Polri Terus Dalami Dugaan Intimidasi Terhadap Band Sukatani
Band punk rock Sukatani saat konser di Gedung Korpri Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (23/2/2025).(Kompas.com/ Tresno Setiadi)
12:34
24 Februari 2025

Polri Terus Dalami Dugaan Intimidasi Terhadap Band Sukatani

- Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Divpropam Polri) akan mendalami dugaan intimidasi yang dilakukan oknum Polisi kepada Band Sukatani.

“Kami akan terus mendalami dugaan intimidasi yang dilakukan oleh anggota Polri terhadap personel Band Sukatani,” tulis akun Twitter Divpropam Polri, yang dikutip Kompas.com, Senin (24/2/2025).

Dalam Twitter @Divpropam disebutkan bahwa terakhir ada dua personel lain dari Ditressiber polda Jateng yang telah diperiksa. Sehingga, total ada enam personel yang dimintai keterangannya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menduga ada miskomunikasi yang membuat band Sukatani meminta maaf ke Polri atas lagunya berjudul "Bayar Bayar Bayar" yang berisi kritik terhadap Polri.

Kapolri menilai, tidak ada yang salah dari lagu tersebut dan menekankan bahwa Polri tidak anti terhadap kritik yang disuarakan oleh publik.

“Tidak ada masalah, mungkin ada miskomunikasi, namun sudah diluruskan. Polri tidak antikritik, kritik sebagai masukan untuk evaluasi," kata Kapolri kepada wartawan, Jumat (21/2/2025).

Listyo Sigit mengatakan, personel Polri harus legawa menerima kritik dan memperbaiki kinerja mereka atas kritik tersebut.

Kasus ini viral usai Band Sukatani menyampaikan permintaan maaf kepada Polri setelah merilis lagu berjudul "Bayar-Bayar-Bayar," yang liriknya dianggap menyinggung citra kepolisian.

Permintaan maaf tersebut disampaikan lewat Instagram, setelah band tersebut memutuskan untuk mencabut lagu tersebut dari peredaran.

"Mohon maaf kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu berjudul 'Bayar-Bayar-Bayar' yang liriknya menyinggung polisi dan viral di media sosial," kata vokalis Sukatani, di Instagram resminya.

Menanggapi hal ini, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa Polri tidak antikritik dan terus berupaya menjadi institusi yang modern serta terbuka terhadap masukan dari masyarakat.

“Komitmen dan konsistensi, Polri terus berupaya menjadi organisasi yang modern, yaitu Polri tidak anti kritik," kata Trunoyudo pada 20 Februari 2025.

Editor: Kiki Safitri

Tag:  #polri #terus #dalami #dugaan #intimidasi #terhadap #band #sukatani

KOMENTAR