



Apakah Kepribadian Bisa Berubah? Ternyata Begini Jawabannya Menurut Psikologi
- Kepribadian seringkali dianggap sebagai sifat dan cerminan pribadi yang sudah terbentuk sejak kecil dan tidak akan dapat berubah sepanjang hidup. Namun sebuah penelitian justru menemukan bahwa kepribadian seseorang bisa saja berubah.
Sebuah penelitian yang dilakukan di University of California, Berkeley, mencoba meneliti sebanyak 130.000-an orang dengan rentang usia 21-60 tahun untuk menemukan perubahan kepribadian seiring bertambahnya usia.
Penelitian tersebut mencoba melihat kepribadian responden dari lima kategori seperti dalam tes kepribadian Big Five, yakni Ekstraversi, Kesetujuan, Neurotisisme, Kehati-hatian, dan Keterbukaan Terhadap Pengalaman.
Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa kepribadian bisa saja berubah. Penelitian menemukan bahwa orang-orang yang berusia 20-an cenderung mengalami perubahan pada kategori sifat Kehati-hatian. Sifat ini berkaitan dengan organisasi dan disiplin serta berhubungan dengan kesuksesan di tempat kerja dan dalam hubungan.
Kemudian, penelitian ini juga mematahkan anggapan yang menyebut bahwa Kesetujuan, sebuah sifat yang diasosiasikan dengan sikap hangat, murah hati, dan suka menolong, tidak akan berubah. Ternyata orang-orang berusia 30-an cenderung mengalami perubahan sikap dalam hal keramahan dan hal ini bisa terjadi hingga usia 60-an tahun.
"Kehati-hatian tumbuh seiring dengan semakin dewasanya seseorang dan semakin baiknya ia dalam mengelola pekerjaan dan hubungan, dan Kesetujuan paling banyak berubah di usia 30-an ketika Anda sudah berkeluarga dan harus mengasuh (anak)," kata sang peneliti utama, Sanjay Srivastava.
Perubahan-perubahan kepribadian yang ditemukan itu konsisten terjadi di laki-laki maupun perempuan, kecuali untuk kategori sifat Neurotisisme (kecenderungan untuk merasakan perasaan negatif) dan Ekstraversi.
Perempuan muda cenderung mendapatkan skor lebih tinggi pada dua kategori itu ketimbang laki-laki. Namun seiring berjalannya waktu perbedaannya tidak terlalu jauh.
Sedangkan untuk kategori sifat Keterbukaan Terhadap Pengalaman, baik pria maupun wanita diindikasikan mengalami penurunan minat dalam hal menjalin hubungan baru. Hal ini menandakan bahwa seiring bertambahnya usia, kita cenderung memilih menghabiskan waktu dengan orang-orang terdekat.
Bisakah Kita Mengubah Kepribadian Secara Sengaja?
Hasil penelitian yang telah dijabarkan di atas menunjukkan perubahan kepribadian bisa terjadi karena pengalaman hidup seiring berjalannya usia. Namun, bisakah kita mengubah kepribadian kita dengan sengaja?
Menurut Psychology Today hal itu mungkin saja dilakukan, tapi butuh lebih dari sekadar keinginan dan konsistensi jangka panjang untuk mewujudkannya.
Misalnya untuk kategori sifat Ekstraversi yang berkaitan dengan keramahan, jika kamu tadinya enggan berkenalan dengan orang baru, kamu bisa sering-sering mencoba kenalan dan basa-basi atau mengobrol singkat dengan orang yang baru kamu temui.
Sifat Neurotisisme (kecenderungan untuk merasakan perasaan negatif) juga bisa pelan-pelan diubah dengan mengikuti sesi atau terapi dengan ahli psikologi.
Tag: #apakah #kepribadian #bisa #berubah #ternyata #begini #jawabannya #menurut #psikologi