Buka Suara Soal Pembuatan Sumur Bor di Lokasi Terdampak Bencana, Ini Kata Jenderal Maruli Simanjuntak
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat menjelaskan soal sumur bor di lokasi terdampak bencana alam Sumatera. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
13:24
6 Januari 2026

Buka Suara Soal Pembuatan Sumur Bor di Lokasi Terdampak Bencana, Ini Kata Jenderal Maruli Simanjuntak

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan soal sumur bor di lokasi terdampak bencana alam di Sumatera. Dia mengungkapkan bahwa sumur bor yang dibuat oleh Angkatan Darat punya kedalaman berbeda dengan sumur bor biasa. Sebab, sumur bor itu dibuat untuk kebutuhan masyarakat dalam jumlah banyak.

Merujuk dialog yang terjadi dalam Rapat Terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto pekan lalu, sumur bor yang dibuat oleh TNI AD punya kedalaman antara 100-200 meter. Sehingga air yang berasal dari sumur bor itu bisa digunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan konsumsi, bukan hanya untuk kebutuhan non konsumsi.

”Kalau hanya untuk satu rumah, mungkin bisa saja yang kayak di rumah-rumah kita, hanya untuk kepentingan satu keluarga. Ini barang (sumur bor) kepentingannya kan satu desa kadang-kadang. Jadi, memang harus sumur dalam, kami mengistilahkannya (sumur dalam),” jelas dia.

Pengeboran sumur dalam, lanjut Maruli, butuh proses panjang. Bahkan tidak jarang rumit. Salah satu sebabnya adalah kedalaman sumur yang mencapai ratusan meter. Belum lagi jika lokasi pembuatan sumur bor adalah daerah sulit air. Prosesnya butuh kerja ekstra. Sebab, tidak jarang proses pengeboran terkendala. Misalnya mata bor patah.

”Jadi, kadang-kadang mata bor-nya patah, kadang-kadang ternyata airnya tidak ada, kita harus pindah lagi, rumit,” jelasnya.

Orang nomor satu di TNI AD itu menyatakan bahwa dirinya sudah membuat ribuan sumur bor. Termasuk di wilayah sulit air seperti Gunung Kidul, Jogjakarta. Karena itu, sedikit banyak Maruli mengaku tahu teknis pembuatan sumur bor. Sumur bor untuk kebutuhan rumahan berbeda dengan sumur bor untuk kebutuhan di lokasi terdampak bencana.

Sebelumnya, warganet ramai membicarakan biaya pengeboran sumur di lokasi terdampak bencana alam. Berdasar siaran langsung Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang pada Kamis (1/1), ada pembahasan pengeboran sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Dalam kesempatan itu, Maruli dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa biaya pengeboran sumur dengan kedalaman 100-200 meter mencapai Rp 100-150 juta.

Menurut Presiden Prabowo Subianto, untuk sumur bor dengan kedalaman 100-200 meter, biaya pengeboran Rp 100-150 juta termasuk terjangkau. Apalagi air dari sumur bor tersebut sudah bisa langsung diminum atau dikonsumsi oleh masyarakat terdampak bencana alam.

”Maaf ya kalau 1 (sumur bor 100-200 meter) Rp 150 juta itu saya anggap relatif murah itu,” kata dia.

Prabowo menyatakan hal itu karena dia juga sudah membangun sumur bor dan biayanya lebih dari Rp 100-150 juta. Karena itu, dia menyatakan bahwa laporan yang disampaikan oleh Maruli dan Suharyanto termasuk murah. Mengingat kedalaman sumur bor tersebut mencapai 100-200 meter dan sudah termasuk alat-alat lain seperti instalasi seperti tangki air.

”Lengkap, bapak. Dengan instalasi airnya, kemudian juga ada tangki airnya dan bisa langsung diambil oleh masyarakat,” ucap Suharyanto.

Dalam dialog tersebut juga disampaikan bahwa ada 2 jenis sumur bor yang dibangun oleh BNPB bersama TNI-Polri dan instansi terkait lainnya. Pertama sumur bor dengan kedalaman 20-30 meter, sumur bor tersebut menghasilkan air bersih untuk kebutuhan non konsumsi. Kedua sumur bor dengan kedalaman 100-200 meter untuk kebutuhan konsumsi.

”Untuk yang dibangun Polri itu kedalamannya 20-30 meter, airnya hanya untuk membersihkan. Kemudian yang dibangun oleh Pusterad, kami yang membiayai, itu kedalamannya 100-200 meter, itu yang untuk minum. Jadi, semuanya sudah dilaksanakan,” jelasnya.

Sementara itu, Maruli menyampaikan bahwa pihaknya sudah membangun 129 titik sumur bor. Angka itu belum termasuk sumur bor yang dibangun oleh Polri dan BNPB. Apabila dijumlahkan secara keseluruhan di luar sumur bor buatan TNI AD, angkanya lebih dari 129 titik. Dia menyebut, sumur bor itu dibangun di lokasi pengungsian dan titik-titik lain sesuai kebutuhan warga.

”Pengungsian yang kita bor, terus sekolah-sekolah, masjid-masjid, kecamatan. Jadi, berkoordinasi dengan wilayah itu tempat mana yang diperlukan, pak. Jadi, kami bekerja simultan. Dari Kemhan juga kami mengirim 10 pemadam kebakaran, makanya jalan cepat selesai di sini, pak,” lapor Maruli.

Editor: Bintang Pradewo

Tag:  #buka #suara #soal #pembuatan #sumur #lokasi #terdampak #bencana #kata #jenderal #maruli #simanjuntak

KOMENTAR