ParagonCorp Gabungkan Beauty Advisor dan AI untuk Analisis Kulit yang Lebih Akurat
- ParagonCorp terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan kecantikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan esensi sentuhan manusia.
Perusahaan ini menggabungkan keahlian beauty advisor dengan kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (AI) demi menjawab kebutuhan pelanggan secara lebih tepat sasaran, personal, dan berbasis data.
Langkah ini menjadi wujud komitmen ParagonCorp dalam menghadirkan pengalaman kecantikan yang menyeluruh, memadukan sains, teknologi, dan nilai kemanusiaan.
Penggabungan keahlian beauty advisor dan teknologi AI
Paragon Beauty Science Tech di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).
EVP & Global Chief Business Officer ParagonCorp, Amalia Sarah Santi, menegaskan, teknologi tidak diciptakan untuk menggantikan peran manusia, melainkan memperkuatnya.
“Kami melihat bahwa Insya Allah tidak ada yang bisa menggantikan peran manusia, meskipun sudah ada teknologi AI,” jelas Sarah dalam Media Group Interview Paragon: Defining Beauty Rewired, Where Science, Technology, and Soul Transform Life yang digelar di Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026),
Ia menekankan, hubungan antarmanusia menjadi fondasi utama dalam industri kecantikan.
“Human connections adalah sesuatu yang tidak bisa digantikan. Jadi kami saat ini memiliki banyak beauty advisors terlatih yang bisa membantu pelanggan menjawab permasalahan kulitnya,” ujarnya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa ParagonCorp memandang kecantikan bukan sekadar persoalan produk, tetapi juga tentang kepercayaan, komunikasi, dan pemahaman yang mendalam terhadap kebutuhan konsumen.
Beauty advisor tetap menjadi kunci di tengah pesatnya teknologi
EVP & Global Chief Business Officer ParagonCorp, Amalia Sarah Santi dalam acara Paragon Beauty Science di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, peran beauty advisor justru semakin krusial. Sarah menyebut, tantangan yang dihadapi para beauty advisor saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan sebelumnya.
“Tantangan beauty advisors di era sekarang ini juah lebih banyak karena tren begitu cepat dan teknologi sudah jadi bagian di industri kecantikan,” ungkapnya.
Perubahan tren yang dinamis menuntut beauty advisor untuk terus memperbarui pengetahuan, tidak hanya tentang produk, tetapi juga tentang kondisi kulit, bahan aktif, hingga kebiasaan konsumen yang semakin beragam.
Menurut Sarah, beauty advisor kini tidak cukup hanya mengandalkan intuisi atau pengalaman semata.
“Beauty advisor sekarang harus jauh lebih mampu memahami kebutuhan konsumen, bukan sekadar menerka permasalahan kulitnya, tetapi juga membantu berdasarkan data dan kondisi kulitnya,” jelasnya.
Di sinilah teknologi AI memainkan peran penting sebagai pendukung. AI membantu mengolah data secara cepat dan akurat, sehingga beauty advisor memiliki dasar yang lebih kuat untuk memberikan rekomendasi.
Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan manusia yang mampu memahami emosi, kekhawatiran, dan preferensi personal pelanggan.
“Peran mereka ini juga bisa membuat koneksi yang lebih dekat dan membangun kepercayaan pelanggan terhadap produk. Hal ini yang tidak bisa AI lakukan,” tegas Sarah.
Teknologi dan manusia bukanlah dua hal yang saling menggantikan, melainkan saling melengkapi dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih bermakna.
AI sebagai alat pendukung analisis dan personalisasi
Group Head Technology Business Accelerator at ParagonCorp, Tessi Fathia dalam Media Group Interview Paragon: Defining Beauty Rewired, Where Science, Technology, and Soul Transform Life, di Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).
Group Head Technology Business Accelerator at ParagonCorp, Tessi Fathia, menjelaskan, karakter konsumen saat ini semakin beragam dan spesifik.
Segmentasi pasar tidak lagi bersifat umum, melainkan semakin mengarah pada kebutuhan individual yang sangat detail.
“Kami juga melihat ada hyper segmented customers yang lebih memilih untuk memiliki koneksi dan komunikasi langsung dengan beauty advisor. Meskipun ada pula orang yang memilih konsultasi melalui online,” ujar Tessi.
Kondisi ini mendorong ParagonCorp untuk menghadirkan teknologi AI yang fleksibel, dapat digunakan baik oleh konsumen secara langsung maupun oleh beauty advisor dalam sesi konsultasi tatap muka.
Teknologi ini memungkinkan analisis kondisi kulit yang lebih mendalam, mulai dari tingkat kelembapan, tekstur, kebutuhan perawatan yang spesifik, hingga kebutuhan makeup pengguna.
“Itulah mengapa kami buat teknologi AI untuk bisa langsugn disajikan pada konsumen, sehingga hasil analisis mendalam dari teknologi bisa dibantu terjemahkan dengan para beauty advisor,” jelas Tessi.
AI tools yang dikembangkan ParagonCorp dirancang untuk mampu melakukan personalisasi secara menyeluruh.
Teknologi ini tidak hanya menganalisis kondisi kulit, tetapi juga memetakan kebutuhan perawatan yang paling sesuai dengan karakteristik setiap individu.
Dengan demikian, rekomendasi yang diberikan menjadi lebih relevan, presisi, dan berbasis data.
Dalam praktiknya, AI membantu menyederhanakan data teknis agar mudah dipahami oleh pelanggan.
Beauty advisor kemudian berperan sebagai penerjemah yang menjembatani hasil analisis tersebut dengan bahasa yang lebih manusiawi dan komunikatif. Kombinasi ini menciptakan pengalaman konsultasi yang lebih komprehensif dan meyakinkan.
Tag: #paragoncorp #gabungkan #beauty #advisor #untuk #analisis #kulit #yang #lebih #akurat