Fadli Zon Bela Prabowo: Strong Leadership Bukan Berarti Militerisme
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, saat mengunjungi Museum Nasional di Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2025).(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
09:32
6 Januari 2026

Fadli Zon Bela Prabowo: Strong Leadership Bukan Berarti Militerisme

- Fadli Zon membela Presiden Prabowo Subianto dari kritik perihal bangkitnya militerisme di era pemerintahan saat ini.

Strong leadership (kepemimpinan yang kuat) bukan berarti militerisme apalagi dictatorship (kediktatoran),” kata Fadli Zon membagikan cuitan akun X-nya kepada Kompas.com, Selasa (6/1/2026).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Kebudayaan RI ini mengaku telah menyaksikan kiprah Prabowo selama tiga dekade lebih yang bersedia menempuh jalur demokratis untuk menjadi presiden, bukan cara militerisme.

“Saya jadi salah seorang saksi perjalanan itu sejak saya kenal beliau lebih dari 30 tahun,” kata Fadli Zon.

Dalam menjalankan kepemimpinannya yang disebut Fadli Zon sebagai “strong leadership”, Prabowo acap kali meretas cara yang tidak efektif, namun itu bukan berarti diktator.

“Yang dipikirkannya hanya kesejahteraan dan kebaikan bagi rakyat, dan harus cepat terealisasi. Kadang harus memotong jalan panjang birokrasi. Beruntung kita punya kepemimpinan yang kuat di saat dunia sedang bergejolak,” ujar Fadli Zon.

Prabowo dengar kritik dirinya bangkitkan militerisme

Presiden Prabowo mendengar ada yang mengkritik dirinya hendak menghidupkan militerisme, kemudian dia meminta pakar untuk mengkaji kepemimpinannya.

“Kritik, koreksi adalah menyelamatkan. Jadi saya terima kasih kalau ada yang teriak-teriak ‘Prabowo mau hidupkan lagi militerisme’,” kata Prabowo dalam puncak peringatan Natal Nasional Tahun 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Merespons kritik tersebut, Prabowo kemudian berintrospeksi dan bertanya kepada pakar untuk mengevaluasi kepemimpinannya.

“Saya koreksi lagi, apa benar (bahwa dirinya menghidupkan militerisme -red)? Saya panggil ahli hukum untuk mengkaji mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter,” ujar Prabowo.

Prabowo menyampaikan bahwa pemerintahan yang dia pimpin terbuka terhadap kritik konstruktif dari masyarakat.

Dia menyebut kritik menjadi pengingat dan bentuk perlindungan dalam menjalankan tugas sebagai kepala negara.

Tag:  #fadli #bela #prabowo #strong #leadership #bukan #berarti #militerisme

KOMENTAR