Mattel Rilis Barbie Autis Pertama, Dorong Representasi Lewat Mainan
- Untuk pertama kalinya, Mattel, Inc. memperkenalkan boneka Barbie autis pada awal Januari 2026.
Pembuatan boneka Barbie autis pertama ini dibimbing oleh komunitas autis, untuk mewakili cara-cara umum orang autis mengalami, memproses, dan berkomunikasi tentang dunia di sekitar mereka.
Dikutip dari situs web resminya, Rabu (21/1/2026), boneka ini mengajak lebih banyak anak untuk melihat diri mereka terwakili lewat sosok Barbie.
Boneka Barbie autis pertama di dunia
Adapun pengembangan boneka ini dilakukan selama lebih dari 18 bulan, melalui kerja sama dengan Autistic Self Advocacy Network (ASAN).
ASAN adalah sebuah organisasi nirlaba yang dijalankan oleh dan untuk penyandang disabilitas autisme, yang bergerak dalam bidang hak-hak penyandang disabilitas autisme.
Boneka ini bergabung dengan koleksi Barbie Fashionistas, yang menampilkan beragam warna kulit, tekstur rambut, tipe tubuh, dan berbagai kondisi medis serta disabilitas.
"Barbie selalu berusaha untuk mencerminkan dunia yang dilihat anak-anak, dan kemungkinan yang mereka bayangkan. Kami bangga memperkenalkan Barbie autis pertama kami sebagai bagian dari upaya berkelanjutan tersebut," kata Global Head of Dolls, Mattel, Jamie Cygielman.
Ia melanjutkan, boneka yang dirancang dengan bimbingan dari ASAN ini, membantu memperluas makna inklusi, karena setiap anak berhak melihat diri mereka sendiri dalam diri Barbie.
Boneka Barbie autis pertama dari Mattel.
Apa saja fitur dan aksesori boneka Barbie autis?
Dalam kolaobrasi erat dengan ASAN, tim desain Barbie membuat pilihan desain yang disengaja untuk boneka tersebut agar penampilanya autentik, dan mencerminkan beberapa pengalaman yang mungkin dialami oleh individu dalam spektrum autisme.
Fitur dan aksesori boneka Barbie autis yang dirancang oleh Mattel dan ASAN yakni sebagai berikut.
Tubuh
Boneka Barbie autis memiliki artikulasi siku dan pergelangan, yang memungkinkan gerakan stimulasi, mengepakkan tangan, dan gestur tangan lainnya, yang digunakan beberapa anggota komunitas autis.
Adapun gestur tangan ini digunakan untuk memproses informasi sensorik, atau mengekspresikan kegembiraan.
Tatapan mata
Boneka ini dirancang dengan tatapan mata yang sedikit bergeser ke samping. Ini mencerminkan bagaimana beberapa anggota komunitas autis mungkin menghindari kontak mata langsung.
Aksesori
Setiap boneka dilengkapi dengan fidget spinner berwarna pink yang dijepit di jari, headphone peredam suara, dan sebuah tablet.
Fidget spinner: Fidget spinner dalam aksesori ini benar-benar bisa berputar, sehingga menawarkan outlet sensori yang dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan fokus.
Headphone: Headphone peredam suara berada di atas kepala boneka sebagai aksesori yang bermanfaat dan modis. Fungsinya untuk mengurangi kelebihan rangsangan sensori, dengan memblokir kebisingan.
Tablet: Untuk tablet, ini menampilkan aplikasi Augmentative and Alternative Communication (AAC) berbasis simbol, yang berfungsi sebagai alat bantu komunikasi sehari-hari.
Busana yang sensitif terhadap sensori
Boneka Barbie autis pertama dari Mattel.
Boneka Barbie autis menggunakan gaun A-line longgar beraris ungu, dengan lengan pendek dan rok mengembang, yang mengurangi kontak kain dengan kulit.
Untuk alas kaki, ia menggunakan sepatu ungu model sol datar untuk meningkatkan stabilitas dan kemudahan bergerak.
Menampilkan sosok yang autentik untuk anak-anak autis
Executive Director ASAN, Colin Killick, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat senang dapat membantu menciptakan boneka Barbie autis pertama.
"Sangat penting bagi anak-anak autis untuk melihat representasi diri mereka yang autentik dan penuh sukacita, dan itulah boneka ini," kata dia.
Bekerja sama dengan Barbie memungkinkan pihaknya untuk berbagi wawasan dan panduan sepanjang proses desain, untuk memastikan boneka tersebut sepenuhnya mewakii komunitas autis, termasuk peralatan yang membantu mereka menjadi mandiri.
"Kami merasa terhormat melihat tonggak sejarah ini terwujud, dan kami akan terus mendorong lebih banyak representasi sepreti ini, yang mendukung komunitas kami dalam bermimpi besar dan hidup dengan bangga," ungkap Killick.
Koleksi Barbie Fashionistas
Sejalan dengan boneka Fashionistas yang mewakili individu dengan diabetes tipe 1, Down Syndrome, dan kebutaan, boneka Barbie autis diberi nama dan diciptakan dengan bimbingan komunitas untuk memungkinkan lebih banyak anak melihat diri mereka sendiri dalam Barbie.
Saat ini, koleksi Barbie Fashionistas memiliki lebih dari 175 tampilan. Boneka-boneka ini dapat membantu anak-anak untuk lebih memahami dunia di sekitar mereka, dengan mendorong permainan boneka di luar pengalaman hidup anak itu sendiri.
Ini merupakan langkah lain dalam menjadikan merek Barbie sebagai cerminan yang lebih inklusifdari anak-anak yang memainkannya.
Tag: #mattel #rilis #barbie #autis #pertama #dorong #representasi #lewat #mainan