Setelah Gerilya di 6 Kota, FIM Gelar Kongres Kaum Moeda Indonesia
Koordinator Nasional FIM, Syifak Muhammad Yus mengatakan agenda Kopi Darat di Bali menjadi langkah penting dari gerakan nasional generasi muda untuk Pilpres 2024.
23:56
30 Januari 2024

Setelah Gerilya di 6 Kota, FIM Gelar Kongres Kaum Moeda Indonesia

 

– Sejumlah aktivis mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi di seluruh Indonesia menghadiri Kongres Kaum Moeda Indonesia yang dilaksanakan oleh Formasi Indonesia Moeda (FIM) di Gedung Olah Raga Bulungan, Jakarta Selatan, Selasa (30/1).

Kegiatan bertajuk “Generasi Emas 2045: Dukung Pilpres Sekali Putaran untuk Indonesia Maju” dihadiri Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Gerakan Sekali Putaran (GSP) M. Qodari, Ketua Umum G-Nesia Diah Warih Anjari, Koordinator Aliansi Alumni Aktivis Cipayung David Pajung, Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran Fauzi Baadila serta perwakilan berbagai elemen organisasi mahasiswa dan pemuda di Jakarta.

Agenda kongres diisi dengan penampilan tarian nusantara dari Sanggar Amarilis, teatrikal dari Panggung Kolektif, sambutan tokoh nasional dan penyampaian orasi dari perwakilan mahasiswa dalam panggung politik anak muda. Kemudian, Kick-off Generasi Emas 2045 dan diakhiri pembacaan Manifesto Politik Kaum Moeda.

Menurut Syifak, acara kongres ini adalah acara puncak setelah melakukan kegiatan di 6 kota di 6 wilayah Indonesia, yakni Makasar, Yogyakarta, Bandung, Denpasar, Medan dan Semarang dalam menyerap aspirasi dari anak muda.

“Formasi Indonesia Moeda sudah ada di 7 provinsi, termasuk di Jakarta. Kita ini dari berbagai elemen organisasi aktivis mahasiswa baik ektstra maupun intra kampus berhimpun dan berbaris untuk menyuarakan optimisme tentang kemajuan bangsa," kata Syifak dalam keterangannya, Selasa (30/1).

"Mereka yang bergabung memilih jalan untuk kemajuan, bukan sibuk meneriaki kegelapan seperti yang dilakukan oleh beberapa aktivis mahasiswa di luar sana. Agenda kemajuan yang kami maksud adalah narasi keberlanjutan dari kesuksesan program dan kebijakan era pemerintahan Presiden Jokowi," tambahnya.

Menurutnya, elemen mahasiswa yang dia temui di daerah memiliki kesadaran dan kegelisahan yang sama tentang nasib arah bangsa ke depan. 

"Dari kesadaran dan kegelisahan itu bertemu pada titik yang sama, bahwa kita semua perlu wadah pergerakan baru yang memberikan pencerahan bukan kegelapan. Bukan hanya menolak dan melawan, tapi berpikir jauh untuk kepentingan bangsa yang lebih besar ke depan," ujar Syifak.

Maka dari beberapa kegiatan di daerah tersebut mayoritas mahasiswa sepakat untuk mendukung supaya Pilpres 2024 dapat berlangsung sekali putaran. Pasalnya, berpijak pada argumentasi yang rasional dan alasannya mudah diterima publik luas. 

"Realitas politik hari ini, memang kita generasi muda harus ambil sikap yang jelas. Setelah diskusi ternyata gagasan sekali putaran itu sangat masuk akal, ditambah potensi ke arah sana juga ada dan memungkinkan," jelasnya.

Lanjut Syifak, kegiatan kongres ini sebagai sebuah langkah strategis generasi muda dalam mengambil momentum menunaikan tugas sejarah mewujudkan Indonesia menjadi negara maju tahun 2045.

"Di kongres dibacakan Manifesto Politik Kaum Moeda, kita teguhkan ikatan kebangsaan dengan menolak perpecahan dengan mendukung Pilpres 2024 sekali putaran. Kita juga mendorong gerakan nasional generasi muda untuk tidak golput dengan hadir di TPS menggunakan hak pilihnya dalam mengawal kemenangan Prabowo-Gibran sekali putaran di Pilpres 2024," jelasnya.

Editor: Dimas Ryandi

Tag:  #setelah #gerilya #kota #gelar #kongres #kaum #moeda #indonesia

KOMENTAR