Lagi, Anak Buah Purbaya Kena OTT KPK!
- Lagi, sejumlah pejabat dan mantan pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (4/2/2026).
Pasca-operasi senyap di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara pada Januari lalu, KPK kini melakukan operasi senyap di dua daerah lain.
Dua daerah lain yang kini kena giliran OTT KPK adalah KPP Madya Banjarmasin dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu.
Baca juga: Kena OTT, Kepala KPP Madya Banjarmasin dan 2 Orang Lainnya Tiba di KPK
OTT Banjarmasin
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengatakan, OTT tersebut berkaitan dengan restitusi pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin.
“Restitusi pajak. Ya (KPP Banjarmasin),” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto melalui pesan singkat, Rabu.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pihaknya menangkap Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Purwo Wijoyo dan dua orang lainnya dalam OTT di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu.
"KPK mengamankan sejumlah tiga orang. Salah satunya adalah Kepala Kantor KPP Madya Banjarmasin. Satu lagi ASN dan satu selaku pihak swasta,” kata Budi di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu.
Baca juga: KPK: OTT Pejabat Ditjen Bea Cukai Terkait Kasus Importasi
Budi mengungkapkan, dari operasi senyap ini, penyidik menyita uang sekitar Rp 1 miliar
Budi mengatakan, saat ini, para pihak yang diamankan sudah tiba di Gedung KPK Merah Putih,.
Ketiganya tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pukul 20.00 WIB.
Meski demikian, ketiganya tidak melewati pintu depan gedung, melainkan pintu belakang.
“Selanjutnya pihak-pihak dimaksud akan dilakukan pemeriksaan intensif,” ucap dia.
OTT Ditjen Bea Cukai di Jakarta dan Lampung
Pada hari yang sama, KPK juga menggelar OTT di Jakarta dan Lampung yang menyasar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
KPK menangkap mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan Ditjen Bea dan Cukai dalam operasi senyap tersebut.
“Yang bersangkutan pejabat eselon II di Bea Cukai sebenarnya sudah mantan ya, mantan direktur penyidikan dan penindakan. Itu yang kemudian diamankan di wilayah Lampung,” kata Budi.
Baca juga: KPK Tangkap Eks Direktur Penyidikan dan Penindakan Ditjen Bea Cukai di Lampung
Selain eks direktur, KPK juga turut menangkap sejumlah pihak di Jakarta.
Dia juga mengatakan, beberapa pihak sudah tiba di Gedung Merah Putih untuk dilakukan pemeriksaan.
Budi mengatakan, OTT ini berkaitan dengan perkara importasi yang dilakukan oknum Ditjen Bea Cukai bersama pihak swasta.
“Kegiatan importasi yang dilakukan oleh pihak swasta. Yang kemudian KPK menduga adanya dugaan tindak bidang korupsi yang dilakukan oleh para pihak,” ucap dia.
Respons Purbaya
Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berjanji tidak akan minta tolong ke Presiden Prabowo Subianto untuk membantu pejabat Bea Cukai dan Pajak yang kena OTT KPK di Jakarta dan Banjarmasin.
Purbaya memastikan tidak akan melakukan intervensi hukum, meski akan tetap mendampingi anak buahnya.
"Begini, saya akan mendampingi mereka terus secara hukum. Tapi, tidak akan intervensi hukum dalam pengertian, saya misalnya datang ke Presiden minta KPK untuk hentikan kasus atau Kejaksaan untuk hentikan kasus seperti di masa lalu," kata Purbaya di rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kepada awak media ditemui di DPR RI pada Rabu (4/2/2026).
Purbaya mengatakan, ia akan membiarkan proses hukum berjalan seadil-adilnya.
Dia mengatakan, jika memang pejabat Kemenkeu itu bersalah, maka hukum tidak boleh diintervensi.
"Kalau salah ya bersalah, tapi kalau enggak ya jangan di-abuse gitu kira-kira. Tapi, kita enggak akan intervensi hukum," ucap dia.