Banjir di Jawa, Istana Ungkap Persiapan Proyek ''Giant Sea Wall'' di Pantura
- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, pemerintah tengah mempersiapkan proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall sebagai bagian untuk mengatasi banjir di Pulau Jawa.
Ia menjelaskan, penyelesaian masalah banjir di Jawa dari hulu ke hilir menjadi perhatian dari Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi, perhatian Bapak Presiden untuk bagaimana kita bisa menyelesaikan itu dari hulu ke hilir, termasuk dengan tim otorita pengelolaan pantai utara Jawa atau yang selama ini lebih dikenal dengan yang sedang mempersiapkan untuk proyek giant sea wall," ujar Prasetyo di Istana, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Prabowo, jelas Prasetyo, juga telah meminta Bappenas, Kemenko Infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, Kemendagri untuk mengatasi persoalan banjir di Jawa.
Termasuk membuat rancangan besar atau grand design dalam mencari solusi dari masalah banjir di Jawa.
"Bapak Presiden memerintahkan kepada kami untuk secepat-cepatnya membentuk tim kajian untuk mencoba menganalisis dan kemudian membuat grand design penyelesaian masalah-masalah yang berkenaan dengan air, pengelolaan air di Jawa, terutama khususnya di Pulau Jawa," ujar Prasetyo.
Politikus Partai Gerindra itu mengatakan, banjir di Jawa menjadi masalah rutin setiap tahun yang harus dicarikan solusinya.
"Tentunya kita sebagai bangsa harus berpikir untuk bagaimana bisa melakukan penanganan-penanganan yang lebih terintegrasi, penyelesaian dari hulu ke hilirnya," ujar Prasetyo.
Prabowo Mau Bangun Giant Sea Wall
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto pernah mengutarakan rencana Indonesia membangun tanggul laut raksasa atau giant sea wall sepanjang 480 kilometer sebagai salah satu bentuk mengatasi perubahan iklim (climate change).
Rencana pembangunan tanggul laut ini diungkap Kepala Negara saat menyampaikan pidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025).
Prabowo menyebut, tanggul laut dibangun karena Indonesia mengalami kenaikan muka air laut sebesar 5 sentimeter setiap tahun.
"Permukaan laut di pesisir utara ibu kota kita naik lima sentimeter setiap tahun. Bayangkan dalam 10 tahun? Bayangkan, dalam 20 tahun? Untuk itu, kita terpaksa membangun tanggul laut raksasa, sepanjang 480 kilometer," kata Prabowo.
Prabowo mengungkapkan, pembangunannya mungkin membutuhkan waktu lama hingga 20 tahun ke depan.
Prabowo menyatakan, pembangunan tanggul laut juga menandakan bahwa Indonesia memerangi perubahan iklim bukan dengan slogan semata, melainkan tindakan.
"Karena itu, kita memilih untuk menghadapi perubahan iklim, bukan dengan slogan, tetapi dengan langkah-langkah langsung," tandas Prabowo.
Tag: #banjir #jawa #istana #ungkap #persiapan #proyek #giant #wall #pantura