



Orang Tua Siswa TK di Kendal Keluhkan Diwajibkan Beli Buku Karya Istri Bupati Kendal, Dico : Itu Bukan Buku Istri Saya
Buku berjudul ‘Aku Cinta Kendal’ diwajibkan dimiliki oleh siswa TK di Kendal. Pada sampul tersebut tertera nama Istri Kabupaten Kendal, Wynne Frederica. Terkait terbitnya buku ini, orang tua siswa TK di Kaliwungu, Kendal, ST, menuturkan jika harus membayar buku tersebut seharga Rp 22 ribu.
Ia menuturkan buku karya Istri Bupati Kendal setebal 20 halaman tersebut memiliki sampul halaman depan bergambar ikon Kabupaten Kendal berupa kereta kencana, lengkap disertai kuda dan kusirnya. Buku tersebut juga menampilkan foto Wynne Frederica dengan jabatannya sebagai Bunda PAUD Kabupaten Kendal.
Buku ini telah terdaftar ISBN dengan penerbit Erlangga for Kids. Selain itu, dalam laman isbn.perpusnas.go.id, buku yang mencatut nama Istri Bupati Kendal tersebut tertulis sebagai pengarang ialah Wynne Frederica dengan editor Phoebe Jasprita dan Hijrah Saputra serta ilustator Hasas Citra.
"Bukunya dijual dengan harga Rp 22 ribu. Isinya cuma 20 lembar saja. Kalau di pasaran, buku mewarnai seperti ini cuma Rp 15 ribu. Itu pun sudah dapat buku dengan kertas yang tebal. Lah ini bukune tipis banget," tutur ST, Rabu (21/2).
Ia juga mengatakan jika buku ini wajib dimiliki oleh siswa TK B dan hampir semua TK di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal wajib membeli buku ‘Aku Cinta Kendal’.
Meskipun buku tersebut mengenalkan Kabupaten Kendal melalui gambar, dirinya menyayangkan jika buku tersebut langsung dimasukkan ke tas anaknya, sehingga mau tak mau harus membeli buku tersebut dan diwajibkan.
“Padahal secara aturan kan ga boleh,” ucapnya.
Menurutnya dengan mewajibkan membeli buku tersebut kasihan kepada orang tua yang ekonominya pas-pasan.
Bupati Kendal, Dico M. Ganinduto, pun bersuara terkait adanya buku yang mencatut istrinya. Ia mengelak jika buku tersebut karya istrinya dan tidak tahu terkait buku itu datang dari mana.
Ia juga mengakui tidak pernah menginstruksikan para siswa membeli buku tersebut dan akan menindaklanjuti oleh Disdikbud Kendal.
"Jangan asal fitnah. Itu bukan buku saya juga bukan bukunya istri saya. Saya gak tau, itu bukunya dari mana. Saya tidak pernah menginstruksikan untuk membeli buku. Saya akan tindak lanjuti masalah ini,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Kendal, Sulardi, membenarkan jika buku tersebut merupakan karya asli Istri Bupati Kendal, Wynne Fredericha yang juga sebagai Bunda PAUD Kabupaten Kendal.
Namun, ia menepis jika buku tersebut wajib dimiliki siswa TK di Kendal, melainkan hanya diperuntukkan kepada siswa TK yang hendak mengikuti lomba mewarnai pada HUT Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI) Mei mendatang.
"Jadi siswa yang akan mengikuti lomba yang akan dilaksanakan IGTKI Kabupaten Kendal itu membayar pendaftaran lomba senilai Rp 22 ribu. Dan akan mendapat buku tersebut," katanya.
Ia menuturkan terdapat kesalahpahaman antara IGTKI Kabupaten Kendal dengan Penerbit Erlangga, karena jumlah eksemplar yang dicetak sebanyak 20.000. Jumlah tersebut tidak sesuai dengan permintaan awal yang mulanya diperuntukkan 10 siswa setiap TK.
“Ternyata penerbitnya mencetak eksemplar sejumlah siswa TK yang ada di Kendal. Secara otomatis mereka (siswa) yang tidak mengikuti lomba kan harus membeli buku itu," ucap Sulardi.
Akan tetapi penerbit telah terlanjur mendistribusikan Buku ‘Aku Cinta Kendal’ ke TK se-Kabupaten Kendal. Selain itu, juga belum ada perintah untuk wajib membeli buku tersebut.
"Padahal kan lombanya di bulan Mei. Ternyata bukunya sudah di droping 3 bulan sebelum hari H. Harusnya, buku itu didistribusikan ke sekolah satu minggu sebelum pelaksanaan lomba," tuturnya.
Ia pun mengatakan pihaknya meminta maaf kepada orang tua siswa TK se-Kabupaten Kendal terkait hal ini. Selain itu, juga telah memanggil IGTKI Kabupaten Kendal dan Penerbit Erlangga.
Buku-buku yang telah terlanjur dibeli pun akan dikembalikan dan uangnya juga akan dikembalikan. Tak hanya itu, buku yang tercetak pun tidak dapat dibiayai dana BOS, karena buku tersebut sebagai bonus siswa yang akan mengikuti lomba.
"Kami sampaikan terkait buku itu, untuk anak- anak yang sudah terlanjur beli dan akan dikembalikan (ke penerbit) saya minta untuk (penerbit) nerima. Dan uangnya juga dikembalikan," katanya.
Ketua IGTKI Kabupaten Kendal, Siti Werdiningsih pun mempertegas jika buku tersebut tidak diperjualbelikan kepada seluruh siswa TK di Kabupaten Kendal.
"Buku tersebut adalah materi dalam Lomba Mewarnai di tingkat Kabupaten Kendal. Dalam rangka Hari Jadi IGTKI PGRI yang ke 74 Th 2024. Dan tidak dijual belikan kepada semua siswa TK, kecuali yang bersangkutan mengikuti lomba tersebut," katanya.
Ia mengatakan buku tersebut merupakan salah satu buku yang diberikan kepada peserta lomba mewarnai. Lomba pun terbagi menjadi dua babak, yaitu penyisihan dan final.
"Jadi per kecamatan mengirimkan tiga anak. Lalu di tingkat kabupaten peserta akan memperebutkan uang pembinaan, bingkisan dan trophy dan sertifikat," ujarnya.
Ia juga menuturkan jika buku yang telah didistribusikan dapat dikembalikan kecuali siswanya mengikuti lomba mewarnai dalam rangka HUT IGTKI PGRI ke-74.
Tag: #orang #siswa #kendal #keluhkan #diwajibkan #beli #buku #karya #istri #bupati #kendal #dico #bukan #buku #istri #saya