Kisah Diet Insinyur Zoom, Berhasil Menurunkan Berat Badan 54 Kg demi Mengalahkan Asma
Masalah pernapasan akibat asma membuat Bradlee Allen, seorang insinyur senior di perusahaan Zoom, mengubah pola makan dan gaya hidupnya hingga berhasil menurunkan hampir 54 kilogram dalam delapan bulan.
Kisah pria 41 tahun asal London, Inggris ini, jadi gambaran bahwa diet yang terencana dapat berdampak besar pada kesehatan dan kualitas hidup.
Masalah pernapasan jadi titik balik
Bradlee mengaku kondisi fisiknya sempat berada di titik terendah sebelum memulai diet.
Ia telah menderita asma sejak kecil dan bergantung pada inhaler, sementara berat badan berlebih membuat napasnya semakin pendek.
“Saya selalu kesulitan bernapas dan itu membuat saya cepat lelah,” ujar Bradlee, seperti dikutip dari Men’s Health.
Kesadaran untuk berubah muncul saat ia kehabisan napas setelah menaiki tiga lantai tangga sambil menggendong anaknya yang masih balita.
“Saat itu saya sadar, kondisi ini tidak bisa dibiarkan,” katanya.
Pola makan tak teratur picu kenaikan berat badan
Ilustrasi diet. Kesulitan bernapas akibat asma mendorong seorang insinyur Zoom mengubah pola makan hingga berat badannya turun drastis dan kualitas hidupnya membaik.
Sebelum diet, Bradlee menjalani pola makan yang tidak teratur.
Ia sering makan dalam porsi besar tanpa memperhatikan kandungan gizi, meski sesekali memilih makanan sehat.
“Saya makan apa yang saya suka tanpa memikirkan dampaknya bagi tubuh,” tuturnya.
Pada tahun 2024, berat badannya mencapai hampir 294 pon atau sekitar 133 kilogram.
Diet terstruktur jadi kunci perubahan
Perubahan dimulai ketika Bradlee menerapkan pola makan yang lebih teratur dan disiplin.
Ia mulai mencatat asupan makanan, membatasi kalori, dan mengatur jumlah protein, lemak, serta karbohidrat setiap hari.
Bradlee menjalani diet sekitar 1.985 kalori per hari dengan asupan protein tinggi dan karbohidrat rendah.
“Saya makan dengan rencana yang jelas, bukan sekadar mengikuti rasa lapar,” ujarnya.
Hasil diet: Berat badan turun dan energi meningkat
Dalam masa penurunan berat badan, Bradlee mengonsumsi sekitar 175–200 gram protein per hari dan memastikan minum sedikitnya tiga liter air setiap hari.
Hasilnya, berat badannya turun dari hampir 133 kilogram menjadi sekitar 79 kilogram, sementara persentase lemak tubuh menyusut dari 40 persen menjadi sekitar 9 persen.
Saat ini, ia berada di kisaran 86 kilogram dengan lemak tubuh sekitar 11 persen dan terus menjaga kebugaran.
Manfaat terbesar diet: Pernapasan lebih baik
Dampak terbesar dari perubahan pola makan tersebut dirasakan pada kesehatan pernapasannya.
Bradlee mengaku sudah tidak menggunakan inhaler asma selama lima bulan terakhir.
“Saya bisa berlari, berenang, dan bermain dengan anak-anak tanpa kehabisan napas,” katanya.
Konsistensi jadi kunci keberhasilan
Bradlee menilai keberhasilannya bukan hasil diet ekstrem, melainkan konsistensi dalam menjalani kebiasaan sehat.
Ia menekankan pentingnya langkah sederhana, seperti makan teratur, cukup tidur, dan tetap aktif setiap hari.
“Konsistensi memang tidak selalu terlihat menarik, tetapi hasilnya sangat nyata,” ujar Bradlee.
Kisah ini menunjukkan diet bukan hanya soal menurunkan berat badan, tetapi juga tentang memperbaiki kesehatan dan kualitas hidup secara menyeluruh.
Tag: #kisah #diet #insinyur #zoom #berhasil #menurunkan #berat #badan #demi #mengalahkan #asma