Pasar Karbon Global Jadi Ladang Cuan Baru dari Bisnis Energi Surya
Energi terbarukan melalui PLTS Off-grid kini mulai jadi ladang cuan yang baru. [ist].
08:13
13 Mei 2026

Pasar Karbon Global Jadi Ladang Cuan Baru dari Bisnis Energi Surya

PT PLN Indonesia Power (PLN IP) mulai membidik sumber cuan baru dari bisnis pasar karbon global. Langkah itu dilakukan melalui kerja sama pengembangan proyek energi surya berbasis Solar PV solution yang dikombinasikan dengan monetisasi kredit karbon internasional.

Kerja sama tersebut ditandai lewat penandatanganan Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) antara PLN Indonesia Power dan perusahaan asal Kanada, DevvStream Inc., di Jakarta.

Melalui kolaborasi ini, PLN IP akan mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) off-grid di berbagai lokasi di Indonesia. Proyek tersebut nantinya menghasilkan sertifikat penurunan emisi atau Verified Emission Reduction (VER) yang akan dipasarkan ke pasar karbon global melalui DevvStream.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernardus Sudarmanta mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi bisnis perseroan menuju model bisnis beyond kWh yang lebih berkelanjutan.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 1,2 MWp di Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) Pabrik Semarang. [Istimewa]Pengembangan PLTS off-grid mulai jadi ladang cuan. [Istimewa]

"Pengembangan Solar PV solution berbasis off-grid ini merupakan bagian dari inovasi PLN Indonesia Power dalam menghadirkan solusi energi bersih disisi operasional sekaligus membuka peluang monetisasi karbon. Ini adalah wujud nyata transformasi kami menuju bisnis beyond kWh yang lebih bernilai tambah." ujar Bernadus di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, konsep beyond kWh yang dikembangkan PLN IP tidak lagi hanya mengandalkan penjualan listrik semata. Perseroan kini mulai memperluas bisnis ke layanan energi terintegrasi, mulai dari penyediaan energi baru terbarukan, pengelolaan emisi karbon, hingga optimalisasi aset energi pelanggan.

Adapun proyek PLTS yang dikembangkan merupakan PLTS off-grid self-consumption, yakni sistem tenaga surya yang digunakan untuk kebutuhan sendiri dan tidak terhubung dengan jaringan listrik utama.

Skema ini dinilai memberikan fleksibilitas bagi pelanggan dalam memenuhi kebutuhan energi secara mandiri sekaligus membantu pengurangan emisi gas rumah kaca.

CEO DevvStream Inc. Sunny Trinh menilai model bisnis yang dikembangkan PLN Indonesia Power memiliki prospek besar di pasar karbon internasional.

"Kami melihat potensi besar dari model Solar PV off-grid yang dikembangkan PLN Indonesia Power. Ini merupakan pendekatan inovatif yang tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru melalui pasar karbon global." kata Sunny Trinh.

Kerja sama ini sekaligus mempertegas langkah PLN Indonesia Power dalam memperluas portofolio bisnis energi hijau di tengah dorongan transisi energi nasional menuju target Net Zero Emissions.

Ke depan, PLN IP juga berencana memperluas implementasi Solar PV solution sebagai bagian dari strategi transisi energi sekaligus mengoptimalkan peluang pendapatan baru dari perdagangan karbon global.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #pasar #karbon #global #jadi #ladang #cuan #baru #dari #bisnis #energi #surya

KOMENTAR