Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera, Cak Imin: Pemerintah Sedih dan Berduka
- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PMK) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan, pemerintah merasa sedih dan berduka atas bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.
Cak Imin meminta semua pihak, bukan cuma pemerintah, untuk gotong royong menolong masyarakat yang menjadi korban bencana tersebut.
"Kami sangat bersedih dan berduka, musibah terus menerus di berbagai wilayah Tanah Air. Mari kita bahu-membahu, gotong royong semua pihak untuk terus membantu," ujar Cak Imin usai pembukaan acara Perkemahan Nasional Pemuda Lintas Iman 2025, di Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (29/11/2025).
Cak Imin mengaku sudah menginstruksikan jajaran kementerian-kementerian di bawah koordinasinya untuk mempercepat koordinasi penanganan.
"Kami terus bergerak. Kementerian-kementerian di bawah koordinasi saya juga bergerak," tuturnya.
Saat ini, Cak Imin menyampaikan bahwa pemerintah mendorong percepatan penanggulangan, terutama untuk status tanggap darurat bencana.
"Pemerintah terus mendorong percepatan penanggulangan. Terutama tanggap darurat, sekaligus rehabilitasi dan rekonstruksinya," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menegaskan bahwa pemerintah masih mempertahankan status banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh sebagai bencana daerah tingkat provinsi, bukan bencana nasional.
"Yang pernah ditetapkan Indonesia sebagai bencana nasional itu hanya Covid-19 dan tsunami Aceh 2004. Sementara bencana besar lain seperti gempa Palu, NTB, dan Cianjur pun tidak ditetapkan sebagai bencana nasional," ujar Suharyanto dalam konferensi pers, Jumat (28/11/2025).
Sampai pada data terakhir Jumat (28/11/2025) sore, BNPB melaporkan 116 orang meninggal dunia dan 42 lainnya masih dalam pencarian akibat banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera Utara.
"Yang pertama untuk Provinsi Sumatera Utara, per hari ini, per sore ini, kami mendata untuk seluruh Provinsi Sumatera Utara, korban meninggal dunia ada 116 jiwa, kemudian 42 jiwa masih dalam pencarian," ujar Suharyanto.
Menurut Suharyanto, jumlah korban tersebut masih berpotensi bertambah, karena masih ada daerah yang belum dapat ditembus akibat longsor, dan masih dalam proses penanganan.
"Tentu data ini akan berkembang terus karena kami informasikan juga masih ada titik-titik yang belum bisa ditembus, yang masih dalam proses penanganan, yang diindikasikan di tempat-tempat longsoran yang belum bisa tembus itu, mungkin juga ada korban jiwa manusia, sehingga setiap hari akan kami update untuk sementara datanya itu," ucap dia.
Tag: #bencana #banjir #longsor #sumatera #imin #pemerintah #sedih #berduka