Siapa yang Paling Membutuhkan Operasi Bariatrik? Ini Kata Dokter Bedah
Operasi bariatrik kerap dikenal publik sebagai “operasi buat kurus”. Namun, dokter spesialis bedah menyebut anggapan itu tidak sepenuhnya tepat.
Dokter spesialis bedah digestif konsultan, Dr. dr. Adeodatus Yuda Handaya, Sp.B, Subsp.B.D(K), menjelaskan bahwa di dunia medis, prosedur ini justru diposisikan sebagai terapi untuk obesitas dan berbagai penyakit serius yang menyertainya.
Sehingga bukan sekadar jalan pintas untuk menurunkan berat badan.
Ia menyebut tujuan utama operasi bariatrik adalah membantu pasien menjadi lebih sehat secara menyeluruh.
“Penurunan berat badan itu sebenarnya bonus. Yang utama adalah memperbaiki kondisi medis yang berisiko, seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, gangguan sendi, hingga gangguan pernapasan saat tidur,” ujarnya, dalam siaran langsung radio kesehatan Kemenkes, dikutip Kompas.com pada Kamis (22/1/2026).
Obesitas bukan sekadar soal penampilan
Dalam dunia kedokteran, obesitas sudah dikategorikan sebagai penyakit kronis.
Kondisi ini meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular, mulai dari diabetes tipe 2, penyakit jantung, stroke, hingga perlemakan hati.
Karena itu, operasi bariatrik tidak ditujukan untuk semua orang yang ingin terlihat lebih langsing.
Ada kriteria medis ketat yang harus dipenuhi sebelum seseorang dinilai layak menjalani prosedur ini.
“Tidak semua orang boleh operasi bariatrik. Kalau hanya ingin kurus tanpa indikasi medis, justru berisiko menimbulkan masalah baru, seperti kekurangan nutrisi dan vitamin,” kata dr. Adeodatus.
Ilustrasi operasi. Mistono (59), warga Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengalami pengalaman pahit setelah menjalani operasi batu ginjal di RSUD Batang pada November 2024. Alih-alih sembuh, ia justru divonis mengidap HIV dan harus menanggung penderitaan berbulan-bulan. Padahal ada selang yang tertinggal di tubuhnya setelah operasi.
Kriteria pasien yang membutuhkan operasi bariatrik
Secara umum, dr. Adeodatus menilai kelayakan operasi bariatrik berdasarkan indeks massa tubuh (IMT/BMI) dan adanya penyakit penyerta (komorbid).
Pasien yang biasanya dipertimbangkan untuk operasi antara lain:
- Orang dengan BMI ≥40, meski tanpa penyakit penyerta.
- Orang dengan BMI 30–34,9 yang disertai penyakit seperti diabetes, hipertensi, gangguan jantung, atau masalah sendi.
Di negara Asia, batas BMI cenderung lebih rendah. Pasien dengan BMI di atas 28 dan memiliki komorbid juga bisa menjadi kandidat.
Namun, BMI bukan satu-satunya penilaian. Dokter juga akan melihat komposisi tubuh, kadar lemak, kondisi metabolik, serta riwayat usaha pasien menurunkan berat badan.
“Pasien yang dipertimbangkan operasi biasanya sudah mencoba diet dan olahraga, tapi tidak berhasil. Ada juga yang sebenarnya dianjurkan olahraga, tapi sendinya sudah bermasalah sehingga tidak memungkinkan,” jelas dokter yang berpraktik di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta ini.
Harus lewat proses panjang dan terencana
Operasi bariatrik bukan keputusan instan. Sebelum tindakan, pasien harus melalui proses persiapan yang komprehensif, mulai dari pemeriksaan medis menyeluruh, evaluasi nutrisi, hingga edukasi perubahan pola makan dan gaya hidup.
Pasien juga perlu beradaptasi dengan asupan kalori yang lebih terkontrol sebelum operasi.
Tujuannya agar tubuh tidak “kaget” setelah kapasitas lambung diperkecil.
“Operasi ini tidak berdiri sendiri. Ada tim dokter bedah, dokter gizi, hingga edukasi psikologis. Kalau persiapannya matang, hasilnya jauh lebih aman dan optimal,” ujarnya.
Bukan jalan pintas, tapi awal perubahan gaya hidup
Dokter Adeodatus menegaskan, operasi bariatrik bukan solusi instan tanpa usaha lanjutan.
Setelah operasi, pasien tetap harus menjalani pola makan sehat, kontrol nutrisi, dan aktivitas fisik bertahap.
“Operasi ini membantu, tapi keberhasilannya sangat tergantung pada komitmen pasien untuk mengubah gaya hidup,” kata dia.
Dengan pemilihan pasien yang tepat dan persiapan yang matang, operasi bariatrik dapat menjadi langkah efektif untuk menurunkan risiko penyakit serius dan meningkatkan kualitas hidup dalam jangka panjang.
Tag: #siapa #yang #paling #membutuhkan #operasi #bariatrik #kata #dokter #bedah