Kronologi Lengkap Kasus Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Viral Karena 'Cukup Aku Aja WNI'
Dwi Sasetyaningtyas [Instagram]
16:32
23 Februari 2026

Kronologi Lengkap Kasus Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Viral Karena 'Cukup Aku Aja WNI'

Kreator konten kondang nan kontroversial Dwi Sasetyaningtyas kini mendapatkan 'batunya' usai melontarkan pernyataan nyelekit tentang status kewarganegaraan dan kekuatan Paspor Republik Indonesia (Paspor RI)

Kontroversi yang dituai oleh Dwi tak lain dan tak bukan karena statusnya sebagai seorang alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP yang dikelola oleh Kementerian Keuangan RI.

Dwi dinilai bak 'kacang lupa kulitnya' karena mengomentari soal kewarganegaraan yang bagi berbagai orang dinilai tone deaf dan memanfaatkan privilesenya untuk belajar di luar negeri tanpa memberikan kontribusi.

Imbas dari pernyataan 'pedas' Dwi bahkan berujung pada blacklist oleh Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa sebagai respon tegas pemerintah.

Lantas, bagaimana pernyataan yang menyebabkan Dwi kini diterpa angin panas kontroversi?

Bagaimana nasibnya kini setelah mendapat tindakan tegas dari pemerintah?

Awal mula Dwi Sasetyaningtyas koar-koar soal kewarganegaraan

Perempuan yang kini berprofesi sebagai aktivis lingkungan ini sebelumnya mengunggah vlog berisi komentar-komentar pedas terkait kondisi di negara asalnya.

Ia banyak menyinggung soal problematika yang dihadapi oleh Warga Negara Indonesia (WNI), terutama lemahnya paspor di tengah berbagai masalah lainnya.

Sontak, Dwi memberikan kalimat pedas dengan berharap agar anaknya tak jadi WNI supaya bisa mendapat privilese yang lebih banyak, termasuk paspor yang kuat.

"Aku tahu dunia terlihat enggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," seloroh Dwi dalam unggahan yang kini telah dihapus.

Publik kuliti status Dwi sebagai awardee 

Kalimat kontroversial yang terlontar dari mulut Dwi Sasetyaningtyas akhirnya memantik warganet untuk berdebat.

Beberapa warganet yang terpantik akhirnya menggali siapa sosok Dwi Sasetyaningtyas sebenarnya.

Usut punya usut, Dwi Sasetyaningtyas adalah awardee atau penerima beasiswa LPDP dan mengambil studi magister (S2) ke Delft University of Technology (TU Delft), Belanda, dengan jurusan Sustainable Energy Technology.

Pendiri platform Sustaination ini akhirnya dinilai seperti kacang yang lupa kulit oleh warganet karena lalai mengabdi dan berkontribusi kembali usai menyelesaikan studi yang dibayar oleh negara.

Adapun sebagai informasi, Dwi sebagai awardee berkewajiban untuk mengabdi dengan skema selama 2 kali masa studi ditambah 1 tahun (2N+1) secara berturut-turut.

Dwi sontak turun gunung dan memberikan klarifikasi bahwa ia sudah merampungkan kewajibannya tersebut.

"Secara administratif, saya telah menuntaskan kewajiban pengabdian saya kepada Indonesia selama enam tahun, terhitung sejak 2017 hingga 2023, setelah menyelesaikan studi S2 saya," tegas Dwi dalam pernyataan lanjut.

Minta maaf usai studi suami terancam kembalikan uang LPDP

Dwi kini tak bisa berkelit lebih banyak lantaran tak sedikit pihak yang memberi sanksi tegas.

Menteri Keuangan RI, Purbaya dalam keterangan resminya menyatakan bahwa Dwi dan sang suami akan mendapat blacklist.

"Mereka tidak bisa kerja lagi dengan pemerintah di sini, selama saya di sini atau di blacklist permanen," tegas Menteri Purbaya, Senin (23/2/2026).

Tak berhenti di situ, Arya Iwantoro atau suami Dwi juga terancam harus mengembalikan uang LPDP termasuk bunga.

Itu semua mengarah ke fakta bahwa Arya Irwantoro belum menyelesaikan pengabdiannya.

"Kami (bersama Dirut LPDP) sudah bicara dengan suami terkait dan sepertinya dia sudah setuju untuk mengembalikan uang yang pakai LPDP," lanjut ungkap Purbaya.

“Itu uang dari pajak dan dari sebagian utang yang kita sisihkan buat mengembangkan SDM. Kalau cuma dibuat menghina negara, ya harus dikembalikan," pungkasnya.

Dwi Sasetyaningntas kini mau tidak mau harus mengalah dan meminta maaf.

Ia merilis permintaan maaf terbuka melalui Instagram pribadinya.

"Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat “cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan”, dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut," tulis Dwi melalui akun pribadinya.

Kontributor : Armand Ilham

Editor: Farah Nabilla

Tag:  #kronologi #lengkap #kasus #sasetyaningtyas #alumni #lpdp #viral #karena #cukup

KOMENTAR