Mendagri: Kondisi Sumatera Barat akan Normal Sebelum Ramadan
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Sumbar di Auditorium Istana Gubernur Sumbar, Kota Padang, Selasa (13/1/2026). (DOK. Humas Kemendagri)
19:06
15 Januari 2026

Mendagri: Kondisi Sumatera Barat akan Normal Sebelum Ramadan

- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian percaya diri bahwa Sumatera Barat bakal kembali normal sepenuhnya sebelum bulan Ramadhan.

"Kalau saya melihat bahwa kalau untuk Sumatera Barat, saya sangat PD (percaya diri) sekali sebelum Ramadhan itu akan kembali normal," kata Tito dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (15/1/2026).

Ia menyampaikan, fokus utama pemulihan usai bencana di wilayah Sumatera Barat hanya pada perbaikan akses jalan dan penanganan pengungsi.

"Kuncinya ya jalan aja. Jalan dan pengungsi dua itu aja untuk Sumatera Barat. Mudah-mudahan sebelum Ramadan sudah selesai," ucap dia.

Soal Sumatera Utara

Sementara itu, untuk penanganan di Sumatera Utara, Tito menyebut wilayah yang terdampak paling parah berada di Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Penanganan difokuskan pada pembersihan jalan yang tertutup material longsor.

"(Wilayah) Yang lain (di Sumatera Utara) jalan. Jalan yang langsor, kemudian tertutup sama pembersihan lumpur dan menolong pengungsi," ucap dia.

Ia menambahkan, bantuan kepada warga yang rumahnya kategori rusak ringan dan sedang telah diberikan oleh pemerintah.

Sementara, bagi warga yang rumahnya rusak berat, bisa pindah ke Hunian Sementara (Huntara).

"Yang (rusak) berat ini tinggal pindah ke huntara hunian sementara, atau pindah ke sebagian sudah menerima dana hunian. Artinya mereka bisa tinggal di rumah keluarganya atau sewa," sambungnya.

Soal Aceh

Adapun, untuk provinsi Aceh penanganannya memiliki tantangan tersendiri.

Di wilayah dataran tinggi, penanganan akan fokus pada penambahan stok logistik dan perbaikan akses jalan.

"Kalau untuk Aceh, memang beda. Aceh itu di daerah gunungnya stoknya ditambah dan jalannya harus diperbaiki. Sambil ini masih musim hujan, alat beratnya stand by kami sana," ujar Tito.

Jumlah korban banjir Sumatera

Diberitakan sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menyampaikan laporan terbaru jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia sebanyak 1.189 jiwa berdasarkan pemutakhiran data hingga Senin (12/1/2026).

"Tercatat total korban meninggal dunia mencapai 1.189 jiwa, dengan rincian 550 jiwa di Aceh, 375 jiwa di Sumatera Utara, 231 jiwa di Sumatera Barat," kata Abdul Muhari dalam keterangan pers, Rabu (14/1/2026).

Sementara itu, masih ada 33 jiwa lainnya masih dalam proses identifikasi.

"Bencana ini juga mengakibatkan 141 orang hilang dan memaksa 195.542 jiwa mengungsi," ucapnya.

Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi mencapai 67.876 jiwa.

Untuk mempercepat langkah pemulihan, pemerintah telah menetapkan status darurat di berbagai daerah.

"Perpanjangan status tanggap darurat dilakukan di enam daerah di Provinsi Aceh serta transisi darurat di puluhan kabupaten/kota lainnya di ketiga provinsi terdampak," jelasnya.

Tag:  #mendagri #kondisi #sumatera #barat #akan #normal #sebelum #ramadan

KOMENTAR