Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi 1 dari 6 Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 ke Puncak Gunung Bulusaraung
- Evakuasi 6 jenazah korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 dari kedalaman lebih kurang 350 meter berbuah hasil. Tim SAR Gabungan memastikan bahwa 1 jenazah sudah berhasil dievakuasi ke Puncak Gunung Bulusaraung, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Proses evakuasi dan operasi SAR terus berlanjut di lokasi kecelakaan yang berada di medan ekstrem tersebut.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Makassar Andi Sultan menyampaikan bahwa 6 jenazah korban kecelakaan pesawat dengan rute penerbangan Yogyakarta-Makassar itu ditemukan pada pukul 09.22-1011 WITA. Lokasi penemuan para korban berada tidak jauh dari titik ditemukannya ekor pesawat milik Indonesia Air Transport itu.
”Sejak pukul 07.53 WITA, 4 personel tim puncak melakukan penyisiran di sisi kiri line, di sekitar lokasi ditemukannya ekor pesawat. Pemantauan udara juga dilakukan menggunakan Helikopter Caracal untuk memperluas cakupan pengamatan dan mendukung pergerakan tim di darat,” terang Andi kepada awak media.
Hasilnya tidak percuma, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan 6 korban di titik koordinat yang saling berdekatan. Dia pun memastikan bahwa evakuasi jenazah para korban langsung dilakukan. Namun demikian, sejauh ini baru satu kantong jenazah yang berhasil dievakuasi dari kedalaman jurang 350 meter ke atas Puncak Gunung Bulusaraung.
”Satu paket (jenazah korban) telah bersama dengan Tim SAR Gabungan. Masih ada 5 paket lagi yang akan dievakuasi. Ketika ditemukan jarak masing-masing paket sejauh 50 meter, di tempat dimana tidak ada serpihannya,” ucap Andi.
Sebelum 6 jenazah itu ditemukan, Andi membagi Search And Rescue Unit (SRU) ke beberapa titik. Operasi SAR fokus pada penyisiran intensif sektor puncak dan area sekitarnya dengan mengerahkan unsur darat maupun udara. Namun, setelah ada penemuan jenazah seluruh unsur diarahkan menuju lokasi penemuan korban berdasarkan titik koordinat yang telah dipastikan.
Guna memberikan dukungan kepada personel yang bertugas di kedalaman jurang ratusan meter tersebut, Helikopter Bell 429 terbang ke lokasi untuk dropping personel dan logistik. Misi tersebut terpaksa dibatalkan dan helikopter kembali ke home base di Lanud TNI AU Sultan Hasanuddin akibat kondisi cuaca di lokasi yang tidak memungkinkan.
”Medan yang sangat terjal, jarak pandang terbatas, serta cuaca yang cepat berubah menjadi tantangan utama di lapangan. Meski demikian, seluruh personel tetap bekerja maksimal dengan mengutamakan keselamatan,” ucap Andi.
Sebelumnya, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan bahwa jenazah korban kecelakaan pesawat tersebut ada yang ditemukan dalam kondisi utuh, ada pula dalam kondisi body part. Saat ini sudah 3 jenazah korban berhasil dievakuasi dari lokasi kecelakaan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Sementara 6 jenazah lain masih dalam proses evakuasi.
”Perlu kami jelaskan bahwa yang dimaksud dengan body part di lokasi operasi adalah bagian dari pesawat maupun bagian dari anggota tubuh korban. Hingga hari ini, total yang ditemukan adalah 9 pack body part. Selain itu, terdapat 6 korban yang saat ini masih dalam proses evakuasi oleh Tim SAR Gabungan,” ungkap dia kepada awak media.
Tag: #gabungan #berhasil #evakuasi #dari #jenazah #korban #kecelakaan #pesawat #puncak #gunung #bulusaraung