Prabowo Ucap Dukacita dan Perintahkan Pencarian Usai Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
Pesawat ATR-42-500 milik Indonesia Air Transport saat mendarat di Bandar Udara Rembele pada 5 Desember 2025 lalu.(KOMPAS.COM/ Iwan Bahagia)
15:54
19 Januari 2026

Prabowo Ucap Dukacita dan Perintahkan Pencarian Usai Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Presiden RI Prabowo Subianto mengucapkan dukacita mendalam terkait kecelakaan pesawat turboprop ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

"Kebetulan pada saat hari Sabtu, Bapak Presiden sedang memimpin ratas dan mendapatkan laporan tersebut," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana, Jakarta, Senin (19/1/2026).

"Pertama-tama, tentunya kita menyampaikan rasa keprihatinan dan duka cita yang mendalam karena sekali lagi terjadi sebuah musibah," ujar dia.

Pada saat yang sama, Presiden Prabowo langsung memerintahkan jajaran melakukan pencarian pesawat yang hilang kontak.

"Dan pada saat itu, beliau langsung memerintahkan kepada seluruh jajaran terkait untuk sesegera mungkin melakukan pencarian bilamana telah ditemukan titik koordinat di mana pesawat tersebut mengalami musibah, untuk secepatnya dilakukan evakuasi," ujar dia.

Prabowo juga mendorong jajarannya bergerak cepat mencari lokasi jatuhnya pesawat.

Prasetyo mengatakan, pemerintah terus memonitor semua proses yang berjalan.

"Alhamdulillah seluruh jajaran kita monitor bergerak dengan cepat; Basarnas, kemudian TNI, Polri di bawah Pangdam dan Kapolda, beserta dengan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh gubernur, telah bergerak cepat dan telah menemukan titik di mana lokasi jatuhnya pesawat," ucap Prasetyo.

"Ini juga terbantu oleh adanya informasi dari masyarakat yang melihat dan mendengar ada ledakan," imbuh dia.

Kecelakaan pesawat ATR 42-500

Diketahui, pesawat turboprop ATR 42-500 hilang kontak di Kabupaten Maros saat menjalankan penerbangan dari Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Putusnya komunikasi terjadi di wilayah dengan kontur pegunungan terjal dan akses terbatas.

Kondisi medan tersebut langsung memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan awak dan penumpang, sekaligus potensi hambatan pencarian serta evakuasi.

Data awal menyebut pesawat mengangkut 11 orang dan menjalankan penerbangan sewaan untuk Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Pesawat dijadwalkan mendarat di Makassar pada Sabtu siang.

Namun, sebelum mencapai bandara tujuan, kontak dengan pesawat mendadak terputus.

AirNav Makassar melaporkan, pesawat ATR 42-500 itu menghilang dari pantauan radar saat berada di wilayah pegunungan Sulawesi Selatan.

Pada Minggu (18/1/2026), tim SAR gabungan menemukan satu korban di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan.

Tim pencari juga menemukan sejumlah barang pribadi penumpang. Pakaian dan serpihan kain terlihat tersebar di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik jatuh pesawat.

Tag:  #prabowo #ucap #dukacita #perintahkan #pencarian #usai #kecelakaan #pesawat

KOMENTAR