Harga Emas Dunia Turun di Tengah Memudarnya Harapan Damai AS-Iran
Ilustrasi emas. (Freepik)
08:04
13 Mei 2026

Harga Emas Dunia Turun di Tengah Memudarnya Harapan Damai AS-Iran

- Harga emas dunia melemah pada akhir perdagangan Selasa (12/5/2026) waktu setempat atau Rabu (13/5/2026) pagi WIB, seiring kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan potensi suku bunga tinggi bertahan lebih lama.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,2 persen menjadi 4.678,49 dollar AS per ons.

Sementara harga emas berjangka AS melemah 0,9 persen ke level 4.686,70 dollar AS per ons.

Kenaikan harga minyak dipicu memudarnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Baca juga: BSI Cetak Laba Bersih Rp 2,2 Triliun pada Kuartal I 2026, Tabungan Haji dan Emas Jadi Mesin Penopang

Presiden AS Donald Trump mengatakan upaya gencatan senjata berada dalam kondisi "nyaris gagal" setelah Teheran menolak proposal AS untuk mengakhiri konflik.

Analis TD Securities Bart Melek mengatakan, lonjakan harga minyak meningkatkan risiko bank sentral global, termasuk Federal Reserve (The Fed), mempertahankan bahkan menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi.

"Harga minyak yang lebih tinggi meningkatkan risiko bank sentral AS dan lainnya harus menaikkan suku bunga untuk melawan kondisi stagflasi yang kemungkinan akan muncul. Karena itu emas merespons tekanan tersebut," ujar dia.

Adapun harga minyak dunia sendiri melonjak lebih dari 3 persen pada perdagangan kemarin, setelah pasar menilai ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi berkepanjangan.

Di sisi lain, data terbaru menunjukkan inflasi konsumen AS naik untuk bulan kedua berturut-turut pada April 2026.

Kenaikan itu menghasilkan laju inflasi tahunan terbesar dalam hampir tiga tahun terakhir dan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga lebih lama.

Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya menekan harga logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil.

Kendati begitu, UBS Investment Bank masih mempertahankan prospek positif terhadap emas.

Ahli strategi logam mulia UBS, Joni Teves, mengatakan faktor fundamental pendukung harga emas masih kuat.

"Kami masih melihat harga emas bisa pulih dari level saat ini dan terus mencetak rekor tertinggi baru tahun ini," kata Teves.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) AS pada pekan ini, serta pertemuan Presiden Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing yang dijadwalkan berlangsung Kamis hingga Jumat.

Adapun harga logam mulia lainnya turut melemah.

Harga perak spot turun 1,1 persen menjadi 85,12 dollar AS per ons setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dua bulan.

Analis SP Angel dalam catatannya menyebut harga perak sebelumnya melonjak karena ekspektasi defisit pasokan yang makin besar di tengah meningkatnya permintaan fisik.

"Meningkatnya harga minyak mendorong penjualan kendaraan listrik yang pada akhirnya akan meningkatkan permintaan perak untuk teknologi surya dan energi terbarukan lainnya," tulis analis SP Angel.

Sementara itu, platinum turun 1,5 persen menjadi 2.099,05 dollar AS per ons dan palladium melemah 2 persen menjadi 1.479,27 dollar AS per ons.

Baca juga: Harga Emas Dunia Berbalik Naik, Pasar Cermati Konflik AS-Iran dan Data Inflasi AS

Tag:  #harga #emas #dunia #turun #tengah #memudarnya #harapan #damai #iran

KOMENTAR