Retret Kabinet di Hambalang: Prabowo Baru Dengar Paparan 4 Menteri, Rapat Bisa Lanjut Sampai Malam
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan di media center kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). ANTARA/Fathur Rochman
20:44
6 Januari 2026

Retret Kabinet di Hambalang: Prabowo Baru Dengar Paparan 4 Menteri, Rapat Bisa Lanjut Sampai Malam

Baca 10 detik
  • Retret evaluasi Kabinet Merah Putih diadakan di Hambalang, Bogor pada Selasa dengan agenda membedah kinerja dan program strategis.
  • Beberapa isu utama dibahas, meliputi keberhasilan swasembada pangan, capaian energi, dan evaluasi program Sekolah Rakyat.
  • Rapat yang dipimpin Presiden Prabowo ini berpotensi berlanjut hingga larut malam untuk menuntaskan pembahasan mendalam.

Suasana serius namun dinamis menyelimuti Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Selasa. Dalam retret atau taklimat awal tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan para menteri kuncinya untuk mengevaluasi kinerja dan mengakselerasi program strategis.

Namun, hingga menjelang malam, progres rapat baru empat menteri yang mendapat giliran menyampaikan paparannya di hadapan Prabowo.

Intensitas rapat membuat Presiden Prabowo memutuskan untuk mengambil jeda sementara.

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang menyebut pembahasan akan dilanjutkan setelah istirahat dan berpotensi memakan waktu hingga larut malam.

"Karena tadi menjelang magrib, sementara baru kurang lebih empat menteri yang menyampaikan paparan, maka kemudian Bapak Presiden memutuskan untuk break, istirahat shalat Magrib dan makan, yang nanti akan dilanjutkan lagi pada pukul 18.45 (WIB)," kata Prasetyo saat memberikan keterangan di media center kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

Pria yang akrab disapa Pras ini menegaskan bahwa tidak semua anggota kabinet akan presentasi.

Dalam format retret yang padat dan hanya berlangsung satu hari ini, hanya menteri-menteri di sektor strategis yang dijadwalkan untuk memaparkan laporannya secara mendalam.

Menurut Pras, hanya sekitar 9 menteri yang menyampaikan paparan dalam retret Kabinet Merah Putih yang hanya berlangsung pada satu hari ini saja.

Para menteri tersebut ditugaskan untuk membedah capaian, evaluasi program yang telah berjalan, serta menyajikan rencana percepatan ke depan.

Salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah keberhasilan pemerintah dalam mencapai swasembada pangan. Capaian ini menjadi salah satu program unggulan yang berhasil diwujudkan dalam satu tahun pertama pemerintahan Prabowo.

"Saya sebut beberapa aja ya. Yang pertama misalnya, tentu saja berkenaan dengan masalah swasembada pangan kita. Yang kemarin di dalam perayaan Natal Bersama juga Bapak Presiden sudah menyinggung bahwa alhamdulillah dalam waktu satu tahun kita semua berhasil mewujudkan swasembada pangan," kata Prasetyo sebagaimana dilansir Antara.

Prasetyo merinci bahwa bukti nyata dari keberhasilan ini adalah tidak adanya impor beras sepanjang tahun 2025. Pemerintah kini menargetkan untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan capaian tersebut pada tahun 2026.

Selain kedaulatan pangan, sektor energi juga menjadi pembahasan krusial. Paparan menyentuh soal upaya mencapai swasembada energi, termasuk capaian lifting minyak dan gas yang berhasil melampaui target yang ditetapkan dalam APBN 2025. Upaya percepatan untuk peningkatan produksi menjadi fokus utama dalam diskusi ini.

Di sektor pembangunan sumber daya manusia, program Sekolah Rakyat turut dievaluasi. Prasetyo menambahkan pada retret ini juga akan dibahas mengenai pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang saat ini berjalan di 166 lokasi dan direncanakan bertambah sekitar 104 titik pada 2026, dengan percepatan penyediaan sarana fisik dan nonfisik.

Tak luput dari perhatian, isu penanganan bencana juga dibahas secara komprehensif. Pemerintah fokus pada percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi yang terdampak bencana parah.

Retret ini, ucap dia, juga membahas penanganan bencana, terutama percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi terdampak bencana, serta langkah antisipatif menghadapi musim hujan dengan curah tinggi di sejumlah daerah seperti Kepulauan Sitaro di Sulawesi Utara, Balangan di Kalimantan Selatan, dan wilayah lain yang terdampak.

Dengan banyaknya isu penting yang harus didalami, Mensesneg mengisyaratkan bahwa rapat kabinet ini tidak akan dibatasi oleh waktu dan bisa berlanjut hingga tuntas.

"Tidak terbatas waktu. Kita melihat situasinya kalau memang perlu pembahasan terhadap masalah-masalah yang masih muncul ya kita lanjut mungkin sampai malam," ucap dia.

Editor: Bangun Santoso

Tag:  #retret #kabinet #hambalang #prabowo #baru #dengar #paparan #menteri #rapat #bisa #lanjut #sampai #malam

KOMENTAR