Prabowo: Kalau Dikritik, Malah Kita Harus Bersyukur
Presiden Prabowo Subianto bernyanyi usai merayakan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026) malam. (Dok. YouTube Setpres)
07:50
6 Januari 2026

Prabowo: Kalau Dikritik, Malah Kita Harus Bersyukur

- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan, kritik dari masyarakat merupakan sesuatu yang harus disyukuri oleh pemerintah.

Kritik yang konstruktif, kata Prabowo, merupakan hal yang penting untuk membantu pemerintahannya mengevaluasi kebijakan yang ada.

"Kalau dikritik, malah kita harus bersyukur kalau saya dikoreksi. Saya dibantu, saya diamankan," ujar Prabowo saat memberikan sambutan dalam Perayaan Natal Nasional 2025, di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Prabowo mengatakan, hal yang wajar jika seseorang merasa tidak nyaman saat menerima kritik atau koreksi.

Namun ia mengingatkan, kritik merupakan pengingat sekaligus perlindungan baginya dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Negara.

Prabowo mencontohkan ketika ada pihak yang mengkritiknya akan menghidupkan militerisme pada era pemerintahannya.

"Kritik, koreksi adalah menyelamatkan. Jadi saya terima kasih kalau ada yang teriak-teriak ‘Prabowo mau hidupkan lagi militerisme’. Saya koreksi lagi, apa benar? Saya panggil ahli hukum untuk mengkaji mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter," ujar Prabowo.

Kendati demikian, ia mengingatkan agar kritik tidak kelewatan menjadi fitnah. Sebab, kebohongan yang menimbulkan kecurigaan, perpecahan, dan kebencian hanya akan merusak persatuan.

Di sisi lain, Prabowo juga mengakui adanya kritik bernada sinis yang niatnya menjatuhkan pemerintah.

Prabowo menegaskan bahwa dirinya memilih menjawab hal tersebut dengan kerja dan bukti nyata.

"Kita akan bekerja dengan bukti, bukan dengan janji saja," ujar Prabowo.

Tag:  #prabowo #kalau #dikritik #malah #kita #harus #bersyukur

KOMENTAR