3 Manfaat Posisi Yoga Kaki Diangkat ke Dinding
– Gerakan yoga sederhana dengan posisi kaki diangkat ke dinding atau legs up the wall memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh.
Namun, para ahli mengingatkan bahwa gerakan ini tidak selalu aman untuk semua orang, terutama bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Profesor klinis yoga dan kesehatan di Loyola Marymount University, Lori Rubenstein Fazzio, menjelaskan bahwa pose ini merupakan modifikasi dari gerakan yoga klasik seperti shoulder stand.
“Ini adalah modifikasi, bukan pose yang secara langsung ada dalam teks yoga klasik,” ujar Fazzio, dikutip dari HuffPost, Sabtu (21/2/2026).
Baca juga: Mengenal Yoga Beksan, Olah Raga dan Rasa dengan Tarian Jawa
Cara Melakukan Posisi Kaki di Dinding
Secara sederhana, gerakan ini dilakukan dengan berbaring sambil mengangkat kedua kaki dan menyandarkannya ke dinding.
Instruktur yoga dan meditasi dari UPMC Center for Integrative Medicine, Dezza Pastor, menyarankan agar posisi pinggul sedekat mungkin dengan dinding, lalu kaki diangkat perlahan dan tubuh direbahkan.
Meski terlihat mudah, pose ini tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh. Misalnya, orang dengan otot kaku dapat memberi jarak antara pinggul dan dinding, sementara penderita masalah punggung bisa menggunakan bantalan tambahan.
Jika muncul nyeri atau mati rasa, gerakan sebaiknya dihentikan.
Baca juga: Tak Hanya Bantu Tubuh Lentur, Yoga Juga Baik untuk Kesehatan Mental
3 Manfaat dari Gerakan Kaki di Dinding
1. Membantu melancarkan sirkulasi darah
Meletakkan kaki di dinding membantu melancarkan sirkulasi darah.
Pastor menjelaskan bahwa posisi ini merupakan cara pasif untuk membuat tubuh berada dalam kondisi inversi, yaitu saat kaki berada lebih tinggi dari jantung. Dalam kondisi tersebut, sirkulasi darah dalam tubuh dapat meningkat.
“Posisi kaki di dinding adalah cara pasif untuk membuat tubuh berada dalam posisi terbalik,” kata Pastor.
Baca juga: Floating Yoga, Olahraga di Atas Air yang Menantang Keseimbangan Tubuh dan Pikiran
Selain itu, pose ini juga dapat membantu mengimbangi kebiasaan duduk atau berdiri tegak sepanjang hari.
Fazzio mengatakan, posisi ini membantu aliran darah dari kaki kembali ke jantung sekaligus mendukung proses drainase getah bening, yaitu cairan yang berperan sebagai sistem penyaring dalam tubuh.
Pose ini juga membantu mengurangi pembengkakan pada kaki. Setelah seharian beraktivitas, cairan dapat menumpuk di area kaki dan memicu bengkak.
Dengan posisi kaki terangkat, tubuh terbantu mengalirkan kembali cairan tersebut melalui sirkulasi darah.
Baca juga: 3 Manfaat Yoga bagi Kesehatan Mental, Belajar Menghargai Diri Sendiri
2. Meregangkan otot bagian belakang tubuh
Pose ini memberikan peregangan lembut pada bagian belakang tubuh, mulai dari telapak kaki, betis, paha belakang, hingga punggung dan leher.
Menurut Pastor, kondisi duduk terlalu lama dapat membuat area tersebut menjadi kaku sehingga peregangan ringan seperti ini dapat membantu mengurangi ketegangan.
“Ini adalah cara yang bagus untuk meregangkan bagian belakang tubuh secara perlahan,” ujarnya.
Baca juga: Salah Beli Matras Yoga, Ketahui Risikonya
3. Membantu tubuh lebih rileks
Selain manfaat fisik, pose ini juga membantu menenangkan tubuh. Posisi yang pasif membuat tubuh lebih mudah masuk ke kondisi rileks.
Saat dilakukan selama beberapa menit, pernapasan akan melambat dan membantu mengaktifkan sistem saraf yang berperan dalam relaksasi.
Fazzio menyarankan gerakan ini dilakukan pada akhir hari, terutama sebelum tidur karena dapat membantu tubuh lebih tenang sekaligus mendukung kualitas tidur.
Baca juga: Berat Badan Turun Lebih dari 90 Kg, Pria Ini Ubah Hidup Lewat Hot Yoga dan Angkat Beban
Tidak Disarankan untuk Semua Orang
Meski bermanfaat, pose ini tidak disarankan untuk semua orang. Fazzio mengatakan, penderita gangguan jantung seperti gagal jantung atau hipertensi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Selain itu, orang dengan masalah punggung bawah, hernia diskus, glaukoma, atau yang baru menjalani operasi juga perlu berhati-hati sebelum mencoba gerakan ini.
Dengan teknik yang tepat dan penyesuaian sesuai kondisi tubuh, gerakan sederhana ini dapat menjadi salah satu cara untuk membantu tubuh lebih rileks setelah aktivitas seharian.
Baca juga: Nyeri Punggung Bisa Disebabkan Otot Bokong Lemah, Ini Gejalanya