



7 Tanda Pernikahan Tak Lagi Bisa Diselamatkan, Penting untuk Dicermati oleh Setiap Pasangan
Kebanyakan orang akan merasa bingung dan stres ketika pernikahannya tak bisa diselamatkan. Namun, kadang hal tersebut justru menjadi keputusan terbaik.
Manusia pada umumnya, tidak menyukai perubahan. Itulah sebabnya memutuskan untuk berpisah membutuhkan waktu lama bagi seseorang untuk berpikir.
Menurut informasi yang disampaikan para psikologi dalam psychologytoday, Kamis (4/4), inilah tanda-tanda bahwa sebuah hubungan telah melewati titik tanpa harapan.
- Tidak ada Lagi Diskusi Dua Arah
Pernikahan berada di ujung tanduk ketika terjadi gangguan total dalam komunikasi. Hal ini ditandai dengan tidak adanya lagi diskusi dua arah.
Masa genting itu muncuk ketika pasangan mulai defensif saat mendapat pertanyaan, lalu hal itu pun membuat Anda melawan atau bahkan tidak bisa melanjutkan sama sekali.
Setiap diskusi menjadi adu mulut atau saling membuka kesalahan. Biasanya, hal ini akan berakhir dengan salah satu pihak akan pergi begitu saja.
Penelitian menunjukkan bahwa pria lebih sering melakukan stonewalling. Namun bukan berarti wanita tidak melakukannya.
Pada akhirnya salah satu akan mengancam untuk mempersilakan pergi jika tidak bahagia. Maka, hubungan kandas dengan mudah.
- Mudah Menggunakan Kesalahan sebagai Senjata
Pakar perkawinan John Gottman membuat perbedaan yang baik antara keluhan dan kritik. Kritik berfokus pada masalah sedangkan keluhan hanya membidik kepada pribadi.
Jika pasangan berkata, "Saya khawatir tentang uang, dan saya pikir harus mengurangi sedikit pengeluaran," maka dia sedang mengkritik.
Tapi kondisi akan berbeda jika menggunakan kalimat, "Kamu menghabiskan terlalu banyak uang. Kamu benar-benar tidak bertanggung jawab," maka Anda hanya mengeluh dan tidak akan berguna.
Jika pernikahan Anda telah merosot sampai titik di mana setiap kesalahan akan disebut sebagai kekurangan, maka Anda berada jauh di wilayah negatif.
- Mengalah yang Salah
Beberapa orang berdalih sikap mengalah adalah untuk menjaga perdaiaman. Padahal, yang sebenarnya Anda lakukan adalah memperkuat putusnya komunikasi.
Ketika memilih untuk mengalah, seseorang sedang mencoba memilah perasaan pikiran. Tapi yang terjadi kadang terlalu lama sehingga mengarah pada penghindaran.
Pasangan yang tumbuh dalam rumah tangga yang toxic lebih sering mengambil sikap menghindar karena mereka ingin menghilangkan perasaan sakit dan malas berdebat.
Namun menghindari masalah benar-benar bukan rencana jangka panjang. Apalagi jika sudah ada anak-anak dalam rumah tangga.
- Pelecehan Verbal
Bersamaan dengan keluhan-keluhan, tanpa disadari muncul pelecehan verbal. Pada titik ini, batas sopan kepada pasangan menjadi hilang.
Banyak orang tua yang menggunakan kata-kata keras dan kasar untuk mengendalikan anak-anak. Ketika dewasa, mereka kemudian akan mengaggap bahwa kata-kata kasar adalah hal yang biasa.
- Pasangan Anda Bukan Lagi Tempat Bersandar
Hal ini dapat terjadi terutama jika Anda seorang wanita dan memiliki kebiasaan berkonsultasi dengan teman dekat.
Ini adalah indikasi yang jelas dari keretakan yang semakin besar. Orang yang Anda tuju ketika ingin bercerita bukan lagi pasangan, tetapi orang lain.
Secara sederhana, Anda tidak lagi mempercayai pasangan sebagai tempat bersandar yang bisa dipercaya untuk menjaga rahasia.
Anda tidak ingin bercerita kepada pasangan karena khawatir akan disebarluaskan kepada orang tua, mertua bahkan pada media sosial.
- Berkurang Kontak Mata atau Fisik
Anda tidak ingat kapan terakhir kali berpegangan tangan atau merangkulnya. Ketika menghindar menjadi jalan paling nyaman, maka ini adalah sinyal keretakan hubungan.
Bukan hanya di aktivitas sehari-hari, bahkan kontak mata juga tidak terjadi ketika berhubungan intim. Sinyal ini seharusnya dicermati bahwa ada yang masalah dengan perlakuan dan sikap pasangan.
- Anda Tidak Lagi Menjadi Diri sendiri
Anda mulai menyadari bahwa semua kualitas terbaik dalam diri mulai tertutupi oleh rasa khawatir dan cemas yang terus-menerus.
Sikap defensif mulai merembes ke dalam semua aspek hubungan, karena Anda semakin tidak bahagia. Anda merasa terjebak dalam hubungan yang hanya berpura-pura bahagia.
Terkadang, kita menghabiskan terlalu banyak waktu untuk tetap bertahan ketika seharusnya bisa keluar dari hubungan toxic.
Mintalah nasihat jika Anda merasa sedih dan benar-benar buntu. Membicarakannya dengan seorang profesional dapat membantu meredam permasalahan.
***
Tag: #tanda #pernikahan #lagi #bisa #diselamatkan #penting #untuk #dicermati #oleh #setiap #pasangan