Ketika Sepak Bola Menjadi Jembatan Gibran Rangkul Anak Muda Papua...
Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming bermain sepak bola bersama siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) Wamena di Stadion Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa (13/1/2026).(Sekretariat Wakil Presiden )
06:02
15 Januari 2026

Ketika Sepak Bola Menjadi Jembatan Gibran Rangkul Anak Muda Papua...

Langit sore di Stadion Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa (13/1/2026), masih terang ketika Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming mencetak gol ke arah gawang lawan.

Dengan memakai jersey merah dengan nomor 12, Gibran hat-trick mencetak gol untuk Sekolah Sepak Bola (SSB) YPK Betlehem.

Teriakan dan tepuk tangan warga di Wamena pun bergema dan memecah udara dingin khas dataran tinggi.

Di pertandingan ini, tim sepak bola Gibran melawan Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Wanggai yang ikut main dalam tim SSB Yehuda.

Pertandingan berjalan santai dan penuh keakraban.

Di akhir permainan, Gibran bersama anak-anak SSB YPK Betlehem menang dengan lima skor.

Sementara SBB Yehuda meraih dua skor.

Dari pantauan Kompas.com, di sela-sela pertandingan, ada beberapa momen saat Gibran berbincang singkat dengan anak-anak sekolah sepak bola.

Selepas pertandingan, Gibran pun berfoto dengan para pemain sepak bola dari kedua tim.

Ia juga menyapa warga sekitar yang sudah antusias mendukungnya di Stadion Wamena.

Dua kali main bola di Papua

Dari catatan Kompas.com, Gibran sendiri sudah dua kali main bola bareng anak-anak di Papua.

Sebelum di Wamena, Gibran pernah main bola di pinggiran Kota Manokwari, Papua Barat, tepatnya Lapangan Biryosi pada 4 November 2025 lalu.

Pada pertandingan waktu itu, Gibran bermain bola bareng para siswa SSB Persatuan Sepak Bola (PS) Kasuari.

Di tengah permainan yang santai, eks Wali Kota Solo ini berhasil mencetak hat-trick tiga gol.

Tidak semua pejabat mau berlari dan berkeringat di tengah kunjungan kerjanya, tapi Gibran punya gayanya tersendiri, yakni ikut main sepak bola dengan warga di Papua.

Lewat pertandingan sepak bola, Gibran menunjukan keinginan untuk hadir dan berada di antara anak muda, bukan sekadar datang menghadiri rapat atau acara seremonial saat kunjungan kerja.

Rangkul anak muda

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) menggiring bola saat bermain bersama anak-anak Sekolah Sepak Bola (SSB) di Stadion Lapangan Pendidikan Itlayikinia, Wamena, Papua Pegunungan, Selasa (13/1/2026). Selain dapat berinteraksi langsung dengan anak-anak muda Papua Pegunungan dalam suasana santai dan penuh keakraban, kegiatan ini juga dilakukan Wapres dalam rangka mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/barIndrianto Eko Suwarso Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) menggiring bola saat bermain bersama anak-anak Sekolah Sepak Bola (SSB) di Stadion Lapangan Pendidikan Itlayikinia, Wamena, Papua Pegunungan, Selasa (13/1/2026). Selain dapat berinteraksi langsung dengan anak-anak muda Papua Pegunungan dalam suasana santai dan penuh keakraban, kegiatan ini juga dilakukan Wapres dalam rangka mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/bar

Menurut Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, Velix Wanggai, langkah Gibran main bola tersebut merupakan caranya untuk melakukan pendekatan sosial ke masyarakat Papua, khususnya anak muda.

"Itu juga membangun rasa percaya dari negara yang wajahnya tidak wajah yang kaku, tetapi kemudian hadir dengan wajah yang lebih soft (halus), untuk mendekati segmen, semua segmen keluarga di bidang olahraga maupun anak-anak muda," kata Velix di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Cara pendekatan lewat olahraga ini juga dinilai dapat membuat anak-anak muda semakin percaya diri sekaligus melatih keahlian mereka dalam bermain sepak bola.

"Jadi saya pikir dua belah pihak juga merasakan ada sebuah makna yang penting baik dari sisi Wakil Presiden sebagai state, sebagai negara, bahwa ini pendekatan yang tepat," ujar Velix.

"Tapi kemudian masyarakat juga terutama anak muda semakin bangga. Dan ini kan sebuah historical moment for our kids ya, bahwa tidak, tidak semua," sambungnya.

Menurut Velix, Wapres RI juga melihat olahraga sepak bola sebagai jati diri, identitas, kebanggaan dari anak-anak di Papua.

Momen ini juga bisa menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak SSB tersebut.

"Dan anak-anak muda tampil luar biasa. Iya, iya. Beberapa kali kan mereka malahan menghalau Pak Wapres juga kan, secara serius juga," imbuhnya.

Pembangunan sektor olahraga

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) menyapa anak-anak Sekolah Sepak Bola (SSB) usai bermain bola bersama di Stadion Lapangan Pendidikan Itlayikinia, Wamena, Papua Pegunungan, Selasa (13/1/2026). Selain dapat berinteraksi langsung dengan anak-anak muda Papua Pegunungan dalam suasana santai dan penuh keakraban, kegiatan ini juga dilakukan Wapres dalam rangka mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/barIndrianto Eko Suwarso Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) menyapa anak-anak Sekolah Sepak Bola (SSB) usai bermain bola bersama di Stadion Lapangan Pendidikan Itlayikinia, Wamena, Papua Pegunungan, Selasa (13/1/2026). Selain dapat berinteraksi langsung dengan anak-anak muda Papua Pegunungan dalam suasana santai dan penuh keakraban, kegiatan ini juga dilakukan Wapres dalam rangka mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/bar

Di sisi lain, Velix berpandangan langkah Gibran ajak anak muda di Papua main bola memberi pesan bahwa olahraga adalah salah satu sektor unggulan yang harus didorong.

Pria yang lahir di Jayapura ini menilai ini dapat menjadi langkah-langkah percepatan pembangunan dari semua sektor.

Sebab, jika sektor olahraga maju, tentu akan mendorong sektor ekonomi bergerak.

"Mengingat ketika di Papua investasi dalam negeri, luar negeri ini masih terbatas, maka sebetulnya event-event seperti olahraga, kemudian seni, dia menjadi event yang kemudian bisa menggerakkan ekonomi. Bisa ekonomi kecil, ekonomi mama-mama menjual pinang, parkiran, kemudian baju, kemudian jersey," lanjutnya lagi.

Kemudian, cara pendekatan Gibran ini juga dinilai memberi pesan soal adanya sarana prasarana olahraga, terutama sepak bola yang harus dibenahi di Tanah Papua.

"Ketika di Manokwari, stadion yang masih belum tertata rapi, rumputnya, tempat untuk stadionnya. Begitu juga yang di Wamena kemarin," tuturnya.

Grogi tapi bangga

Usai bertanding bareng Gibran di Wamena, Kapten SSB YPK Betlehem, Franky Yoman (16) mengaku sempat grogi.

Meskipun grogi, ia merasa bangga dan senang karena bisa bermain dengan orang nomor dua di Indonesia.

"Iya grogi. Pertama kali main dengan orang besar, apalagi wapres," kata Franky usai bermain bola bareng Gibran.

Siswa yang sudah belajar selama dua tahun di SSB YPK Betlehem itu pun merasa main sepak bola bersama Wapres RI sangat seru dan mengasyikan.

Menurutnya, Gibran sudah sangat paham dan jago bermain sepak bola.

"Tidak terlalu sudah, dia tahu cara cari posisi tahu," ucap dia

Franky pun berharap ke depannya bisa kembali bermain bersama Gibran jika Wapres RI kembali mengunjungi daerahnya.

"Mau (main bareng Wapres Gibran)," tegas Franky.

Tag:  #ketika #sepak #bola #menjadi #jembatan #gibran #rangkul #anak #muda #papua

KOMENTAR