Kardinal Suharyo: Paus Fransiskus Merasa Tersentuh dengan Keramahtamahan Bangsa Indonesia  
Paus Fransiskus menyapa masyarakat yang menunggu di Jalan Gambir Jakarta sebelum meninggalkan Indonesia menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (6/9/2024). (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos)
19:56
7 September 2024

Kardinal Suharyo: Paus Fransiskus Merasa Tersentuh dengan Keramahtamahan Bangsa Indonesia  

 

– Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo menyampaikan bahwa Paus Fransiskus merasa sangat tersentuh dengan sambutan dari masyarakat Indonesia.

Dalam kunjungan apostolik Paus Fransiskus di Jakarta mulai Selasa (3/9) sampai Jumat (6/9), seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar. Termasuk Misa Suci atau Misa Akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Menurut Kardinal Suharyo, Bapa Suci merasa tersentuh dengan sikap masyarakat Indonesia yang sangat ramah.

”Saya beberapa kali diajak naik satu mobil dengan Beliau, yang Beliau katakan adalah sangat tersentuh hati saya oleh keramahtamahan Bangsa Indonesia,” ungkap dia kepada awak media di Jakarta, Sabtu (7/9). Menurut Kardinal Suharyo, kalimat itu terus diulang-ulang oleh Paus Fransiskus. 

Ketika tiba di Jakarta usai penerbangan panjang dari Italia, masyarakat Indonesia menyambut Paus Fransiskus. Mereka rela menunggu di pinggir jalan sambil berharap pemimpin gereja Katolik dunia itu berhenti untuk mendoakan dan memberkati.

 ”Ibu-ibu (di Jakarta) sudah tahu teknik memberhentikan Paus, kalau bawa anak kecil pasti dipanggil,” imbuhnya. Kardinal Suharyo mengaku tidak menyangka Paus Fransiskus sudah menyiapkan hadiah untuk masyarakat. 

Apalagi Paus Fransiskus menyiapkan beberapa jenis hadiah. Mulai permen untuk anak-anak, rosario untuk jemaat Katolik, dan hadiah berisi kenang-kenangan untuk masyarakat yang bukan jemaat Katolik.

”Kalau anak kecil diberi permen, kalau dewasa diberi rosario untuk orang Katolik. Ditanya dulu, kamu katolik apa ndak? Kalau ndak, tidak diberi rosario, tapi diberi kenang-kenangan yang bungkusnya sama tapi isinya bukan alat berdoa,” bebernya. 

Di samping kesederhanaan Paus Fransiskus yang enggan menginap di hotel mewah dan tidak memilih kendaraan mewah, kebaikan dan ketulusan Paus Fransiskus yang terpotret lewat interaksi dengan masyarakat di jalan raya membuat hati khalayak bergetar.

”Hal-hal yang sangat manusiawi, sangat sederhana. Tapi, justru yang bersifat seperti itu, tidak berpikir muluk-muluk, itulah yang saya duga sangat menggetarkan hati saudara-saudara kita yang menunggu di pinggir jalan,” kata dia.

Editor: Bayu Putra

Tag:  #kardinal #suharyo #paus #fransiskus #merasa #tersentuh #dengan #keramahtamahan #bangsa #indonesia

KOMENTAR