Dukungan Sesama Ibu, Cara Membantu Ibu Baru Lalui Masa Awal Motherhood
Ilustrasi anak berjalan kaki.(Dok. Unsplash/guillaumedegermain)
15:05
28 Januari 2026

Dukungan Sesama Ibu, Cara Membantu Ibu Baru Lalui Masa Awal Motherhood

- Menjadi ibu baru kerap diiringi rasa cemas, lelah, dan kebingungan. Di tengah tuntutan untuk segera “bisa” mengurus bayi, tidak sedikit ibu yang justru memilih menjalani fase awal motherhood sendirian karena takut salah atau merasa tidak cukup baik.

Padahal, dukungan dari lingkungan sekitar, termasuk dari sesama ibu yang berada di fase hidup serupa berperan penting dalam membantu ibu baru melewati masa transisi tersebut.

Hal ini disampaikan oleh terapis pernikahan dan keluarga, dr. Maggie C. Vaughan, LMFT, Ph.D., yang menekankan bahwa dukungan sosial menjadi kunci penting bagi orang tua baru.

“Ada dua kunci untuk menemukan dukungan yang kuat sebagai orang tua baru. Yang pertama adalah memaksa diri untuk keluar rumah,” katanya dikutip dari New York Post, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Validasi dan Apresiasi Suami Bisa Mengurangi Mom Guilt

Dukungan sesama ibu di masa awal motherhood

Dukungan sesama ibu atau mom support mom kerap hadir dalam bentuk yang sederhana, tetapi bermakna. Berada di lingkaran ibu lain yang sedang menjalani fase serupa membuat ibu baru merasa lebih dipahami, tanpa perlu banyak penjelasan.

Dalam praktiknya, dukungan ini bisa berupa sesama ibu yang datang membantu di rumah, membawakan makanan, atau sekadar menemani ibu baru agar tidak merasa sendirian.

Executive Director What to Expect, Melissa Bykofsky, menilai bahwa dukungan seperti ini lebih terasa manfaatnya karena datang dari orang-orang yang benar-benar memahami situasi ibu baru.

Baca juga: Pentingnya Bijak Pilih Informasi agar Tak Terjebak Mom Guilt

“Waktu itu saya beruntung memiliki beberapa teman yang melahirkan bayi pertama mereka di periode yang hampir sama dengan saya, meskipun mereka tidak tinggal di lingkungan yang sama,” ujar Bykofsky.

Menurutnya, hubungan dengan sesama ibu tersebut sebagian besar terjalin melalui pesan singkat yang dikirim pada pagi hari atau larut malam. 

Meski sederhana, dukungan itu sangat berarti di tengah kelelahan dan kebingungan yang ia rasakan sebagai orang tua baru.

“Persahabatan kami sebagian besar terjalin lewat pesan singkat di pagi atau larut malam, tetapi para ibu ini menjadi penyelamat saya di saat-saat saya mempertanyakan segalanya sebagai orang tua baru,” kata Bykofsky.

Baca juga: Hati-hati, Mom-Shaming Tingkatkan Risiko Depresi Ibu hingga 8 Kali Lipat

IlustrasiFREEPIK Ilustrasi

Lakukan komunikasi terbuka antar-ibu

Alih-alih sekadar berkunjung untuk melihat bayi, sesama ibu biasanya datang dengan empati yang lebih besar, memahami kelelahan, kebingungan, hingga perasaan ragu yang kerap muncul di awal motherhood.

Vaughan juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka dalam relasi sesama ibu. Ia menyarankan agar ibu baru tidak ragu menyampaikan kebutuhan secara spesifik kepada ibu lain di sekitarnya.

“Dengan menyampaikan apa yang dibutuhkan, baik itu dukungan emosional atau bantuan praktis, sesama ibu dapat saling membantu dengan lebih efektif,” ujar Vaughan.

Di sinilah konsep mom support mom menjadi relevan. Dukungan tidak selalu hadir dalam bentuk solusi, tetapi sering kali berupa kehadiran, pemahaman, dan penguatan bahwa apa yang dialami adalah hal yang wajar.

Baca juga: Ibu Baru Rentan Burnout, Psikolog Sarankan Punya Waktu Tenang 15 Menit Setiap Hari

Komunitas ibu sebagai ruang dukungan

Bergabung dengan komunitas atau klub ibu menjadi salah satu cara bagi ibu baru untuk mendapatkan ruang berbagi dan dukungan dari sesama ibu yang berada di fase hidup serupa.

Melalui komunitas, ibu dapat berdiskusi secara terbuka, bertukar pengalaman, serta belajar bersama sesuai kebutuhan masing-masing.

CEO produk perawatan kulit bayi Lilla, Chrisanti Indiana, mengatakan ruang diskusi semacam ini penting agar ibu tidak merasa sendirian dalam menjalani peran barunya.

“Jadi memang kita regularly selalu ada diskusi yang general, mereka boleh diskusi secara open. Hampir setiap hari ada diskusi yang kita buka,” ujarnya setelah acara Lilla Media Luncheon di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2026).

Baca juga: 3 Tips Hemat Belanja Perlengkapan Bayi bagi Ibu Baru

Menurut Chrisanti, diskusi tersebut disesuaikan dengan tahapan yang sedang dijalani para ibu, mulai dari kehamilan hingga pengasuhan anak.

Selain diskusi, komunitas ibu juga dapat dilengkapi dengan sesi bersama tenaga ahli, baik melalui kelas daring, webinar, maupun pertemuan tatap muka.

“Prenatal class itu penting banget, supaya paling enggak kita punya bayangan step by step-nya dan apa saja yang perlu kita siapkan sebelum lahiran, biar enggak kaget,” kata Chrisanti.

Melalui komunitas atau klub ibu, para ibu diharapkan dapat memperoleh dukungan emosional, informasi yang relevan, serta rasa kebersamaan yang membantu mereka menjalani fase awal motherhood dengan lebih tenang.

Baca juga: 3 Cara Mengatasi Stres bagi Ibu Baru

Tag:  #dukungan #sesama #cara #membantu #baru #lalui #masa #awal #motherhood

KOMENTAR