Indonesia Gabung The Coalition to Grow Carbon Markets
Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Raja Juli Antoni bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo dalam pertemuan Advancing Indonesia–UK Collaboration on High-Integrity Carbon Markets di Kantor Standard Chartered, London Inggris, Selasa (20/1/2026).(Kementerian Kehutanan)
12:14
21 Januari 2026

Indonesia Gabung The Coalition to Grow Carbon Markets

- Indonesia resmi bergabung dengan The Coalition to Grow Carbon Markets sebagai langkah mendorong solusi berbasis alam sesuai mandat koalisi tersebut.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni, dalam pertemuan Advancing Indonesia–UK Collaboration on High-Integrity Carbon Markets di Kantor Standard Chartered, London, Inggris, Selasa (20/1/2026).

Kegiatan ini berlangsung setelah pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dalam rangka peluncuran Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris.

"Saya mengumumkan bahwa hari ini Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bergabung dengan The Coalition to Grow Carbon Markets, mewakili sektor kehutanan Indonesia," kata Raja Juli, dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).

Raja Juli menyatakan, bergabungnya Indonesia sebagai pemerintah ke-11 dalam koalisi merupakan suatu kehormatan.

Ia mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, ekosistem mangrove yang luas, serta lahan gambut tropis yang besar.

Indonesia juga memiliki modal alam yang signifikan dan pengalaman nyata dalam solusi berbasis alam, yang dapat memberikan kontribusi penting bagi upaya global dalam mencapai target iklim.

"Sebagai anggota koalisi, yang mewakili sektor kehutanan, Indonesia akan bekerja bersama negara-negara yang memiliki visi serupa untuk meningkatkan permintaan terhadap kredit karbon berintegritas tinggi dari sektor kehutanan dan solusi berbasis alam, guna mendukung pertumbuhan hijau, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia," imbuh Menhut.

Rachel Kyte selaku perwakilan Khusus Inggris untuk Iklim, menyambut baik bergabungnya Indonesia dalam The Coalition to Grow Carbon Markets.

"Delapan negara lain dari seluruh dunia kini telah bergabung dengan kami, dengan tujuan untuk mengamankan kepemimpinan negara-negara dalam memastikan perusahaan memahami apa yang perlu mereka lakukan untuk berpartisipasi di pasar karbon secara berintegritas," ujar Kyte.

Menurut Kyte, pasar karbon dapat memainkan peran penting dalam mewujudkan kemajuan menuju target iklim negara, sekaligus memastikan tersedianya aliran pendanaan untuk berinvestasi dalam melindungi alam dan membangun ketahanan.

"Upaya Indonesia dalam solusi berbasis alam akan memastikan Koalisi membantu mendorong investasi sektor swasta ke dalam proyek-proyek berintegritas tinggi yang melestarikan hutan, mengurangi emisi, dan memajukan pembangunan berkelanjutan,” lanjut dia.

Sebagai informasi, The Coalition to Grow Carbon Markets diketuai bersama oleh Inggris, Singapura, dan Kenya.

Kini koalisi ini menyatukan 11 pemerintah termasuk Indonesia.

Selain Indonesia, Inggris, Singapura, dan Kenya, negara lain yang tergabung The Coalition to Grow Carbon Markets adalah Kanada, Prancis, Panama, Peru, Swiss, Selandia Baru, dan Zambia.

Diluncurkan pada London Climate Action Week pada Juni 2025, Koalisi ini telah membangun keselarasan internasional yang penting terkait penggunaan kredit karbon oleh korporasi melalui peluncuran Shared Principles for Growing High-Integrity Use of Carbon Credits pada COP30 di Brasil.

Adapun prinsip bersama (Shared Principles) tersebut menyediakan kerangka kerja yang konsisten lintas negara, serta memberikan kejelasan dan kepastian bagi dunia usaha untuk mulai berinvestasi dalam kredit karbon sebagai bagian dari rencana dekarbonisasi yang kredibel.

The Coalition to Grow Carbon Markets bertujuan mempercepat penurunan emisi global dengan memperkuat insentif bagi dunia usaha untuk berinvestasi dalam kredit karbon berintegritas tinggi, termasuk yang mendukung solusi berbasis alam.

Koalisi ini berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan kredit karbon berintegritas tinggi guna membuka pendanaan bagi pembangunan, mendukung kegiatan ekonomi, serta mempercepat pencapaian tujuan iklim global.

Sebagai anggota terbaru Koalisi, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membawa keahlian kelas dunia dalam proyek karbon berbasis hutan dan solusi berbasis alam.

Pasar kredit karbon berintegritas tinggi memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan solusi berbasis alam di Indonesia, menurunkan emisi, melestarikan keanekaragaman hayati, serta mendorong pertumbuhan hijau.

Tag:  #indonesia #gabung #coalition #grow #carbon #markets

KOMENTAR