Cara Merawat Rambut yang Beruban di Usia Muda
- Tidak selamanya rambut beruban disebabkan oleh bertambahnya usia. Stres kronis termasuk dalam faktor signifikan dalam mempercepat munculnya uban, terutama di usia muda.
Penelitian berjudul "Quantitative Mapping of Human Hair Greying and Reversal in Relation to Life Stress" oleh Ayelet M Rosenberg, dkk, pada tahun 2021 menemukan, stres bisa memicu rambut berubah menjadi uban, meskipun warnanya bisa kembali saat stres mereda.
Rambut beruban memiliki karakter berbeda, seperti lebih kering, kasar, mudah kusam, dan rentan menguning. Oleh karena itu diperlukan perawatan yang tepat.
Dikutip dari Vogue, Selasa (27/1/2026), berikut cara merawat rambut beruban, sambil menunggu kondisi psikologis membaik agar warna rambut kembali seperti semula.
Cara merawat rambut beruban
Hilangkan penumpukan dan logam dengan sampo chelating dan clarifying
Ilustrasi sampo.
Air sadah atau air dengan kandungan mineral tinggi bisa membuat uban kusam dan kehilangan kilaunya. Penata rambut Jeremy Pugh menjelaskan, penggunaan sampo chelating dapat membantu menghilangkan kandungan logam pada air sadah.
“Seperti tembaga, kalsium, dan besi yang memberi warna kuning pada rambut beruban seiring waktu," ujar dia.
Adapun sampo chelating adalah sampo yang dapat membantu menghilangkan penumpukan mineral dari air sadah. Nama lainnya adalah "sampo detoks" karena dapat membuat rambut dan kulit kepala benar-benar bersih.
Namun Pugh mengingatkan, bahwa penggunaan sampo chelating bisa membuat rambut sangat "haus", sehingga penggunaan masker rambut untuk melembabkan rambut, diperlukan setelahnya.
Jika sulit menemukan sampo chelating, atau harganya di luar bujet, kamu bisa menggunakan sampo clarifying karena sama-sama berfungsi membersihkan rambut dan kulit kepala dengan lebih ekstra.
Baca juga: 4 Cara Mencegah Rambut Beruban di Usia Muda Menurut Dokter
Ilustrasi rambut beruban.
Gunakan sampo toning
Ahli pewarnaan rambut Nina Rubel, mengatakan bahwa uban bisa menguning karena beberapa hal selain logam dan mineral.
"Uban bisa menguning karena penumpukan produk, penataan rambut menggunakan suhu panas, dan faktor eksternal lainnya," jelas dia.
Produk toning, juga biasa disebut sampo ungu, bisa membantu menetralkan warna. Sebab, jenis sampo itu memang dirancang khusus untuk rambut yang warnanya serupa dengan uban, yaitu platinum dan cool blonde.
Baca juga: Kate Middleton Ungkap Alasan Pilih Warna Rambut Lebih Pirang
Perbanyak kelembapan
Pemilik Equo Co. Salon di Del Mar, California, AS, Linda Gattineri, menekankan bahwa uban umumnya lebih kaku dan lebih sulit ditata karena kekurangan melanin.
"Perawatan kelembapan adalah langkah penting untuk menjaga rambut beruban tetap berkilau dan lebih mudah diatur," tutur Gattineri.
Masker untuk melembabkan rambut bisa membantu mengatasi tekstur kasar dan kering yang sering muncul pada uban.
Ilustrasi rambut ubanan.
Manfaatkan kondisioner tanpa bilas
Kondisioner tanpa bilas atau leave-in kondisioner, bisa membantu memperbaiki dan melindungi setiap helai uban.
"Karena rambut beruban lebih rentan terhadap kerusakan, memastikan kita memperkuat dan melindunginya sangatlah penting," ujar Rubel.
Baca juga: Cara Pakai Kondisioner yang Benar agar Rambut Tak Lepek
Jangan lupa dengan pelindung panas
"Saat rambut beruban terlalu sering terkena alat panas, rambut bisa menjadi kusam dan berubah kekuningan karena panas," ungkap Rubel.
Jadi, gunakan pelindung panas sebelum menata rambut menggunakan hair dryer atau catokan. Jika memungkinkan, cari produk pelindung panas yang juga bisa membuat rambut terlihat mengilau dan rapi, bukan mengembang dan berantakan.
Mengapa stres bisa membuat rambut beruban?
Respons stres awalnya berkembang untuk membantu manusia bertahan dari bahaya. Saat menghadapi ancaman, tubuh masuk ke mode siaga, dilansir dari Today.
Detak jantung akan meningkat, tangan terasa dingin, kulit memerah, dan tubuh bisa gemetar. Namun, saat ini hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan, atau hubungan yang kurang menyenangkan, bisa memicu reaksi yang serupa.
Baca juga: Waspadai 5 Kebiasaan Saat Stres yang Memicu Kenaikan Berat Badan
Ilustrasi
“Respons stres itu perlu karena mendorong kelangsungan hidup dalam istilah evolusi. Tapi, ada harga dari menjadi stre, misalnya beberapa sel menua lebih cepat,” kata ahli psikiatri dan neurologi Martin Picard.
Picard menambahkan, munculnya uban adalah salah satu efek stres yang bisa dilihat dengan mata telanjang.
Pertumbuhan rambut membutuhkan energi besar. Saat rambut tumbuh, sel-selnya menerima sinyal dari tubuh, termasuk hormon stres. Paparan ini diduga memicu perubahan pada pigmen rambut.
Baca juga: Mengapa Anak Muda Sudah Beruban? Belajar dari Nadya Hutagalung yang Bangga Punya Uban
Sayangnya tidak semua uban yang dipicu oleh stres, bisa kembali ke warna semula. Sebab, rambut memiliki ambang biologis sebelum benar-benar berubah menjadi uban.
Jika seseorang sudah mendekati fase beruban, peristiwa stres dapat mendorong sel rambut melewati ambang tersebut lebih cepat.
Ketika stres mereda dan posisi biologisnya masih dekat ambang, warna bisa kembali.
“Tapi rambut yang sudah beruban selama 30 tahun kemungkinan besar tidak bisa dibalik,” ujar Picard.
Meskipun uban tidak bisa kembali ke warna sebelumnya, setidaknya setiap helainya bisa terasa lembut dan tidak terlihat kusam, jika kamu merawatnya dengan tepat seperti langkah-langkah di atas.
Baca juga: Sering Mewarnai Rambut Bikin Uban Tambah Banyak, Mitos atau Fakta?