8 Cara Mendeteksi Kebohongan Lewat Bahasa Tubuh dan Ucapan
Ilustrasi bergosip.(Dok. Freepik/Freepik)
11:05
6 April 2026

8 Cara Mendeteksi Kebohongan Lewat Bahasa Tubuh dan Ucapan

- Berbohong sering kali dipandang sebagai sesuatu yang sepenuhnya negatif. Namun, dalam kenyataannya, tidak semua kebohongan lahir dari niat buruk. Dalam konteks tertentu, berbohong justru menjadi bagian dari keterampilan sosial yang membantu menjaga hubungan antarmanusia tetap harmonis.

Profesor psikologi di Southern Connecticut State University, Kevin Colwell, menyebut, alih-alih sekadar bentuk ketidakjujuran, kemampuan untuk menyaring apa yang perlu disampaikan dan bagaimana cara menyampaikannya merupakan bagian dari kecerdasan sosial.

"Berbohong adalah keterampilan sosial yang sangat penting. Ini membantu memperlancar interaksi sosial dan membuat hubungan kita berjalan lebih harmonis," lanjut dia.

Namun, kebohongan besar yang sengaja memanipulasi fakta bisa menjadi bencana, mulai dari rusaknya hubungan dengan keluarga, pasangan, atau rekan kerja.

Baca juga: 7 Ciri Orang Berbohong yang Sering Tidak Disadari

Karena itulah, banyak orang berusaha keras untuk mengetahui apakah mereka sedang dibohongi atau tidak.

Cara mendeteksi kebohongan

Colwelll mengatakan, kunci utama dalam mendeteksi kebohongan adalah melakukan percakapan tanpa berasumsi buruk.

"Kamu tidak boleh berasumsi bahwa mereka berbohong, karena itu akan mengubah cara mereka berinteraksi," jelas dia.

Ia menambahkan, menjaga kelancaran komunikasi sangatlah penting. Kamu harus menjadi teman bicara yang asyik agar percakapan terasa mudah. Dengan begitu, mereka tidak akan tahu ketika kamu sedang mencoba memerhatikan bahasa tubuh dan verbal mereka untuk mendeteksi kebohongan.

Baca juga: 8 Tanda Anak Kecanduan Game, Salah Satunya Suka Bohong

1. Perubahan bahasa tubuh

ilustrasi berkeringat di malam hari bisa jadi tanda kanker di tubuh Anda.canva.com ilustrasi berkeringat di malam hari bisa jadi tanda kanker di tubuh Anda.

Untuk mengidentifikasi kebohongan, kamu butuh pemahaman akan kebiasaan normal lawan bicara terlebih dahulu. Semakin lama bersamanya, semakin mudah menyadari jika ada keanehan.

Perhatikan respons stres yang terlihat jelas, seperti tubuh berkeringat, detak jantung meningkat, atau sering menelan ludah.

"Menggeser tubuh mereka, menjauhkan kursi dari orang yang berbicara dengan mereka, berdiri atau mencoba untuk pergi, saya pernah melihat semua itu," ujar mantan jaksa di New York, Amerika Serikat (AS), sekaligus pensiunan agen khusus FBI, Jim Clemente.

Baca juga: Waspada, 5 Tanda Pasangan Bersikap Manipulatif yang Jarang Disadari

2. Cerita yang terus diulang

Orang yang berkata jujur dapat menceritakan sebuah kejadian secara luwes. Sebaliknya, pembohong sangat berhati-hati sebelum berbicara.

"Mereka akan mengatakan hal yang sama persis dengan yang baru saja mereka katakan sebelumnya, sama seperti yang sudah mereka katakan," jelas Kevin.

Alih-alih menambahkan detail baru yang mengalir secara alami, orang berbohong cenderung menahan detail tersebut untuk memastikan mereka tidak "membantah" diri sendiri.

3. Urutan cerita sangat kronologis

Sebuah cerita yang runtut tidak selamanya menjadi tanda sebuah kejujuran. Pembohong biasanya bercerita secara kaku sesuai dengan alur waktu, sedangkan orang yang jujur langsung menyampaikan bagian terpenting dari sebuah kejadian terlebih dahulu.

Baca juga: Karakter Shio Anjing yang Terkenal Setia, Jujur, dan Punya Sisi Kritis

4. Pilihan kata terlalu rapi

Anehnya, pembohong kerap berbicara jauh lebih fasih dan elegan dibandingkan saat mereka berkata jujur. Fenomena memalsukan cerita ini dilakukan dengan sengaja. Mereka umumnya memakai kosakata rumit demi meyakinkan lawan bicara.

5. Kalimat berbelit dan mengelak

Kebohongan juga sering disampaikan secara lisan lewat manipulasi kalimat. Ini termasuk menjawab pertanyaan dengan pertanyaan balik atau menggunakan kata-kata samar seperti 'mungkin' demi menghindari inti masalah.

"Jika seseorang berkata, 'Saya nyetir mobil ke tempat kerja, dan kemudian ketika saya sampai di sana….,' mereka mungkin menghilangkan apa yang terjadi di antara itu," tutur Clemente.

Baca juga: 5 Zodiak Paling Blak-blakan Saat Bicara, Terlalu Jujur Tanpa Filter

6. Perubahan nada suara

Ilustrasi mengobrol dengan teman.Dok. Unsplash/Gradikaa Aggi Ilustrasi mengobrol dengan teman.

Beda halnya dengan orang jujur yang memiliki nada stabil, seorang pembohong kerap mengalami perubahan tempo dan volume suara yang cukup drastis di tengah obrolan.

"Jika seseorang berada di bawah tekanan, nada suaranya mungkin akan naik cukup tinggi. Kecepatan bebicara mereka mungkin melambat karena mereka mencoba berpikir, atau mungkin sangat cepat karena mereka sangat gugup," terang Clemente.

Baca juga: 8 Pola Komunikasi Toxic yang Merusak Hubungan dan Cara Mengatasinya

7. Sengaja menatap mata sepanjang obrolan

Memalingkan pandangan dari lawan bicara sebenarnya merupakan respons wajar otak saat sedang berpikir keras.

"Orang yang sudah menyiapkan kebohongan sering kali menatap langsung ke mata lawan bicara, karena mereka ingin tahu apakah kamu akan memercayainya," ungkap jaksa senior Wendy Patrick.

Tatapan tajam dan intens ini tanpa sadar digunakan untuk mengukur reaksi. Mereka mencoba melihat apakah kamu termakan oleh apa yang mereka sampaikan atau tidak.

Baca juga: 10 Pilar Penting dalam Pernikahan agar Hubungan Tetap Harmonis, Termasuk Komunikasi

8. Sikap tidak sesuai

Sikap fisik seseorang harus selalu selaras dengan ucapannya. Ketidaksesuaian antara ekspresi wajah dan kata-kata, seperti tertawa lepas di tengah topik obrolan yang serius, adalah sebuah tanda yang perlu diwaspadai.

Kendati demikian, semua tanda di atas tidak selalu benar, meskipun bisa digunakan sebagai referensi untuk mengetahui apakah lawan bicara sedang berbohong atau tidak. Untuk mengetahui kebenaran, tentunya kamu tetap perlu mengkonfrontasi mereka.

Baca juga: Jangan Keliru, Ini Perbedaan Gaslighting dan Berbohong

Tag:  #cara #mendeteksi #kebohongan #lewat #bahasa #tubuh #ucapan

KOMENTAR