepekaan bagian tubuhnya secara alami,” ujarnya.
Ia mengatakan, anak usia 7 hingga 12 tahun juga mulai dapat diajak berdialog mengenai aturan dan kebiasaan yang diterapkan di rumah.
Pada fase ini, orangtua dapat mulai menjelaskan alasan di balik pembatasan screen time atau penggunaan gadget agar anak memahami konsekuensi dari perilaku mereka.
“Umur 7 sampai 12 tahun mulailah kita membuka dialog-dialog,” kata Novi.
Baca juga: Kedekatan Emosional dengan Orangtua Jadi Fondasi Ketahanan Mental Anak
Gadget Bisa Menjadi Kebiasaan
Novi mengingatkan penggunaan gadget terlalu dini tanpa pendampingan dapat membentuk ketergantungan karena menjadi kebiasaan sejak kecil.
“Kalau dari kecil sudah terbiasa pegang HP, nanti sulit mengembalikan karena sudah jadi habit,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong orangtua membangun interaksi langsung dan komunikasi yang hangat dengan anak sejak dini agar perkembangan emosi dan sosial anak berjalan lebih optimal.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, pendampingan orangtua tetap menjadi kunci agar anak dapat mengenal dunia digital secara sehat dan seimbang.
Tag: #kapan #anak #boleh #punya #gadget #sendiri #saran #psikolog