4 Jenis Pakaian Adat China untuk Wanita dan Pria, Sarat Makna Budaya
Jenis Pakaian Adat China untuk Wanita dan Pria (Freepik/jcomp)
06:52
14 Februari 2026

4 Jenis Pakaian Adat China untuk Wanita dan Pria, Sarat Makna Budaya

Tahukah Anda bahwa pakaian adat China memiliki sejarah yang panjang dan mengagumkan?

Bukan hanya soal warna, pakaian China juga memiliki arti dan makna filosofis yang menarik untuk diketahui.

Dalam budaya China, setidaknya ada 4 jenis pakaian adat yang masih digunakan sampai sekarang. Pakaian-pakaian ini memiliki makna sendiri dan dipakai di acara-acara tertentu.

Jenis Pakaian Adat China untuk Wanita dan Pria

1. Hanfu - Busana Klasik Etnis Han

Hanfu bisa dibilang sebagai pakaian tradisional Tiongkok yang paling tua dan paling bersejarah.

Namanya berarti “pakaian orang Han”, yaitu etnis mayoritas di Tiongkok. Konon, asal-usulnya sudah ada lebih dari 4.000 tahun lalu, ketika Leizu yang merupakan istri Kaisar Kuning (Huangdi), mengembangkan kain sutra.

Seiring pergantian dinasti, bentuk Hanfu terus berkembang. Pada masa Dinasti Han, pakaian ini dipromosikan secara luas oleh kalangan bangsawan dan akhirnya menjadi busana resmi etnis Han.

Bahkan, pengaruhnya menyebar ke negara-negara tetangga seperti Korea, Jepang, dan Vietnam.

Sekarang, Hanfu jarang dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya hanya dikenakan saat festival tradisional, upacara pernikahan, atau sesi foto bernuansa klasik.

Bagian-bagian Hanfu:

Hanfu terdiri dari beberapa potongan pakaian, di antaranya:

  • Yi (): atasan dengan kerah menyilang
  • Pao (): jubah panjang, umumnya dipakai pria
  • Ru (): semacam blus berkerah silang
  • Shan (): kemeja atau jaket ringan
  • Qun/Chang (/): rok (dipakai pria maupun wanita di masa lampau)
  • Ku (): celana

Hanfu juga dilengkapi berbagai aksesori yang digantung di ikat pinggang, disebut pei. Pada zaman dahulu, semakin banyak dan semakin indah hiasannya, semakin tinggi pula status sosial pemakainya.

Pria biasanya memakai topi tradisional, sementara wanita menghias rambut dengan aksesori kepala.

Secara umum, Hanfu terbagi dalam tiga gaya utama: atasan dengan rok, atasan dengan celana, dan model jubah panjang terusan. Gaya atasan dan rok adalah yang paling populer, terutama di kalangan wanita.

2. Qipao (Cheongsam) - Ikon Busana Tiongkok

Kalau bicara pakaian tradisional Tiongkok yang paling dikenal dunia, jawabannya hampir pasti qipao atau cheongsam. Busana ini berkembang dari pakaian panjang wanita Manchu pada masa Dinasti Qing (1644–1912).

Karena orang Manchu dulu juga disebut “Qi” oleh etnis Han, maka pakaian panjang mereka disebut qipao, yang artinya “gaun orang Qi”.

Seiring waktu, qipao berkembang menjadi beberapa gaya utama: Beijing, Shanghai, dan Hong Kong, masing-masing dengan ciri khas tersendiri.

  • Gaya Beijing cenderung lebih tradisional dan konservatif. Warnanya biasanya cerah dengan detail bordir yang cukup rumit.
  • Gaya Shanghai lebih modern dan berani memadukan unsur Barat dalam potongan maupun warna. Terlihat lebih modis dan komersial.
  • Gaya Hong Kong banyak terpengaruh mode Eropa. Lengan biasanya lebih pendek dan desainnya lebih simpel dibandingkan gaya Beijing.

Kini, qipao sering dikenakan dalam acara resmi, pertunjukan budaya, atau perayaan penting. Siluetnya yang ramping membuatnya terlihat elegan dan feminin.

3. Setelan Tang

Meski namanya “Setelan Tang”, namun pakaian ini sebenarnya bukan berasal dari Dinasti Tang (618–907).

Model yang dikenal sekarang justru berkembang pada masa Dinasti Qing. Akar desainnya berasal dari pakaian Manchu bernama magua, semacam jaket tradisional.

Istilah “Tang” muncul karena orang Tiongkok perantauan dulu sering disebut “orang Tang” oleh masyarakat luar negeri, mengingat kejayaan Dinasti Tang di masa lampau.

Akhirnya, pakaian khas mereka pun dikenal sebagai “Tangzhuang” atau Setelan Tang.

Ciri khas setelan ini adalah:

  • Jaket model depan terbuka (duijin)
  • Kerah tegak ala Mandarin
  • Kancing simpul khas yang terbuat dari tali (sering disebut frog buttons)

Biasanya, setelan Tang dihiasi karakter Tionghoa yang melambangkan harapan baik, seperti:

  • Fu (): keberuntungan
  • Shou (): panjang umur

Saat ini, setelan Tang sering dipakai saat Tahun Baru Imlek, pernikahan, atau acara resmi bernuansa tradisional.

4. Setelan Zhongshan (Jas Mao)

Setelan Zhongshan, yang di luar negeri sering disebut jas Mao, adalah pakaian formal pria yang populer pada abad ke-20.

Nama “Zhongshan” diambil dari nama lain Dr. Sun Yat-sen (Sun Zhongshan), tokoh revolusi Tiongkok yang mempopulerkannya.

Desainnya memadukan unsur tradisional Tiongkok dengan gaya Barat. Ciri khasnya antara lain:

  • Empat saku di bagian depan (dua atas, dua bawah)
  • Lima kancing di tengah
  • Tiga kancing kecil di setiap lengan
  • Potongan simetris dan rapi
  • Warna yang umum digunakan biasanya polos seperti hitam, abu-abu, biru, atau putih.

Setelan ini bisa dipakai dalam acara formal maupun semi-formal karena tampilannya yang sederhana namun tetap berwibawa.

Itulah beberapa jenis pakaian adat China untuk pria dan wanita yang menarik untuk diketahui.

Kontributor : Damai Lestari

Editor: Agatha Vidya Nariswari

Tag:  #jenis #pakaian #adat #china #untuk #wanita #pria #sarat #makna #budaya

KOMENTAR