Smartwatch Kopilot Pesawat ATR 42-500 Terus Bergerak Pasca Kecelakaan, Tempuh Lebih dari 13 Ribu Langkah pada 18 Januari 2026
Berdasar informasi yang beredar luas di media sosial, data pada pukul 18.53 kemarin menunjukkan langkah kaki sebanyak 9.013. Angka itu kemudian bertambah pada pukul 22.46 menjadi 13.647 langkah. Meski belum ada kabar apapun dari Tim SAR Gabungan mengenai Farhan, data-data itu memunculkan secercah harapan. Sehingga kerabat Farhan menyampaikannya kepada publik.
”Saya saudaranya Farhan dari adik saya namanya Dian. Adik saya pacarnya Farhan, mereka sudah pacaran 5 tahun. Maksud saya memberikan video ini adalah adik saya tidak mampu untuk diwawancarai media, karena dia lagi syok dan sekarang lagi berjuang cari Farhan,” ucap seorang perempuan dalam video yang beredar luas di media sosial.
Sambil berulang menahan tangis, perempuan itu berusaha menjelaskan detik-detik munculnya informasi langkah kaki pada ponsel milik Farhan. Sesuai dengan data dari otoritas berwenang, pesawat yang diawaki oleh Farhan hilang kontak pada Sabtu siang pekan lalu (17/1). Sehari kemudian, Tim SAR Gabungan mengkonfirmasi bahwa pesawat itu sudah jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep.
”Jadi, saya minta tolong ke media. Bahwa pesawat jatuh tanggal 17 (Januari 2026), terus tanggal 18 dilakukan pencarian dan HP Farhan ada dapat, HP-nya dapat ditemukan, terus HP-nya sekarang sudah dipegang sama adik saya,” kata dia.
HP itu terhubung dengan smartwatch yang dikenakan oleh Farhan. Dari smartwatch itulah pergerakan langkah kaki terdeteksi. Mulai sekitar pukul 18.00 sampai lewat pukul 22.00. Untuk itu, kerabat dan keluarga Farhan berharap agar Tim SAR Gabungan dapat segera menemukan salah seorang korban kecelakaan pesawat tersebut.
”Ini (19 Januari 2025) hari ketiganya dia di hutan. Jadi, tolong kepada Bapak Prabowo atau siapa pun menteri-menteri di sana yang bisa ngasih bantuan, tolong turunkan Tim SAR lebih banyak lagi. Sekaligus sama helikopter atau apalah yang bisa cari dia ke hutan sana, saya mohon sekali,” harapnya.
Dalam data manifest pesawat tersebut terdata bahwa pesawat itu dipiloti oleh Kapten Andy Dahananto, kopilot Farhan Gunawan, kemudian awak pesawat lainnya terdiri atas Hariadi, Restu Adi P, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, serta Esther Aprilita S. Selain itu penumpang yang onboard terdiri atas Deden, Ferry, dan Yoga yang berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Tag: #smartwatch #kopilot #pesawat #terus #bergerak #pasca #kecelakaan #tempuh #lebih #dari #ribu #langkah #pada #januari #2026