5 Cara Menyembuhkan Trauma Pasca Pelecehan Seksual seperti Kasus Mohan Hazian
Ilustrasi pelecehan seksual.()
17:10
13 Februari 2026

5 Cara Menyembuhkan Trauma Pasca Pelecehan Seksual seperti Kasus Mohan Hazian

– Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan pemilik brand Thanksinsomnia, Mohan Hazian ramai diperbincangkan di media sosial.

Meski peristiwa tersebut disebut terjadi pada 2025, trauma yang dialami korban membuat ia baru berani speak up beberapa bulan kemudian.

Korban yang merupakan talent pemotretan produk mengalami dugaan pelecehan setelah sesi photoshoot.

Baca juga: Kasus Dugaan Pelecehan Mohan Hazian, Mengapa Korban Baru Berani Speak Up Setelah Berbulan-bulan?

Mohan Hazian telah menyampaikan permintaan maaf. Namun, proses pemulihan trauma korban membutuhkan waktu, dukungan, dan penanganan yang tepat.

Psikolog menegaskan, trauma pasca pelecehan seksual tidak bisa dihapus begitu saja, tetapi dapat dipulihkan melalui langkah-langkah yang berfokus pada keselamatan dan kesehatan mental korban.

Cara menyembuhkan trauma pasca pelecehan seksual

1. Memahami bahwa trauma tidak hilang tapi bisa dipulihkan

Psikolog Klinis Jessica Rosdiana Tobing, M.Psi., Psikolog menjelaskan, trauma bekerja melalui ingatan yang menetap dalam diri korban.

Pemulihan berarti membantu korban menjalani hidup dengan lebih aman dan bermakna, bukan memaksa untuk melupakan kejadian.

“Dengan memproses luka tadi, korban bisa memulihkan kembali kepercayaan diri, rasa aman, keberhargaan diri, dan mendapatkan harapan kembali atas hidupnya,” ungkap Jessica saat diwawancarai Kompas.com, Selasa (11/2/2026).

Psikolog Klinis IPK Indonesia dan Dosen Psikologi Universitas Pembangunan Jaya, Ellyana Dwi Farisandy, M.Psi., Psikolog menambahkan, korban membutuhkan ruang aman agar tidak merasa sendirian.

“Cari tempat untuk bersandar, telinga untuk mendengarkan, atau ruang aman untuk bercerita. Hal ini agar korban tidak merasa sendirian dalam membawa beban yang sangat berat itu,” kata Ellyana.

2. Mencari bantuan profesional

Langkah penting dalam pemulihan trauma adalah mendapatkan bantuan profesional yang sesuai. Jessica menegaskan, korban berhak mencari pertolongan tanpa perlu merasa lemah.

Baca juga: Saat Heboh Kasus Pelecehan Seksual, Mengapa Public Figure Lebih Dipercaya?

“Cari bantuan ke tenaga profesional, entah itu ke psikolog, psikiater, atau dokter, kalau misalnya memang kekerasan seksual yang dialami itu berkaitan juga dengan fisik,” jelasnya.

Setiap tenaga profesional memiliki peran berbeda dalam proses pemulihan. Korban bisa mengunjungi psikolog, psikiater, atau dokter tertentu yang relevan dengan kondisinya.

“Psikolog dapat dibantu dengan psikoterapi untuk memproses luka trauma, pikiran dan juga perasaan kita terkait kejadian itu. Lalu, psikiater bisa dibantu dengan obat-obatan yang dapat membantu pemulihan,” lanjut Jessica.

Ellyana menekankan, bantuan profesional juga membantu korban memahami emosinya secara aman dan terarah.

3. Mengembalikan rasa kontrol yang hilang

Pelecehan seksual sering kali membuat korban merasa kehilangan kendali atas tubuh dan hidupnya. Menurut Jessica, pemulihan perlu diarahkan pada pengembalian rasa kontrol tersebut.

“Saat pelecehan terjadi, kontrol diri juga ikut diambil. Perlahan temukan kembali kontrol tersebut, yang tentunya bisa dibantu oleh orang-orang di sekitar atau tenaga profesional,” ujarnya.

Korban yang merasa memiliki kendali atas proses pemulihan cenderung mengalami tingkat stres yang lebih rendah dan lebih mampu mengatur batasan diri.

Ellyana menambahkan, korban berhak menentukan ritme pemulihan sesuai kesiapan masing-masing.

4. Merawat diri

Perawatan diri menjadi bagian penting dari penyembuhan trauma. Jessica menjelaskan, self-care bukan sekadar memanjakan diri, melainkan merawat kesehatan secara menyeluruh.

“Self-care itu adalah aktivitas yang kita lakukan secara intensional untuk merawat kesehatan mental, fisik, dan emosional. Bisa dicoba melatih pernapasan, menulis jurnal,” katanya.

Selain itu, membangun pola hidup sehat juga berperan besar dalam stabilitas emosi, serta menghadirkan pikiran yang lebih jernih.

“Disarankan untuk mulai berolahraga, pola tidur, makan, dan minum yang sehat. Lalu juga memberikan self-compassion atau welas asih ke diri sendiri. Apapun yang terjadi terkait pelecehan seksual ini bukan salah korban,” tegas Jessica.

5. Pentingnya validasi perasaan

Ellyana mengungkap, rasa tidak baik-baik saja sangat wajar jika muncul setelah peristiwa kurang menyenangkan terjadi.

Ia menilai, sangat penting untuk memvalidasi perasaan tersebut. Korban tidak harus selalu menutupi perasaannya demi terlihat baik-baik saja.

“Boleh untuk mengakui kalau kamu sedang tidak baik-baik saja, tidak perlu menyangkal perasaan. Pelan-pelan dirilis emosinya dan silahkan kunjungi profesional agar traumanya bisa pulih,” ujarnya.

Kasus dugaan pelecehan Mohan Hazian menjadi pengingat bahwa pemulihan trauma adalah perjalanan personal. 

Dukungan, empati, dan akses bantuan yang tepat menjadi kunci agar korban dapat kembali merasa aman dan berdaya.

Baca juga: Psikolog Ungkap Alasan Korban Pelecehan Seksual Kerap Menyalahkan Diri

Tag:  #cara #menyembuhkan #trauma #pasca #pelecehan #seksual #seperti #kasus #mohan #hazian

KOMENTAR