60 Masjid Roboh 700 Lebih Jamaah Tertimbun di Dalamnya, Indonesia Siap Bantu Pembangunan Ulang
Kondisi pasca gempa di Myanmar (Dok. Myanmar Now)
06:48
6 April 2025

60 Masjid Roboh 700 Lebih Jamaah Tertimbun di Dalamnya, Indonesia Siap Bantu Pembangunan Ulang

- Gempa besar yang mengguncang Myanmar pada 28 Maret lalu, bertepatan dengan jam pelaksanaan salat Jumat. Akibatnya banyak umat Islam yang meninggal tertimbun masjid yang roboh. Selain membantu evakuasi korban yang tertimbun, Indonesia siap membantu pembangunan ulang masjid di sana. 

Menurut laporan media setempat, total ada sekitar 60 unit masjid yang roboh akibat gempa. Korban tewas tertimbun reruntuhan mencapai 700 orang lebih. Mereka adalah jamaah salat Jumat yang tertimbun reruntuhan bangunan masjid. Masjid-masjid itu berada di wilayah Mandalay dan Sangaing. Dua lokasi yang cukup parah terdampak gempa berkekuatan 7,7 SR. 

Puluhan masjid itu runtuh, karena umumnya sudah berusia tua. Banyak masjid yang dibangun pada abad ke-19. Selain di Mandalay dan Sagaing, masjid-masjid di kawasan Naypyitaw, Pyinmana, Pyawbwe, Yamethin, Thazi, Meiktila, Kyaukse, dan Paleik, juga dilaporkan mengalami kerusakan. 

Sementara itu tim kemanusiaan dari Indonesia sudah tiba dan menjalankan tugasnya di Myanmar. Di lapangan mereka langsung menuju sejumlah bangunan masjid yang runtuh akibat gempa. Mereka merasakan langsung besarnya efek guncangan gempa.

Ketua Baznas Prof. Noor Achmad cukup prihatin dengan kondisi tersebut. Dia menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah ini. Mereka mengajak umat Muslim Indonesia untuk bersama-sama memberikan dukungan dan bantuan kepada saudara-saudara di Myanmar yang sedang mengalami cobaan berat.

"Ini adalah bencana yang sangat memprihatinkan. Banyak saudara sesama Muslim kita kehilangan tempat ibadah, bahkan nyawa mereka. Kami mewakili masyarakat Indonesia, merasa terpanggil untuk membantu mereka bangkit kembali," kata Noor di Jakarta pada Sabtu (5/4). 

Dia menegaskan, Baznas akan segera memulai proses pemulihan. Khususnya dalam pembangunan kembali masjid yang rusak. Namun, ia juga menekankan, upaya tersebut akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pascabencana. Serta situasi keamanan dan politik di Myanmar yang masih belum sepenuhnya kondusif.

"Sesegera mungkin kami akan mulai membangun kembali sarana ibadah yang hancur. Namun, tentu saja, kami harus menunggu situasi yang lebih kondusif agar prosesnya berjalan dengan aman dan lancar," kata Noor.

Sebagai langkah awal, mereka telah menerjunkan tim kemanusiaan yang terdiri dari Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) dan tenaga medis dari Rumah Sehat Baznas (RSB). Kedua tim itu diterjunkan untuk mempercepat proses pemulihan pasca bencana.

"Alhamdulillah, tim kemanusiaan Baznas yang tergabung dalam Tim Indonesia Search and Rescue (INASAR) telah tiba di lokasi dan langsung bergerak membantu para korban," ujar Noor. Tim Charlie, yang merupakan gabungan dari INASAR, Baznas, dan Vertical Rescue, juga telah dikerahkan ke lokasi terdampak. Mereka bertugas untuk melakukan asesmen dan melaporkan kondisi terkini guna menentukan langkah tindak lanjut. 

Noor juga mengajak, masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam meringankan beban saudara Muslim di Myanmar. Menurutnya, donasi dan dukungan dari masyarakat akan berperan besar dalam mempercepat pemulihan serta rekonstruksi masjid yang hancur. Menurut dia, bantuan dari masyarakat Indonesia sangat berarti bagi saudara kita yang tengah menghadapi musibah ini. "Semoga kepedulian kita dapat menjadi jalan bagi mereka untuk bangkit kembali," ujarnya. 

Isi Artikel Berita :

Editor: Kuswandi

Tag:  #masjid #roboh #lebih #jamaah #tertimbun #dalamnya #indonesia #siap #bantu #pembangunan #ulang

KOMENTAR