Puji Kompaknya Kepala Daerah di Sumbar, Mendagri: Jangan-jangan Sudah Tahu Mau Bencana
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, saat menjawab pertanyaan wartawan usai rapat koordinasi 'Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera Utara, Senin (12/1/2026). Rapat juga dihadiri Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, Veronica Tan, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suhariyanto serta Kepala Daerah se Sumut.(KOMP
18:42
15 Januari 2026

Puji Kompaknya Kepala Daerah di Sumbar, Mendagri: Jangan-jangan Sudah Tahu Mau Bencana

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memuji kekompakan jajaran pemerintah daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dalam menangani dampak bencana banjir dan longsor.

Menurut Tito, Sumbar adalah salah satu contoh kabar baik dalam penanganan pascabencana.

“Saya terus terang saya hormat betul kepada Pak Gubernur, dan segenap Forkopimda-nya. Karena kekompakan sangat luar biasa sekali," kata Tito dalam rapat penanganan pascabencana Sumatera, Kamis (15/1/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Ia menilai koordinasi yang solid menjadi kunci percepatan pemulihan di daerah terdampak bencana.

Tito mengungkapkan, saat berkunjung ke Sumbar, Gubernur bersama Forkopimda menggelar rapat koordinasi secara rutin dua kali sehari, pagi dan sore.

Rapat tersebut melibatkan Pangdam, Kapolda, Danrem, unsur TNI Angkatan Udara dan Laut, hingga Kepala Kejaksaan Tinggi.

Tito juga menyoroti kesiapan sistem pemantauan atau dashboard yang dimiliki Pemerintah Provinsi Sumbar.

Dashboard tersebut terkoneksi langsung dengan para bupati dan wali kota, sehingga setiap persoalan di lapangan bisa segera teridentifikasi dan ditangani bersama.

“Beliau punya dashboard yang sudah disiapkan sebelumnya. Padahal dashboard-nya bukan untuk bencana," ujar Tito.

"Sampai saya ledekin beliau, 'Jangan-jangan Bapak sudah tahu mau bencana sehingga buat dashboard itu'. Begitu. Yang terkonek dengan sesama Bupati," kata Tito bercanda.

Berkat koordinasi tersebut, dari total 16 daerah yang sempat terdampak, kini hanya tersisa empat daerah yang masih memerlukan perhatian serius, yakni Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Tanah Datar, dan Pesisir Selatan.

Namun demikian, Tito memastikan seluruh pemerintahan kabupaten di Sumatera Barat tetap berjalan normal.

“Nah good news-nya adalah semua pemerintahannya normal. Kabupaten. Nanti kita lihat, kita bandingkan dengan Aceh nanti. Ini semuanya pemerintahan Kabupaten enggak masalah. Sehingga ada gerakan dari Kabupaten," tutur eks Kapolri ini.

Di sektor kesehatan, Tito mengeklaim seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Sumatera Barat telah kembali beroperasi normal.

Namun, ia mencatat masih ada sejumlah Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang terdampak, terutama di Kota Padang, Padang Pariaman, dan Agam.

Sementara itu, tantangan terbesar saat ini berada di sektor pendidikan karena masih banyak PAUD, TK, SD, SMP, SMA, madrasah, hingga pondok pesantren yang rusak.

Kabupaten Padang Pariaman menjadi wilayah dengan jumlah sekolah terdampak paling banyak, disusul Kabupaten Agam dan Kota Padang.

Selain itu, gangguan juga masih terjadi pada akses jalan darat.

Kabupaten Pasaman menjadi daerah dengan kerusakan akses jalan terbanyak, disusul Pasaman Barat, Agam, serta sejumlah wilayah lain.

Jalan nasional di Kepulauan Mentawai dan Kota Pariaman juga dilaporkan terdampak, termasuk beberapa jembatan.

Meskipun demikian, Tito mengapresiasi sejumlah daerah yang relatif aman dari dampak bencana, seperti Kota Solok, Kabupaten Solok Selatan, dan Kota Payakumbuh.

“Yang aman ini tiga ini. Saya alhamdulillah ini," kata Tito.

Tag:  #puji #kompaknya #kepala #daerah #sumbar #mendagri #jangan #jangan #sudah #tahu #bencana

KOMENTAR